Cara Pembibitan Bunga Keladi hias

Cara pembibitan Bunga keladi Hias.Variasi warna dan bentuk daun bunga keladi hias yang sangat menarik menjadikan keladi hias sebagai tanaman hias daun yang sangat prospektif. Ada satu kelemahan keladi hias yang menjadikannya kurang diminati, yaitu secara alami akan mengalami dormasi pada musim kering. Akibatnya, bagian atas tanaman akan layu, seperti mati.

Padahal, sebenarnya tanaman tersebut masih menyimpan umbi dorman di bawhnya. Namun, dengan penyiraman yang kontinu serta media yang cukup menyimpan air, tanaman ini akan mampu bertahan dan tetap tampil cantik walau di musim kemarau.

Perbanyakan keladi hias sangatlah mudah, di antaranya dengan mencacah umbi dan kultur jaringan. Caladium sp. memiliki umbi dengan mata tunas yang banyak. Apabila berukuran cukup besar (diameter 3-4 cm), umbi tersebut dapat di cacah dengan masing-masing cacahan memiliki 1-2 mata tunas. Beberapa waktu kemudian (sekitar 4 minggu) tunas-tunas akan bermunculan sebagai calon tanaman yang cantik.cara pembibitan bunga keladi hias

Baca Juga:

Perbanyakan dengan mencacah umbi.

  1. Ambil umbi yang berukuran cukup besar (diameter 3-4 cm).
  2. Cacah umbi hingga ukuran kurang lebih 0,5 cm. Masing-masing potongan tersebut masih memiliki lapisan luar umbi.
  3. Celupkan cacahan umbi ke dalam air.
  4. Selanjutnya, celupkan cacahan umbi ke dalam larutan fungisida 0,1%.
  5. Tanaman setiap 10 potongan umbi ke dalam pot yang berisi media arang sekam, lalu sungkup tanaman dengan plastik bening untuk mengurangi penguapan.
  6. Setelah 4 minggi, buka sungkupan dan akan terlihat tumbuh tanaman baru dari umbi.

Tips perbanyakan dengan cacahan umbi

  • Lakukan penyiraman umbi cukup 3 hari sekali agar umbi terhindar dari kebusukan.
  • Jaga media tanam dan lingkungan agar tetap steril untuk mencegah kebusukan potongan umbi.

Perbanyakan dengan kultur jaringan

  1. Pembuatan media MS0. Media MS0 dapat dibuat atau beli jadi
  2. Pengambilan eksplan (bagian tanaman)

Ambil umbi keladi, lalu buang akar-akarnya dan usahakan mata tunas tidak terluka.

Ambil juga daun, lalu buang tangkai daun an hilangkan pinggir daunnya. Potong-potong daun, dengan masing-masing potong memiliki bagian dari tulang tengah daun.

3. Masukkan umbi dan daun (eksplan) ke dalam botol,

4. Rendam eksplan dalam larutan detergen sambil dikocok-kocok selama 10 menit.

5. Pastikan eksplan bersih dari kotoran. Jika ada bagian yang kotor, bersihkan lagi dengan pisau dan bilas hingga bersih.

6. Sterilisasi tangan cara disemprotkan alkohol.

Artikel terkait

7. Sterilisasi alat yang digunakan dengan cara dicelupkan ke dalam alkohol 95%, lalu dibakar.

8. Siapkan larutan sterilisasi.

9. Lakukan sterilisasi eksplan (salah satu alternatif)

  • Masukkan eksplan ke dalam cawan petri steril atau botol steril, tergantung dari ukuran eksplan yang digunakan.
  • Rendam eksplan dalam larutan HgCI2 0,01% selama 7 menit.
  • Rendam eksplan dalam larutan Bayclin 20% selama 7 menit.
  • Rendam eksplan dalam larutan Bayclin 10% selama 7 menit.
  • Rendam eksplan dalam larutan Bayclin 5% selama 7 menit.

10. Masukkan eksplan ke dalam botol yang berisi air aquades, lalu tutup botol dan kocok selama 1 menit. Lakukan perlakuan tersebut hingga 3 kali.

11. Penanaman eksplan

Siapkan cawan petri yang telah diisi dengan sedikit air aquades dan betadine sebanyak 3-4 tetes, lalu keluarkan eksplan dari botol ke cawan petri.

Buang pinggiran daun dengan pisau. Belah umbi menjadi 4 potongan/lebih.

Buka tutup botol (alumunium foil/plastik) yang berisi media dengan hati-hati supaya bagian dalam tutup tidak tersentuh. Letakkan tutup tersebut dalam keadaan bagian dalamnya menghadap ke atas. Selanjutnya, bakar mulut botol diatas api sambil diputar.

Masukkan eksplan ke dalam botol yang berisi media. Untuk eksplan daun, 1 botol berisi 4 potong daun dan 2 potong untuk umbi.

Tutup botol dikencangkan dengan menggunakan karet gelang, lalu berikan label pada botol yang berisi jenis tanaman, bagianĀ  tanaman (daun, anther, pucuk, akar), nama media, dan tanggal penanaman.

Biarkan eksplan selama 3 minggu di dalam ruangan kultur.

12. Multiplikasi

  • Keluarkan eksplan dari botol, lalu letakkan di cawan petri dan buang daunnya.
  • Potong eksplan dengan masing-masing potongan terdiri dari 1 ruas daun.
  • Tanam dalam media MSO yang ditambah dengan sitokini (IBA atau BA0.
  • Cara selanjutnya sama dengan bagian penanaman.
  • Biarkan selama 4 minggu.

13. Pengakaran

  • Keluarkan eksplan dari botol, lalu pindahkan ke media MSO yang ditambahkan dengan auksin (dalam bentuk NAA).
  • Cara selanjutnya sama dengan bagian penanaman.

14. Pengakaran

  1. Siapkan eksplan yang sudah siap diaklimatisasi. Cirinya adalah sistem perakaran dan tajuknya baik.
  2. Buka botol, lalu cabut eksplan dengan hati-hati dari media tanam dan cuci di bawah air mengalir hingga seluruh media tercuci bersih. Media agar yang tersisa dapat mengundang cendawan yang akhirnya dapat membuat tanaman menjadi busuk.
  3. Tanaman dalam media kompos dan pakis (1:1). Media kompos dan pakis sebelumnya disterilkan terlebih dahulu dengan cara disangrai atau dimasukkan kedalam autoklaf selama 1 jam.
  4. Sungkup tanaman dengan plastik sekitar 3 minggu dan letakkan di tempat yang terkena sedikit cahaya matahari. Pindahkan tanaman secara bertahap ke tempat yang cukup mendapat cahaya matahari.
loading...
Cara Pembibitan Bunga Keladi hias | Penulis | 4.5