Cara Okulasi Dan Cangkok Tanaman Hias

Cara okulasi dan cangkok tanaman hias.Okulasi dan cangkok pada tanaman hias adalah teknik perbanyakan dengan cara menyambung mata tunas dari satu tanaman dengan tanaman utuh yang lain. Teknik ini sangat mudah dilakukan, bahkan oleh pemula sekalipun.

Umumnya okulasi diperbanyak dengan bagian tanaman yang disebut mata tunas. Mata tunas tersebut di ambil dari bagian tengah atau bawah tanaman induk. Setelah dipotong, mata tunas harus sesegera mungkin ditempelkan pada bagian batang bawah.

Jika tidak langsung ditempelkan, sebaiknya mata tunas tersebut disimpan di tempat yang sejuk dan lembap.

Baca Juga:

Setelah mata tunas menyatu dengan baik pada batang bawah, bagian atas batang bawah di potong sehingga mata tunas dapat berkembang dengan baik. Pemotongan bagian atas batang bawah juga akan menginduksi tunas-tunas batang bawah lain untuk tumbuh.

Saat mulai tumbuh, mata tunas tersebut segera dipotong agar tidak menghambat pertumbuhan mata tunas hasil tempelan.okulasi tanaman hias

Sama seperti teknik sambunga, teknik ini biasanya berhasil dilakukan pada spesies yang sama. Penggunaan mata tunas dorman dari tanaman dewasa dan bagian bawah tanaman yang sedang aktif tumbuh turut mendukung keberhasilan teknik ini.

Bumbunan (layering)

Batang tanaman yang masih terhubungkan dengan tanaman induknya dapat membentuk akar apabila batang tersebut bersentuhan dengan media penangkaran. Setelah membentuk perakaran, barulah batang tersebut dipisahkan dengan tanaman induk.

Cara perbanyakan ini disebut dengan bumbunan. Dalam praktiknya, cara perbanyakan ini relatif lebih aman karena selama tanaman membentuk perakaran, pasokan unsur hara untuk batang tidak terhenti. Cara perbanyakan bumbunan ada dua macam, yaitu cangkok dan merundu.

Rusaknya jaringan tanaman dan busuk batang pada cangkok

Penyebab

  • Kurang hati-hati saat menguliti batang tanaman dapat mengakibatkan rusaknya jaringan tapis.
  • Busuknya batang akibat media cangkok yang terlalu basah.

Solusi

  • Berhati-hatilan saat menguliti batang tanaman, jangan sampai ada jaringan tanaman yang rusak.
  • Siram media cangkok dengan air terlebih dahulu sebelum ditempelkan pada batang dan biarkan selama 30 menit agar kelebihan air pada media dapat mengalir.
  • Gunakan media tanam yang cukup porous.

Cangkok (aerial layering)

Artikel terkait

Cangkok biasa dilakukan dalam perbanyakan tanaman hias. Ukuran cabang yang dapat dicangkok bervariasi, mulai dari diameter 2 mm sampai 4 cm. Cabang dengan diameter kurang dari 2 mm tidak bagus digunakan untuk cangkok karena masih muuda memiliki sedikit cadangan makanan sehingga potensi keberhasilan cangkok rendah.cara okulasi dan cangkok tanaman hias

Begitu pula apabila menggunakan cabang cabang tanaman lebih besar dari 4 cm. Cabang yang terlalu besar menandakan sel tanaman sudah terlalu tua untuk bergenerasi sehingga potensi keberhasilannya juga rendah.

Cangkok memudahkan untuk mendapatkan tanaman yang berukuran besar dalam waktu yang singkat. Namun, untuk budi daya massal, cara ini kurang efisien karena hanya dapat menghasilkan tanaman dalam jumlah yang sedikit dari satu tanaman induk. Beberapa tanaman hias yang diperbanyak dengan cara ini adalah puring (Codiaeum variegatum) dan hanjuang (cordyline sp)

Media perakaran untuk mencangkok harus terbebas dari bahan organik atau mikroorganisme. Bahan organik atau mikroorganik dapat mengganggu proses mencangkok. Media untuk mencangkok biasa menggunakan sabut kelapa, peat moss, coco peat, atau tanah.

Namun, media yang paling mudah dan praktis adalah tanah yang diambil pada kedalaman 30 cm dari permukaan. Tanah ini hanya sedikit mengandung bahan organik dan mikroorganisme sehingga lebih steril.

Merunduk

Berbeda dengan cangkok, teknik merunduk biasanya diaplikasikan pada tanaman yang memiliki batang yang lentur, seperti tanaman sirih-sirihan. Dengan cara ini, kambium pada batang tanaman tidak perlu dihilangkan. Untuk mempermudah peroses merunduk, dapat menggunakan alat bantu, seperti penjepit, untuk mempertahankan batang tetap tertimbun tanah.

Batang tanaman yang digunakan untuk teknik ini harus berupa batang yang dewasa. Apabila terlalu muda, batang akan terus tumbuh tidak menghasilkan akar. Sebaliknya, jika batang terlalu tua, kemungkinan batang tidak akan menghasilkan akar atau hanya menghasilkan sedikit akar saja.

Busuk batang yang ditimbun tanah pada merunduk

penyebab

  1. Air yang diberikan pada tanaman berlebihan.
  2. Media tanam yang padat dan tidak steril.

Solusi

  1. Berikan air secukupnya pada tanaman.
  2. Gunakan media tanam yang porous dan steril.
loading...
Cara Okulasi Dan Cangkok Tanaman Hias | Penulis | 4.5