Berbagai Ragam Dan Jenis Spesies Bunga Anggrek

Anggrek phalaenopsis merupakan salah satu anggota keluarga atau famili Orcidaceae. Di alam, anggrek Palaenopsis terdiri dari berbagai spesies dengan bentuk, warna, dan penampakan berbeda-beda. Setiap spesies memiliki keunikan atau kekhasan tersendiri. Perbedaan setiap spesies menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemarnya.

Phalaenopsis spesies sangat banyak jenisnya, diperkirakan ada lebih dari 30 jenis. Berikut diuraikan ciri umum beberapa spesies tersebut.

Anggrek Phalaenopsis amabilis banyak terdapat di Indonesia, Filipina, dan Australia. Di Indonesia hampir di semua pulau dapat dijumpai anggrek ini, antara lain Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Ambon, Buru, Timor, Papua, dan Jawa. Dilihat dari daerah penyebarannya tersebut maka anggrek ini diyakini sebagai anggrek asli Indonesia.

Baca Juga:

Itulah sebabnya anggrek ini dinobatkan sebagai salah satu bunga nasional dengan nama “Puspa Pesona”, mendampingi dua jenis bunga lainnya, yaitu bunga melati sebagai “Puspa Bangsa” dan bunga bangkai sebagai “Puspa Langka”.

Phalaenopsis amabilis yang dikenal sebagai anggrek bulan ini pertama kali ditemuakn oleh seorang ahli botani dari Belanda, yaitu Dr. C.L. Blume. Spesies ini termasuk jenis tanaman epifit dengan akar berdaging dan bulat panjang. Batang pohon pendek dan hampir seluruhnya tertutup pelepah daun.

Daun Phalaenopsis amabilis berwarna hijau, berdaging dan getas. Umumnya setiap tanaman menghasilkan daun sebanyak 5-10 lembar, bahkan dapat mencapai 22 lembar bila sudah dewasa dan terawat dengan baik. Bentuk daun elips, oval elips, sampai bulat dengan panang mencapai 50 cm dan lebar 10 cm.

Kelopak Phalaenopsis amabilis bulat-elips atau oval elips tumpul di bagian ujung. Panjang kelopak bunga lebih dari 4 cm dan lebar mencapai 2,5 cm. Magkota bunga umumnya lebih besar dan lebih lebar dari kelopak. Bentuk mahkota bunga elips dan bundar pada bagian atasnya. Panjang mahkota bunga lebih dari 4,5 cm dan lebar 5 cm.

Phalaenopsis amabilis memiliki bunga yang mulus, lembut, dan tahan lama dengan bentuk serta ketebalan yang proporsional. Pada saat berbunga, jumlahnya banyak dan mekar serentak. Bunganya berwarna putih sampai putih susu dengan bagian bibir berwarna kekuning-kuningan.

Kuntum bunga tumbuh pada tangkai yang bercabang, tersusun sempurna, kompak, dan tahan lama. Lidah bunga Phalaenopsis amabilis berwarna kuning menyerupai sungut atau kumis naga, panjang, dan melingkar ke belakang.

Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya, yaitu keindahan, kekompakan, dan daya tahan maka bunga ini paling sering dijadikan induk silang. Biasanya Phalaenopsis amabilis dijadikan dasar untuk menghasilkan warna atau motif yang baru dari jenis yang disilangkan. Dalam dunia lukis, Phalaenopsis amabilis dpat diibaratkan sebagai kanvas, sedangkan warnanya merupakan perpaduan dengan jenis anggrek lainnya.

Artikel terkait

Anggrek Phalaenopsis schillerina banyak ditemukan di Filipina, yaitu di Pulau Luzon dan Pulau Biliran. Phalaenopsis schillieriana diperkenalkan pertama kali oleh seorang jenderal berkebangsaan Jerman, yaitu Schiller. Itulah sebabnya anggrek ini dikenal sebagai Phalaenopsis schilleriana merupakan salah satu spesies anggrek yang memiliki daun berwarna hijau tua dengan motif lurik marmut pada bagian atas dan warna ungu pada bagian bawah.

Daun tersebut datar, tipis, kokoh, dan agak bulat atau tumpul pada bagian ujungnya. Batang Phalaenopsis schilleriana lebih kecil dan lebih pendek dibandingkan dengan Phalaenopsis amabilis.

Anggrek ini memiliki bentuk bunga bulat menyerupai anggrek bulan dengan panjang bunga 3,5 cm dan lebar 1,6 cm. Warna dasar bunga pink sampai pink lembut atau ungu terang dengan garis pinggir putih. Pada bagian kelopak dan mahkota berwarna dasar pink bergaris pinggir putih. Lidah bunga berbentuk lidah ular menunjuk ke dua arah yang berlawanan.

Phalaenopsis schilleriana banyak diminati para penyilang karena memiliki potensi yang besar pada warna. Warna pink biasanya dominan pada hasil silangan. Dengan demikian phalaenopsis schilleriana menjadi salah satu pilihan sebagai induk silang untuk menghasilkan warna pink.

Pada awalnya anggrek ini hanya ditemukan di Filipina, tetapi kemudian juga ditemukan di Pulau Lombok. Ada dua pendapat yang mengungkapkan tentang asal-usul spesies ini. Pendapat pertama menyatakan bahwa dahulu Indonesia dan Filipina menyatu dalam satu pulau dengan berbagai jenis flora dan fauna, termasuk anggrek Phalaenopsis stuartiana. setelah terjadinya evolusi, Indonesia dan Filipina terpisah, demikian juga dengan flora dan faunanya.

Oleh karena itu, sangat memungkinkan bila spesies ini terdapat di dua negara. Sementara pendapat lain mengatakan bahwa penyebaran anggrek ini terjadi pada masa penjajahan. Oleh para penjajah yang hobi anggrek, spesies ini dibawa ke Indonesia, yaitu ke Pulau Lombok.

Warna bunga putih dengan titk-titik cokelat kehitaman, terkadang merah bata, dari bagian bawah lidah sampai pangkal lidah. Phalaenopsis stuartiana memiliki lidah menyerupai bentuk lidah ular. Warna daun sama seperti Phalaenopsis schilleriana, yaitu hijau lurik marmut bertitik abu-abu. Sementara bentuk bunga menyerupai Phalaenopsis amabilis, yaitu bulat dan tumpul pada bagian ujung.

loading...
Berbagai Ragam Dan Jenis Spesies Bunga Anggrek | Penulis | 4.5