30 Hama dan Penyakit Penyerang Buah Semangka

Hama Dan penyakit penyerang buah semangka-Hama tanaman semangka dapat digolongkan dalam 2 kelompok: hama yang tahan terhadap pestisida. Hama yang tidak tahan terhadap  pestisida (Kutu daun, bentuk seperti kutu), umumnya berwarna hijau pupus, hidup bergerombol, tidak bersayap, dan mudah berkembang biak.

Gejala yang terjadi daun berbercak kuning, pertumbuhannya terhambat. Pengendalian di lakukan secara non kimiawi dengan obat-obatan.

Hama kedua adalah hama yang tahan terhadap pestisida sepert: tikus, binatang piaraan (kucing, anjing dan ayam). Pengendalian :menjaga pematang selalu bersih, mendirikan pagar yang mengelilingi tanaman, pemasangan suatu alat  yang menghasilkan bunyi-bunyian bila tertiup angin dan diadakan pergiliranjaga.

Baca Juga:

 Trips

Berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan beruas-ruas. Cara penularan secara mengembaran di malam hari, menetap dan berkembang biak. Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida sampai tanaman basah dan merata.

Ulat Perusak daun

Berwarna hijau dengan garis hitam/ berwarna hijau dimakan sampai tinggal lapisam lilinnya dan terlihat dari jauh seperti lubang. Pengendalian: dilakukan secara non kimiawi dan secara kimiawi.

Tungau

Binatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan berukuran kecil mengisap cairan tanaman, membela diri dengan menggigit dan menyengat. Tandanya, tampak jaring-jaring sarang binatang ini dibawah permukaan daun, warna dedaunan akan pucat . Pengendalian: dilakukan secara non-kimia dan dengan pestisida.30 Hama dan Penyakit Penyerang Buah Semangka

Ulat tanah

Berwarna hitam berbintik-bintik/bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm, aktif merusak dan bergerak pada malam hari. Menyerang daun, terutama tunas-tunas muda, ulat dewasa memangsa pangkal tanaman.

Pengendalian:

Penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat di sekitarnya;

pengendalian secara kimiawi, dengan obat-obatan sesuai dengan aturan penanaman buah  semangka.

Kutu putih dan Lalat buah

Ciri-ciri mempunyai sayap yang transparan berwarna kuning dengan bercak-bercak dan mempunyai belalai. Tanda-tanda serangan: terdapat bekas luka pada kulit buah (seperti tusukan belalai), daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar.

Pengendalian: dilakukan secara non kimiawi (membersihkan lingkungan terutama pada kulit buah, tanah bekas hama dibalikkan dengan dibajak/dicangkul). Secara kimiawi: dengan obat-obatan.

Artikel terkait

Layu Fusarium

Penyebab:lingkungan/situasi yang memungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab).

Gejala: timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur, lambat laun akan . pengendalian:

  • Secara non kimiawi dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum ditanamami, atau menanam benih yang sudah direndam obat;
  • Secara kimiawi dilakukan penyemprotan bahan fungisida secara periodik..

Bercak daun

Penyebab: spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang.

Gejala: Permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi cokelat akhirnya mengering dan mati, atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu/ungu.

Pengendalian:

  • Secara non kimiawi seperti pada penyakit layu fusarium;
  • tanaman di semprot dengan fungisida yang terdiri dari Dithane M45 dosis 1,8-2,4 gram/liter; Delsene MX 200 dengan dosis 2-4 gram/liter, Trimoltix 65 Wp dosis 2-3 gram/liter dan Daconil 75 Wp dosis 1-1,5 gram/liter.

Antranosa

Penyebab: seperti penyakit layu fusarium.

Gejala: daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhir nya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. Bila menyerang buah, tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas.

Pengendalian:

  • Dilakukan secara non kimiawi seperti pengendalian penyakit layu fusarium;
  • menggunakan fungisida Velimex 80 WP dosis 2-2,5 gram/liter air.

Busuk semai

Menyerang pada benih yang sedang disemaikan. Gejala: batang bibit berwarna cokelat, merambat dan rebah kemudian mati.

Pengendalian: benih direndam di dalam obat Benlate 20 WP dosis 1-2 gram/liter air dan Difolathan 44 FF dosis 1-2 cc/liter air.

Busuk buah

Penyebab: jamur/bakteri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai dipetik.

Pengendalian: hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari tidak berawan/hujan.

Karat daun

Penyebab: virus yang terbawa oleh hama tanaman yang brkembang pada daun tanaman.

Gejala daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk,  tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang.

Pengendalian: sama seperti penyakit layu fusarium. Belum ditemukan obat yang tepat, sehingga tanaman yang terlanjur terkena harus, supayatidak menular pada tanaman sehat.

Gulma

Selain gangguan oleh hama dan penyakit, gangguan juga disebabkan kekurangan/kelebihan unsur hara yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pohon semangka yang kekurangan dan kelebihan unsur hara tersebut, menderita akibat adanya gulma (tanaman pengganggu).

loading...
30 Hama dan Penyakit Penyerang Buah Semangka | Penulis | 4.5