Cara Okulasi Tanaman Buah Dan Tanaman Hias

Penempelan atau okulasi (budding) adalah penggabungan dua bagian tanaman Buah maupun tanaman hias yang berlainan sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya.

Faktor yang menunjang keberhasilan okulasi

  • Waktu pelaksanaan okulasi

-aktu terbaik pelaksanaan okulasi yaitu pada pagi hari, antara jam 07.00-11.00  pagi. Hal ini karena pada waktu tersebut tanaman sedang aktif berfotosintesis sehingga kambium tanaman masih dalam kondisi aktif dan optimum. Apabila okulasi dilakukan diatas jam 12.00 siang maka daun-daun mulai layu. Tetapi ini bisa diatasi dengan melakukan penempelan di tempat teduh, yang terhindar dari sinar matahari secara langsung.images (1)

Baca Juga:
  • Kebersihan alat okulasi

Silet yang akan digunakan kita belah dua saat masih dalam bungkusan kertas, sehingga silet kita tetap dalam kondisi bersih. Satu belahan kita gunakan sedangkan belahan lainnya kita simpan untuk pengganti belahan silet pertama apabila dirasa sudah tidak tajam lagi. Setelah silet digunakan, silet dibersihkan dan dibungkus lagi dengan kertas pembungkusnya agar tidak berkarat.

Cara Okulasi

1. Perlakuan pendahuluan

  • Batang bawah beserta polybagnya dipegang dan diangkat sedikit keatas lalu ditekan miring ke bawah sehingga posisi tanaman dan polybagnya menjadi miring ke arah luar, agar memudahkan mencari posisi batang yang akan di tempel dan pengerjaan penempelan, gerakan ini juga mampu menjatuhkan embun/air yang melekat di daun, agar lebih banyak embun/air yang jatuh, perlu dilakukan   gerakan batang bawah sekali lagi menggunakan tangan.
  • Batang bawah dibersihkan dari kotoran/debu terutama pada bagian yang akan dibuat sobekan untuk okulasi dengan cara mengusapnya dengan ibu jari dan telunjuk tangan.

2. Pembuatan sayatan untuk tempat menempel entres

Artikel terkait
  • Lihat dan perhatikan bagian bawah yang akan dijadikan tempat okulasi.
  • Cara menentukan tempat okulasi, yaitu dengan membuat tempat sayatan/kupasan/sobekan setinggi 3 kali tinggi/panjang silet dari batas akar dan batang. Hal ini bertujuan agar apabila okulasi pertama gagal, setelah 3 minggu Anda bisa mengokulasi lagi tepat berjarak sepanjang silet dibawah luka okulasi pertama pada sisi berlawanan. Apabila okulasi ke-2 masih gagal dalam 3 minggu berikutnya Anda dapat mengulang untuk yang terakhir kali atau yang ke-3 berjarak sepanjang silet pada sisi yang berlawanan dengan okulasi ke-2 atau sama sisi dengan okulasi ke-1. Kalau itupun masih gagal Anda bisa menggunakan alternatif dengan teknik sambung pucuk atau kita menunggu tanaman tumbuh lebih tinggi. Tetapi jangan melakukan okulasi 2 atau 3 sekaligus pada tanaman. Hal ini akan membuat stress tanaman.
  • Panjang silet sekitar 4 cm, sehingga jarak tempat okulasi pertama adalah setinggi sekitar 12 cm di atas batas akar dan batang.
  • Buang daun dibawah posisi tempat sayatan, untuk memudahkan penempelan atau tidak menghalangi pandangan.
  • Penyayatan kulit batang bawah mendatar selebar 3-4 mm dengan 2 atau 3 kupasan, tergantung pada besar kecilnya diameter batang bawah dan diseimbangkan dengan besar kecilnya entres, lalu ditarik ke bawah sepanjang lebih kurang 1,5-3 cm, sehingga menjulur seperti lidah. Sayatan ini kemudian dipotong 3/4 panjangnya atau menyisakan sedikit sayatan (<1/3 bagian) cukup untuk tempat menahan sayatan atau pola mata entres.

Baca juga: Okukasi Tanaman Buah Anggur

Sambung Batang Tanaman Buah Mangga

Kriteria mata entres yang baik dari segi ukuran:

  • Mata entres yang sudah plast/mekar (tidak bagus)
  • Mata entres yang besar tapi belum plast/sedang/bentuknya sudah menonjol (terbaik untuk ditempel)
  • Mata tunas kecil/dormant/istirahat (dapat digunakan tapi agak lama melekatnya dan pertumbuhannya juga relatif lama)
loading...
Cara Okulasi Tanaman Buah Dan Tanaman Hias | Penulis | 4.5