Cara Dan Teknik Setek Akar Untuk Tanaman Buah

Penyetekan ini menggunakan bagian akar sebagai sarana perbanyakan tanaman. Pada setek batang tunas keluar dari mata tunas. Pada setek akar tunas keluar dari bagian akar yang mula-mula berbentuk seperti bintil. Akar juga bisa terbentuk dari bekas potongannya yang semula berbentuk kalus. Dari kalus ini berubah menjadi tunas atau akar. Ada beberapa jenis tanaman buah yang dapat diperbanyak dengan cara setek akar, antara lain jambu biji, sukun, jeruk dan kesemek.images (9)

Bahan setek akar harus diambil dengan cara menggali lubang di sekeliling pokok pohon induk. Bagian yang dipotong adalah akar lateral, yakni akar yang tumbuh kearah samping sejajar dengan permukaan tanah. Pilihlah akar yang berdiameter sekitar 1 cm. Setelah akar diambil lubang ditutup kembali.

Akar dipotong-potong dengan panjang antara 5-10 cm. Pada waktu memotong akar bagian akar yang dekat dengan pohon atau pangkal akar dipotong secara serong. Bagian dekat ujung akar dipotong secara datar atau lurus. Hal ini digunakan agar pada waktu menyemai posisinya tidak terbalik.

Baca Juga:

Media penyemaian setek akar bisa dari pasir. Penyemaian bisa dilakukan di dalam kotak kayu atau di bedengan persemaian. Setek disemaikan dengan cara tegak atau berdiri, bisa juga dengan dibaringkan. Untuk penyemaian posisi tegak jarak yang digunakan adalah¬† 5×5 cm. Bagian pangkal yang dibenamkan ke dalam media kira-kira 3 cm atau setengah dari panjang setek. Apabila penyemaian dilakukan dengan cara dibaringkan, maka setek disusun dalam barisan. Jaraknya 5 cm antara barisan, kemudian setek di tutup pasir, sehingga setek berada pada kedalaman 1,5 – 2 cm di bawah permukaan media.

Artikel terkait

Setelah 3-4 minggu setek akan bertunas dan berakar. Setek bisa dipindahkan ke polybag setelah lebih kurang 2 bulan. Selanjutnya setek disimpan di bawah naungan sampai berumur sekitar 6 bulan.

Beberapa jenis tanaman buah-buahan tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak dengan cara tertentu pula. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena banyak mengandung getah. Rambutan selalu gagal kalau disambung (enten) karena berpengaruh asam fenolat yang teroksidasi dapat menimbulkan pencoklatan (browning).

Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus. Sedangkan contoh lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentk inisiasi (bakal) akar.

Dalam perbanyakan vegetatif tanaman buah-buahan, ada cara perbanyakan tertentu yang lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu pula, sehingga cara perbanyakan menjadi cepat dan efisien. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten, sedangkan durian menguntungkan bila diperbanyak dengan cara okulasi.

Perbanyakan tanaman buah-buahan dengan cara penyusunan walau keberhasilannya tinggi, tetapi kurang praktis dalam pengerjannya, sehingga bibit yang dihasilkan per satuan waktu menjadi sedikit. Sebagai contoh seorang pekerja yang sudah yang sudah terampil mengokulasi 350-400 tanaman, sedangkan untuk penyusunan hanya bisa mengerjakan 75-100 susunan sehari. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara penyusunan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman buah-buahan. Contoh pada perbanyakan tanaman jenis nangka kandel yang keberhasilannya kurang dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi.

Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing tanaman buah-buahan, maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit buah-buahan secara masal, walaupun dengan menggunakan cara konversional.

loading...
Cara Dan Teknik Setek Akar Untuk Tanaman Buah | Penulis | 4.5