Cara Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Tanaman Buah

Zat Pengatur Tumbuh pada tanaman (plant regulator), adalah senyawa organik yang bukan hara (nutrient), yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung (promote), menghambat (inhibit), dan merubah proses fisiologi tumbuhan.

Hormon tumbuhan (plat hormone) adalah zat organik yang dihasilkan oleh tanaman, yang dalam konsentrasi rendah dapat mengatur proses fisiologi tanaman. Hormon ditransportasikan dari bagian yang menghasilkan ke bagian tanaman yang lain.

Hormon tanaman dikelompokkan ke dalam lima kelompok, yaitu: auksin, giberelin, sitokinin, etilen, dan inhibitor. Masing-masing kelompok memiliki ciri yang khas dan pengaruh yang berlainan terhadap proses fisiologi tanaman. Hormon tanaman tidak bekerja sendiri di dalam tanaman. Pada kenyataannya hormon tidak berperan sendiri pertumbuhan tanaman. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli membuktikan bahwa ada interaksi antar hormon yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan tanaman.images (12)

Baca Juga:
Artikel terkait

Auxin adalah zat aktif dalam system perakaran. senyawa ini membantu proses pembiakan vegetatif. Pada satu sel auxins dapat mempengaruhi pemanjangan cell, pembelahan sel dan pembentukan akar. Beberapa type auxins aktif dalam konsentrasi yang sangat rendah antara 0.01 to 10 mg/L.

Cytokinins

Cytokinins merangsang pembelahan sel, pertumbuhan tunas, dan mengaktifkan gen serta aktifitas metabolisme secara umum. Pada saat yang sama cytokinins menghambat pembentukan akar. Oleh karenanya cytokinin sangat berguna pada proses kultur jaringan dimana dibutuhkan pertumbuhan yang cepat tanpa pembentukan perakaran. Secara umum konsentrasi sytokinin yang digunakan antara 0.1 to 10 mg/L.

Gibberellins

Gibberellin adalah turunan dari asam gibberelat. Merupakan hormon tumbuhan alami yang merangsang pembungaan, pemanjangan batang dan membuka benih yang masih dorman. Ada sekitar 100 jenis gibberellin, namun Gibberellic acid (GA3)-lah yang paling umum digunakan.

Abscisic acid

Asam Abscisat (ABA) adalah penghambat pertumbuhan merupakan lawan dari gibberellins:hormon ini memaksa dormansi, mencegah biji dari perkecambahan dan menyebabkan rontoknya daun, bunga dan buah. Secara alami tingginya konsentrasi asam abscisat ini dipicu oleh adanya stress oleh lingkungan misalnya kekeringan.

loading...
Cara Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Tanaman Buah | Penulis | 4.5