Cara Merawat Tanaman Hias Yang Benar

Cara merawat tanaman hias yang benar-Seberapapun pengalaman Anda bisa ditakar pada cara merawat tanaman hias. Banyak orang yang tidak memahami arti perlakuan yang baik dalam pemeliharaan tanaman hias. Mereka hanya melihat tanaman hias dari bagian yang tampak di mata saja.

Namun, pada kenyataannya kondisi tanaman hias dari bagian yang tampak di mata saja. Namun, pada kenyataannya kondisi tanaman hias sebenarnya sudah merana. Hanya tinggal menunggu waktu ajal yang menjemputnya.Cara Merawat Tanaman Hias Yang Benar

Berikut ini sikap yang seringkali dilupakan orang pada tanaman hias.

Baca Juga:
  1. Menempatkan tanaman hias di tempat sembarangan. Lebih parah lagi membiarkannya seperti seonggok sampah. Padahal, tanaman hias membutuhkan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya, seperti suhu, cahaya, dan kelembapan.
  2. Membiarkan tanaman hias hidup apa adanya tanpa ada perlakuan apapun. Padahal, untuk tumbuh dan berkembang tanaman hias membutuhkan ”minuman”. Tahujan Anda berapa kali menyiramnya setiap hari?
  3. Tidak pernah menambah pupuk ke media tanam memaksa tanaman hidup tak mau mati pun enggan. Dalam kondisi kritis, hanya menunggu saat kematian tiba.
  4. Membiarkan tanaman berada di dalam ruangan dalam waktu lama. Meski termasuk indoor plant, selama-lamanya di ”penjara” akan terasa pengap juga. Tanaman juga butuh udara segar.
  5. Tidak menyemprot insektisida secara berkala mengundang serangga datang untuk menggerogoti tubuh tanaman. Kalau terus dibiarkan, tanaman tumbuh merana dan pada akhirnya mati.
  6. Tidak memberikan ”rumah” yang baik tumbuh dan berkembang. Kadang Anda lupa tidak mengganti media tanam sehingga berubah menjadi asam. Akibatnya tanaman menjadi keracunan.
  7. Tidak memahami bahwa tanaman hias sangat penting dalam menyediakan pasokan oksegen dalam menyediakan pasokan oksigen yang cukup di udara. Tanaman hias juga mengurangi efek-efek buruk pada kesehatan manusia.

Sadarlah ancaman kematian akan membayangi tanaman hias Anda di rumah. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari cara pemeliharaan yang salah atau serangan penyakit.

Artikel terkait

Maka ingatlah 3P di rumah, yaitu penyiraman, pemupukan, dan penyemprotan insektisida. Memang pencegahan lebih baik, tetapi jangan lupa bahwa penyakit bisa datang tiba-tiba.

Kasus seperti itu tentu saja menyakitkan. Kehilangan tanaman hias tidak hanya berdampak pada materil, juga psikologis. Trauma atas kejadian itu tidak dapat hilang sekejap, tetapi senantiasa membayangi sampai akhir hayat.

Akibat dari peristiwa itu, kini hampir setiap nurseri menambahkan sistem pengamanan ekstra. Layaknya balai lelang Christie di Inggris, demi menjag ”berlian”, mereka rela merogoh kocek untuk membangun sistem pengamanan tersebut.

Anda pernah berkunjung nurseri milik Greg Hambali di Bogor? Disana, Anda akan melihat kerangkeng besi berlapis-lapis yang masing-masing dilengkapi pintu dan gembok khusus. Maksudnya, bila ada pencuri masuk, maka tidak bisa masuk ke pintu berikutnya.

Kerangkeng itu pun dilengkapiu kamera CCTV lengkap dengan sensor getaran. Belum lagi karyawan yang bertugas ronda secara bergiliran. Kalau dinilai dengan uang mungkin ratusan juta untuk membuatnya.

Untuk pengamanan nurseri dipasang beberapa kamera CCTV di beberapa sudut nurseri. Aktivitas yang ada di nurseri dapat dipantai di layar televisi yang ada di kantor. Bahkan pemilik Godongijo Nursery mengerahkan anjing sebagai satpam.

Berlebihan? Asal tahu saja, koleksi aglaonema di nursery milik Greg merupakan koleksi terbaik di dunia. Setali tiga uang dengan Didik setiawan yang menyimpan berbagai jenis anthurium. Baaginya, anthurium merupakan mesin pencetak uang yang harus dijaga keselamatannya.

loading...
Cara Merawat Tanaman Hias Yang Benar | Penulis | 4.5