Belajar Bisnis Jual Beli Tanaman Hias

Belajar bisnis jual beli tanaman hias-Kini, siapa yang tak kenal Thailand? Terutama sebagai negeri penghasil jenis-jenis tanaman hias berkualitas. Ibarat paris sebagai pusat mode fashion, Thailand menjadi kiblatnya tanaman hias. Apa yang mereja  produksi selalu laku dan tren di pasaran. Sudah saatnya kita belajar dari kesuksesannya.

Kondisi Thailand tak beda jauh dengan Indonesia. Secara geografis, letaknya sama-sama dekat dengan garis khatulistiwa. Itu berarti, sumberdaya alam yang dimiliki keduanya juga sama. Nah, kenapa Negeri Gajah Putih ini selangkah lebih maju dalam mengembangkan produk hortikultura.

Anda mungkin pernah mendengar durian, jambu biji, jambu air, lengkeng, selalu diembel-embeli bangkok dibelakangnya. Adenium, euphorbia, philodendron, dan caladium, bahkan anggrek juga berasal dari sana.

Baca Juga:

Didik Setiawan dari Deni Nursery, Karanganyar, Jawa Tengah memberikan gambaran tentang kesuksesan pemain tanaman hias di sana. Mereka sabar, tenang, percaya diri, disiplin, dan telaten,jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kalau Thailand memang pintar membidik pasar. Mereka sudah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum menjadi tren. Jadi, begitu booming, stok barang sudah tersedia dalam jumlah banyak.Belajar Bisnis Jual Beli Tanaman Hias

Wajar bila Thailand sangat terkenal. Tidak hanya Indonesia, tetapi juga negara-negara maju lainnya, sebut saja Belanda dan Amerika, dua negara terbesar yang menjadi pengimpor tanaman hias asal Thailand.

Marilah kita lihat kondisi di Indonesia. Pasar tanaman hias di tanah air sangat luas. Berdasarkan hitungan  para pakar tanaman hias, kemampuannya hanya dapat memenuhi 50% kebutuhan bibit tanaman hias.

Lantas sisanya dari mana? Satu-satunya pilihan hanyamengimpor dari thailand. Jenisnya bermacam-macam, mulai dari aglaonema, anthurium, adenium, philodendron, caladium, dan juga berbagai jenis anggrek lainnya.

Mudahnya mendapatkan bibit tanaman hias membuat Thailand menjadi jujukan para importir. Mau jenis apa pasti ada. Mau minta apa berapa, jumlahnya tersedia. Pokoknya asal cocok, barang bisa dibawa. Jangan heran kalau di sana, importir Indonesia mendapat prioritas istimewa. Apa saja yang dibutuhkan, pasti mereka sediakan.

Ada dua cara mendapatkan bibit tanaman hias. Pertama pemasaran tidak langsung atau mencari penjual melalui website. Ada hal yang menguntungkan dan merugikan dalam berbelanja tanaman melalui internet ini.

Salah satunya, kita akan hemat dari ongkos, tetapi dengan sistem membayar dahulu kadang kala menjadi kendala. Belum lagi jika ternyata kualitas barang tidak sama dengan yang diharapkan ditambah adanya selang waktu pengiriman barang dengan paket tertutup. Jika salah mengemas, akan merugikan si pembelinya.

Cara lain adalah pemasaran terbuka. Artinya pembeli datang langsung ke penjual untuk memperoleh bibit sesuai kebutuhannya. Singkatnya adalah pilih, bayar, dan bawa. Nah, cara kedua inilah yang acap dilakukan pemain tanaman hias tanah air.

Artikel terkait

Berdasarkan pengalaman Gunawan Wijaya dari Wijaya Nursery, datang langsung ke Bangkok merupakan cara terbaik untuk mendapatkan tanaman hias. Tak hanya itu, pemain dapat membangun jaringan antar pemain agar bisnis tanaman hias lebih kokoh dan mantap. Ya, hitung-hitung travelling sampai berbelanja tanaman hias.

Meski pemain bisa datang entah kapan waktunya, umumnya dua agenda berikut jarang dilewatkan. Pertama, awal Desember setiap tahunnya. Pada saat itu raja Thailand, Bhumibol Adulyadej merayakan ulang tahunnya.

Perayaan umumnya diselenggarakan sejak tanggal 1 dan beraktir pada tanggal 10 desember. Disitulah semua pemain tanaman hias tumplek blek berkumpul memamerkan jenis-jenis produk unggulannya. Kesempatan ini biasanya tidak disia-siakan oleh pemain tanaman hias, termasuk yang berasal dari Indonesia.

Ketika berada di Thailand jangan lupa berkunjung ke pasar tradisional di Bangkok ini memiliki luas 142.000 m2 buka pada hari sabtu dan Minggu mulai pukul 07.00 sampai pukul 18.00. Disana, seluruh niurseri menawarkan bibit tanaman hiasnya dengan kualitas yang baik.

Untuk berbisnis tanaman hias, pemain Thailand juga tidak sembarangan memproduksi bibit. Perlu adanya strategi dan timing yang tepat. Bagi mereka, meproduksi tanaman saat sedang tren tidak selamanya menguntungkan , perlu diperhitungkan margin keberuntungannya.

Dengan kejelian bisnis yang baik, memproduksi sebelum tren justru bakal mendatangkan untung yang besar. Masalahnya adalah bagaimana cara memprediksi kalau tanaman tersebut bakal tren. Menciptakan tren bukan perkara gampang. Membuka pasar perlu strategi. Oleh karena itu diperlukan insting yang tajam untuk mengendus jenis tanaman hias apa yang prospek untuk diproduksi.

Sekadar mengingatkan, adenium, euphorbia, aglaonema, caladium, philodendron, sansevieria, dan terakhir anthurium menjadi booming. Bibit-bibitnya dari mana? Thailand.

Ketersediaan bibit dalam jumlah banyak dan cepat juga menjadi hal penting yang perlu dipertimbangkan. Salah satu trik adalah dengan merawat dan memperbanyak bibit tanaman hias terlebih dahulu sebelum dijual ke pasar. Pembibit mempunyai stok tanaman yang cukup banyak untuk dijual. Dengan cara iu tentu saja bakal meraih untung lebih besar lagi.

Hasil penelitian dan studi banding dari Kanwil pertanian Indonesia menyebutkan bahwa insfrastruktur yang lengkap serta dukungan dari Raja Bhumibol Adulydej yang kuat untuk sektor pertanian  menjadi kunci sukses berkembangnya produk-produk hortikultura, termasuk di dalamnya tanaman hias. Selain itu, pemerintah menyediakan sebuah badan dana, semacam bank untuk memberikan kredit untuk kemajuan petani dan hasil komoditasnya.

Hal lainnya yang menjadi penyongkong pendistribusian produk hasil pertanian, pemerintah Thailand membuatkan sebuah pasar induk yang buka 24 jam dengan fasilitas yang memadai dan membuka akses yang sebesar-besarnya bagi eksportir untuk memasarkan barangnya hingga ke kota-kota besar di dunia.

Masyarakat di Thailand juga telah banyak dan tak kenal lelah untuk mencoba perbanyakan melalui kultur jaringan dan teknik-teknik baru lainnya. Sehingga dengan permodalan yang kuat, keterampilan yang memadai, keteguhan untuk menciptakan suatu hasil hingga terbukanya akses untuk pemasaran membuat negara Thailand layak menyandang gelar ”Kota Agribisnis” terkemuka di dunia. Bagaimana dengan Indonesia?

loading...
Belajar Bisnis Jual Beli Tanaman Hias | Penulis | 4.5