Cara Membuat Bakalan Pohon Bonsai

Istilah Cara membuat bakalan pohon bonsai yang dipakai sebagai judul Artikel ini dimaksudkan untuk setiap langkah mendapatkan bakalan bonsai selain dari berburu atau dengan jalan membeli. Pengertian membuat bakalan bonsai mencakup aspek perbanyakan tanaman yang biasa digunakan dalam dunia pertanian.

Bakalan bonsai hasil perbanyakan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dibentuk menjadi bonsai. Untuk mendapatkan batang tanaman yang besar atau berbonggol-bonggol seperti tunggul yang digali dari alam waktunya bisa mencapai puluhan hingga ratusan tahun.

Ketelatenan dalam pemeliharaan bakalan bonsai ini juga mesti ekstra lebih. Penyiapannya menjadi tanaman kerdil yang benar-benar bisa disebut bonsai merupakan hasil kerja keras, kecintaan, perawatan, dan perhatian.

Baca Juga:

Dengan membuat bakalan bonsai sendiri sedikit banyak ikut membantu kelestarian alam. Cara ini tidak merusak lingkungan, malahan ikut membantu menghijaukannya.

Bagi ibu-ibu rumah tangga yang menggemari bonsai, membantu bakalan bonsai merupakan suatu hal yang menyenangkan. Untuk berburu ke alam, bagi mereka terlalu merepotkan. Selain menghabiskan banyak tenaga, berburu tanaman juga terasa kurang cocok bagi mereka.unduhan

Pekerjaan budidaya bakalan bonsai dapat dilakukan di sela-sela kesibukan sehari-hari. Halaman rumah atau tempat yang sempit pun tidak menjadi masalah untuk melakukannya.

Beberapa cara budidaya yang biasa dilakukan untuk membuat bakalan bonsai adalah penanaman biji, setek, cangkok, okulasi, enten/grafting, dan penyusuan.

Langkah-langkah yang dikerjakan untuk mendapatkan bakalan bonsai dengan cara-cara diatas diuraikan satu per satu di bawah ini.

Penanaman Biji

Sebagai bakalan bonsai, tanaman yang diperoleh dengan cara menanam biji banyak memiliki kelemahan. Untuk mengubahnya menjadi bonsai memakan waktu yang sangat lama sehingga harus benar-benar sabar untuk menunggunya jadi besar. Tanaman biji juga akan tumbuh normal seperti tanaman di alam bebas.

Tanaman dari biji yang tumbuh normal dapat digunakan tumbuh bakalan bonsai dengan cara vegetatif: setek, enten, cangkok, maupun okulasi. Meskipun demikian, tanaman asal biji bisa juga dikerdilkan. Caranya dengan menanam dalam pot atau wadah yang kecil.

Langkah-langkah penyemaian dengan biji adalah sebagai berikut.

Artikel terkait
  1. Pilih biji yang baik untuk dijadikan benih. Cirinya berbentuk normal (tidak cacat, baik bawaan atau karena pengaruh luar).
  2. Siapkan media semaian. Gunakan campuran tanah, kompos, dan pasir dengan perbandingan yang sama. Hendaknya campuran diayak dahulu agar tidak berbongkah-bongkah. Campuran media yang baik akan porous, halus, dan gembur. Masukkan media dalam wadah persegi panjang dari plastik yang tidak terlalu dalam. Atur biji di atas media dan tutupi tipis-tipis dengan media lagi.
  3. Jaga kelembapan media dengan penyiraman teratur. Gunakan gembor halus atau sprater tangan agar air siraman tidak mengganggu biji yang disemai. Setelah beberapa hari biji akan bertunas.
  4. Biji yang sudah bertunas dapat dipindahkan ke pembibitan. Polybag atau wadah apa sja dapat digunakan untuk keperluan ini. Setelah bibit cukup besar bisa dipindahkan ke lapangan. Bila ukuran tanaman sudah memungkinkan dapat diambil sebagai bahan setek vegetatif.
  5. Bibit yang akan langsung dikerdilkan dapat ditaruh dalam wadah atau pot yang berukuran mini. Lakukan perawatan pada tanaman ini seperti pada bonai biasa agar tumbuhnya sesuai dengan wadahnya. Bila sudah jadi, biasanya akan didapat bonsai berukuran mini atau mame bonsai.

Setek

Pengertian setek adalah perlakukan pemisahan atau pemotongan beberapa bagian tanaman seperti akar, batang, daun, dan umbi untuk ditanam sehigga bagian-bagian tersebut menjadi tanaman baru.

Bakalan bosai dari setek biasanya dibuat dari setek akar dan setek batang. Setek daun dan setek umbi biasanya dilakukan pada tanaman yang tidak berkayu keras dan bukan pohon. Jadi, tidak diterapkan untuk bakalan bonsai.

Kelebihan setek untuk bakalan bonsai adalah kemampuannya untuk menghasilkan tanaman dalam jumlah banyak. Dengan bahan dari satu tanaman, bisa didapat puluhan hingga ratusan tanaman baru. Hebatnya lagi, dibanding dengan penyemaian biji, tanaman baru ini dalam waktu relatif singkat sudah lengkap mempunyai akar, batang, dan daun.

Alasan lain yang menjadikan setek sebagai alternatif yang banyak dipakai untuk menghasilkan bakalan bonsai adalah pelaksanaannya yang mudah. Teknik penyetekan mudah dipelajari sehingga mudah dilakukan.

Adapun kelemahan cara ini adalah tidak setiap tanaman mudah disetek. Ada tanaman yang begitu mudah disetek seperti cemara, tetapi sebaliknya ada tanaman yang relatif sulit disetek. Contoh yang sulit disetek ini antara lain asam dan jeruk.

Berdasarkan tingkat kekerasan bahan yang digunakan, dikenal tiga macam setek : setek lunak, setek setengah lunak, dan setek keras. Setek lunak dan setengah lunak menggunakan bahan yang belum berkayu atau belum mengeras. Setek lunak memakai bagian pucuk atau cabang tanaman yang umurnya tergolong muda serta menunjukkan proses pertumbuhan yang giat.

Setek setengah lunak juga menggunakan bahan yang sama, tetapi usianya lebih tua dalam arti tidak tumbuh pesat lagi dan ranting serta daunnya juga agak tua. Bahan setek ini sudah agak keras, tetapi belum terlalu keras.

Sedangkan setek keras menggunakan bahan yang sedah berkayu, biasanya berumur setahun atau lebih dengan kulit yang cukup tebal. Setek keras biasanay juga memiliki mata tunas pada kulitnya.

loading...
Cara Membuat Bakalan Pohon Bonsai | Penulis | 4.5