Cara Perawatan Harian Untuk Tanaman Buah

Kunci kesuksesan membuahkan tabulampot terletak pada cara perawatannya. Jika tidak dirawat dengan benar, tabulampot akan merana dan kerdil. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara kontinyu 1-2 kali sehari atau tergantung keadaan cuaca. Hati-hati jika menggunakan air ledeng yang kandungan kaporitnya tinggi (tampak putih), sebelum digunakan, air ledeng sebaiknya diendapkan selama semalam. Esok harinya air baru disiramkan ketanaman.

Pemangkasan

Seperti halnya tanaman nuah lain, belimbing juga membutuhkan pemangkasan untuk membentuk percabangannya. Bentuk cabang yang ideal mengacu pada sistem 1-3-9. Artinya, yang dipelihara hanya 1 batang utama (75-100 cm), 3 cabang primer (30-50cm), dan 9 cabang sekunder (30-50cm). Cabang lain yang tidak dikehendaki dipangkas. Dari cabang sekunder ini akan tumbuh cabang-cabang tersier.images (14)

Baca Juga:

Pemupukan

Pemupukan juga penting dilakukan pada tanaman tabulampot belimbing. Pada umur sebulan, pupuk yang diberikan berupa campuran urea, TSP, dan KCI (2:1:1) dengan dosis 20 gram/pot. Caranya, benamkan pupuk dalam media tanam. Selanjutnya, setiap 2 bulan sekali siramkan larutan urea (10 gram per 10 liter air) sampai media tanam cukup basah, Lakukan pemupukan seperti ini hingga tanaman menjelang berbunga atau berumur 2 tahun. Menjelang masa pembungaan berikan pupuk NPK dengan dosis 25 gram/pot. Selanjutnya, pemupukan ulang bisa dilakukan pada saat tanaman sedang berbuah dan setelah panen. Pedomannya, tanaman dipupuk dengan NPK sekurang-kurangnya tiga kali dalam setahun.

Repotting

Lazimnya pergantian pot dan media tanam pada tabulampot belimbing manis dilakukan setiap 6-12 bulan sekali. Namun, ukuran waktu tersebut bukan harga mati, Repotting sangat tergantung pada kondisi tanaman. Berikut ini tanda-tanda tabulampot belimbing manis yang sudah waktunya di repotting.

Terdapat akar-akar yang menyebul di permukaan media tanam.

Pertumbuhan tanaman kerdil.

Tanaman tidak mau berbunga dan berbuah.

Tata cara repotting pada ”tabulampot belimbing manis” tidak jauh beda dengan tabulampot lainnya. Setelah tabulampot berhasil berbuah, terkadang kita kecewa karena rasa belimbing tersebut kurang manis. Pada dasarnya, rasa belimbing dalam pot yang kurang manis disebabkan oleh rendahnya kadar gula. Itu artinya, kandungan karbohidratnya juga rendah. Mengapa bisa jadi demikian?

Pertama, karena faktor genetik. Jika bibit belimbing berasal dari perbanyakan generatif, kemungkinan besar untuk terjadi perubahan sifat dari induknya sangat kecil. Dalam konteks ini termasuk perubahan cita rasa manis. Alasan ke dua, dari pendekatan tinjauan ekologis. Ada kemungkinan tabulampot belimbing itu diletakkan ditempat yang kurang mendapat sinar matahari. Bisa juga karena media tanam yang kurang subur. Lantas, apa yang bisa kita lakukan?

Sebagai langkah awal, kita bisa mencoba memberikan pupuk NPK 10-20-15 menjelang tanaman berbunga. Dosisnya 25-50 gram/pot. Disamping itu, berikan juga pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang. Selanjutnya, kita tunggu hasilnya.

Jika ternyata hasilnya belum memuaskan, kemungkinan faktor genetik yang menjadi penyebabnya. Untuk mengatasi hal itu, kita bisa mencoba melakukan penyambungan tanaman secara enten. Sebagai batang atasnya (entres) digunakan belimbing unggul yang rasanya manis. Berikut tahapan penyambungan pada tanaman belimbing.

  1. Potong batang belimbing pada ketinggian 50-100 cm dari permukaan media tanam. Biarkan 1-2 minggu hingga tumbuh tunas-tunas baru.
  2. Jika tunas-tunas baru itu sudah sebesar pensil, pilih tunas yang sehat sebagai calon batang bawah. Selanjutnya, buat irisan berbentuk ‘V’ dibatang bawah tersebut.
  3. Siapkan pucuk tanaman dari tanaman unggul sebagai batang atas. Pilih yang diameternya sama dengan batang bawah. Panjang entres kira-kira 10 cm. Buang sebagian daun yang menempel pada entres tersebut, sisakan dua helai daun. Buat irisan berbentuk huruf ‘V’ pada bagian pangkalnya.
  4. Sisipkan batang atas tersebut ke dalam celah sayatan batang bawah hingga pas. Usahakan bagian kambiumnya menjadi satu.
  5. Balut sambungan dengan tali rafia, dari bawah menuju ke atas. Selanjutnya, tutup batang atas hingga sambungan dengan kantong pelastik bening, lalu ikat bagian bawahnya.
  6. Setelah 1-2 minggu, buka kantong plastik dan amati hasil sambungan. Apabila mata atau cabang entres tampak segar dan berwarna hijau, berarti teknik penyambungan berhasil, selanjutnya, lakukan perawatan sebagaimana mestinya.
loading...
Cara Perawatan Harian Untuk Tanaman Buah | Penulis | 4.5