Buah Mangga teknik serta cara Membudidayakan

Buah mangga teknik serta cara membudidayakan-Siapa yang tak kenal buah mangga? Buah yang berasal dari India ini menyebar di Indonesia, mulai dari kepulauan Maluku pada tahun 1665. Penyebarannya kian luas hingga ke seluruh wilayah Indonsesia.

Buah yang menjadi salah satu sumber vitamin C ini telah menjadi primadona, baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan, tanaman mangga kini dijadikan sebagai tanaman pekarangan di rumah-rumah penduduk.

Fisiologi Tanaman

Baca Juga:

Akar pohon mangga termasuk tumbuhan tinggi dengan struktur batang arboreus, yaitu tumbuhan berkayu dengan tinggi dapat mencapai ;ebih dari 5 meter, memiliki akar tunggang yang bercabang-cabang, dan bisa mencapai 6 m. Pertumbuhan akar tunggang mangga akan berhenti ketika akar mencapai permukaan air tanah.Buah Mangga teknik serta cara Membudidayakan

1. Batang

Batang mangga mengandung zat-zat kayu. Sehingga, tanaman mangga tumbuh tegak, keras, dan kuat. Daun pada pohon mangga yang lebat membentuk tajuk berbentuk kubah, oval, atau memanjang. Kulitnya tebal dan kasar dengan banyak celah-celah kecil dan sisik-sisik bekas tangkai daun. Warna kulit yang sudah tua biasanya cokelat keabuan, kelabu tua, sampai hampir hitam.

2. Daun

Daun mangga mengandung senyawa organik tarakserol-3 beta dan ekstrak etil asetat yang bersinergis dengan insulin mengaktivasi GLUT4 dan menstimulasi sintesis glikogen. Daun tersebut terdiri atas tangkai daun dan badan daun. Badan daun bertulang dan berurat-urat, antara tulang dan urat tertutup daging daun. Mangga tidak berdaun penumpu, melainkan berganti.

Panjang tangkai daun mulai dari 1,25 cm sampai 12,5 cm, dengan panjang helai daunnya antara 8 cm sampai 40 cm dan lebar 2-12,5 cm, tergantung varietas dan kesuburan tanaman. Bagian pangkal daun membesar dan bagian atas ada alurnya. Daun yang masih muda warnanya kemerahan dan berubah menjadi hijau mengilat. Umur daun bisa mencapai 1 tahun atau lebih.

Artikel terkait

Macam-macam bentuk daun manggadi antaranya sebagai berikut:

  • Lonjong dan ujungnya seperti mata tombok.
  • Berbentuk segi empat, tetapi ujungnya runcing.
  • Berbentuk bulat telur, ujungnya runcing seperti mata tombak.
  • Berbentuk segi empat, ujungnya membulat.

3. Bunga

Bunga mangga adalah bunga majemuk. Normalnya, bunga majemuk tumbuh dari tunas ujung. Rangkaian bunga mangga biasanya berbulu dan dari sumbu utama yang mempunyai banyak cabang utama. Jumlah bunga pada setiap bunga majemuk bisa mencapai 1000-6000, dengan variasi bunga jantan dan bunga hermaprodit (bunga jantan dan betina).

Sementara besarnya bunga lebih kurang 6-8 mm. Bunga jantan ternyata lebih banyak dari bunga hermaprodit. Namun, bunga hermaprodit inilah yang menentukan terbentuknya buah dan yang mempunyai bakal buah normal, kira-kira 5-10%. Presentase bunga hermaprodit tergantung varietasnya, yaitu dari 1,25%-77,9%.

Kelopak bunga dan mahkota mangga biasanya ada 5. Tetapi, kadang-kadang ada yang 4 sampai 8, dengan warna kuning pucat. Sementara pada bagian tengah terdapat 3-5 garis timbul berwarna sedikit tua. Warna tepi daun mahkota putih.

Ketika akan layu, warna mahkota bunga akan berubah menjadi kemerahan. Mangga memiliki jumlah benang sari 5 buah. Namun, yang subur hanya satu atau dua buah saja dan yang lainnya steril. Benang sari yang subur biasanya sekitar 2 mm, sedangkan benang sari yang steril lebih pendek.

Warna kepala putiknya kemerah-merahan dan akan menjadi ungu pada waktu kepala sari membuka, untuk memberi kesempatan tepung sari dewasa menyerbuki kepala putik. Bentuk tepung sari biasanya bulat panjang, sekitar 20-35 mikron.

Bakal buah mangga tidak bertangkai dan terdapat dalam suatu ruangan yang terletak pada suatu piringan. Tangkai putik, mulai dari tepi bakal buah dan ujungnya terdapat kepala putik yang bentuknya sederhana. Suatu bunga ada yang memiliki tiga bakal buah.

4. Buah

Buah mangga termasuk kelompok buah batu yang berdaging dengan panjang 2,5-30 cm. Bentuk buah bulat, bulat telur, atau memanjang. Namun, ada juga yang pipih. Warnanya beragam, ada yang hijau, kuning, merah , atau campuran.

Pada ujung buah terdapat bagian yang runcing yang disebut paruh. Diatas paruh ada bagian yang membengkok, disebut sinus, yang dilanjutkan ke bagian perut. Bagian belakang mangga disebut punggung. Kulitnya tebal dan ada kelenjar, dagingnya tebal, berwarna kuning. Buah mangga ada yang berair dan ada juga yang tidak berair. Ada yang manis dan ada yang kurang manis, tergantung jenis mangganya.

loading...
Buah Mangga teknik serta cara Membudidayakan | Penulis | 4.5