Cara Perawatan Dan Penanaman Cabe Dalam sebuah Pot

Salah satu produk pertanian yang harganya tergolong produktif adalah cabe. Cabe pada saat murah, harganya hanya 3000an perkilo. Akan tetapi pada saat harga cabe membumbung tinggi, harganya mencapai 100 ribuan perkilo.Mengapa demikian? Hal ini karena persediaan cabe dipasaran rendah.

Bagaimana solusinya? Yaitu setiap rumah tangga bertanam cabe dalam pot atau yang lebih akrab disebut tabulampot cabe. Jumlahnya terbatas, dan karena itu risikonya lebih kecil. Selain itu, banyak hal dapat dipetik dari tabulampot cabe. Dari segi estetika, misalnya, bisa menambah keindahan halaman rumah atau teras. Tidak percaya?

Coba buat beberapa tabulampot cabe dan atau tanaman hias yang daunnya besar dan hijau. Letakkan tabulampot cabe mengelilingi tanaman hias. Letakkan tabulampot cabe mengelilingi tanaman hias tersebut. Indah sekali!

Dari segi gizi, bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Pedasnya cabe dapat memperlancar sirkulasi darah ke jantung. Pasalnya, rasa pedas akan membuat suhu tubuh meningkat, sehingga metabolisme pun meningkat, sehingga aliran darah bertambah kencang. Sementara dari segi ekonomi, jelas dapat mendatangkan keuntungan. Entah dijual dalam bentuk cabe segar atau dijual dalam bentuk tabulampot cabe yang sedang berubah.images (2)

Di Indonesia ada 2 jenis cabe kecil dan cabe besar (Capsicum annum). Contoh cabe kecil adalah cabe rawit, yang mampu hidup selama 3 tahun dengan produksi nonstop. Sedangkan cabe besar, seperti cabe hero, cabe hotbeauty, cabe keriting, dan cabe hibrida lainnya, tergolong tanaman semusim, dan karena itu sekali berbuah sudah selesai. Nah, jika Anda ingin bertambulampot cabe, sebaiknya cobalah buat sendiri benihnya. Bagaimana caranya?

1. Memilih Benih

Dapatkan buah cabe yang benar-benar matang, segar, sehat, dan bentuknya sempurna. Irislah daging buah memanjang, lalu keluarkan biji-bijinya. Cuci bersih dan keringanginkan. Pilihlah biji yang bentuk, ukuran, dan warnanya seragam. Tidak keriput, kulit cerah. Nah, bii-biji inilah yang disiapkan untuk benih.

2. Menyiapkan Media Semai

Sekitar seminggu sebelum benih disemaikan, siapkan media semainya. Biasanya berupa wadah “ceper”, terbuat dari kayu, dan bagian dasarnya berlubang untuk pembuangan air. Berilah campuran tanah subur, pasir, dan pupuk kandang (1 : 1 : 1) serta tambahkan pupuk NPK yang dihaluskan.

3. Menyemai Benih

Sebelum benih disemaikan, rendam lebih dulu dalam air hangat selama 2-3 jam. Jika diperoleh benih yang mengapung atau melayang, buang saja. Gunakan benih yang tenggelam. Selanjutnya, tebarlah benih dengan jarak 3-4  cm, lalu kerudungi dengan plastik, dan letakkan di tempat teduh. Saban hari, buka kerudung untuk dilakukan penyiraman. Sekitar 3-4 hari kemudian, benih mulai berkecambah, dan kerudung sudah tidak dipakai lagi. Tapi, tetaplah rajin menyiram setiap pagi.

4) Memindahkan Polibag

Ketika bibit sudah memiliki 2-3 helai daun (atau berumur seminggu), sebaiknya pindahkan ke polybag ukuran 10-15 cm) yang telah berisi campuran tanah subur, pasir, dan pupuk kandang (1 : 1 : 1). Cara memindahkan bibit dari media semai ke polybag adalah dengan dicongkel ke atas bersama akarnya, lalu tanam ke dalam polybag.

5) Merawat dan Pindahkan ke Pot

Lakukan perawatan, seperti penyiraman, penyiangan, dan pemupukan. Pada umur semai 2-3 minggu dapat diberi tambahan gizi berupa pupuk daun. Setelah bibit berumur 4-5 minggu atau berdaun lebih dari 5 helai pindahkan ke pot.

loading...
Cara Perawatan Dan Penanaman Cabe Dalam sebuah Pot | Penulis | 4.5