Harga Dan Prospek Bisnis Tanaman Hias

Harga dan Prospek bisnis Tanaman Hias-Harga sebuah tanaman hias menjadi gila-gilaan. Harga menjadi tidak  masuk akal dan dilua kewajaran. Harga tidak lagi ditentukan hukum pasar, yaitu penawaran dan permintaan. Semua itu karena peran para pelakunya. Ada petani, pedagang, broker, kolektor, pehobi, dan penyilangan.

Petani, sebuah profesi yang memegang peranan penting di dunia tanaman hias. Dalam menjalani bisnis tanaman hias,  petani memiliki beban pikiran yang paling ringan. Apalagi memeliharan tanaman sejak kecil. Ada seni dan kepuasan ketika melihat tanaman tumbuh dari kecil menjadi besar.

Saat permintaan tetap, marginnya tinggi. Bisa 100%. Perhitungannya gampang misalnya bibit aglaonema ‘Pride of Sumatra’ yang berharga Rp 75.000,00/pot berisis 4-5 tahun. Biaya produksinya paling banter Rp 10.000,00 tidak termasuk harga bibit.

Baca Juga:

Semua itu dapat diperoleh kalau cara budi daya lancar. Selain margin tinggi, petani sebenarnya dapat berperan mengendalikan pasokan dan menyetirkan harga tanpa risiko rugi. Petani juga dapat mengerek harga dengan menyeleksi bibit-bibit yang laku dijual di pasar.

Demikian pula dengan pedagangan. Hanya bedanya dengan petani, pedagang lebih mengejar kepada margin penjualan. Pedagang umumnya tidak menyimpan buang. Mereka akan mencari bila sudah ada permintaan. Repotnya, kalau pasokan sepi, pedagang akan kelabakan mencari order.Harga Dan Prospek Bisnis Tanaman Hias

Dalam dunia perdagangan, pedagang terbagi dalam beberapa jenjang. Ada pedagang yang membeli langsung dari produsen, lalu dijual lagi ke pedagang antara sebelum dijual lagi kekonsumen. Namun, ada pula pedagang yang langsung membeli dari produsen untuk dijual langsung ke konsumen.

Hal ini tergantung dari cara pedagang tersebut dalam membangun jaringan. Semakin pendek rantai perdagangan maka keuntungan yang diperolehnya semakin berlipat.

Kini, muncul profesi pedagang yang biasa disebut broker. Perannya sangat penting dalam mendongkrak harga dan bisa pula menurunkan harga. Apalagi jenis-jenis yanaman hias yang sedang ngetop. Broker lebih berperan sebagai hunter atau pemburu tanaman hias. Hal itu dilakukannya bila ada permintaan dari seseorang. Begitu cocok, barulah ia mendapat komisi dari hasil penjualan.

Peran yang tak kalah penting adalah pembeli. Dalam hal ini ada dua kelas pembeli, yaitu kolektor dan pehobi. Masing-masing profesi ini memiliki kriteria tersendiri. Kolektor tidak lagi memakai ukuran yang berlaku di pasar, tetapi cenderung pada subyektifitas, kekaguman, dan kebanggan dalam membeli tanaman hias.

Artikel terkait

Kalau pehobi lebih obyektif dalam memilih jenis tanaman yang dibelinya. Kalau harganya cocok, ya dibeli. Kalau tidak, ia cenderung menahan keinginannya sampai harga terjangkau.

Munculnya tanaman hias yang tren dan layak diperdagangkan tidak lepas dari kerja keras para penyilang. Mereka aktif mengeluarkan jenis-jenis baru sehingga meramaikan pasar.

Ikuti saja Trennya

Siapa sangka Anthurium jenmanii ‘Supernova’ menembus angka miliaran rupiah. Pun perputaran uang dikaranganyar yang mungkin mencapai miliaran rupiah dalam kurun waktu sebulan. Anthurium seolah-olah menjadi Indonesia Idol. Semua orang memperbincangkannya, baik di kota-kota besar, bahkan sampai ke sebuah kampung di kaki Gunung Lawu.

Fenomena yang fantastis ini dipicu oleh cerita-cerita yang menarik dibalik semuanya. Entah itu jenis komoditasnya, kalau diimbuhi oleh cerita, mitos, atau budaya membuatnya makin melejit. euphorbia menjadi ramai karena dianggap sebagai tanaman penolak bala.

Akhirnya, tanaman asal Madagaskar ini pun ”meledak”. Kasus serupa terjadi pada lou han  yang diyakini sebagai titisan dewa kera karena bentuk mukanya mirip monyet. Louhan merupakan ikan hoki-pembawa keberuntungan.

Sama halnya anthurium yang ternyata dianggap sebagai tanaman para raja. Tanaman ini menjadi sebuah kebanggaan yang tidak ternilai harganya. Oleh karenanya anthurium disebut-sebut si raja daun. Kini, mitos anthurium ini merebak sehingga dijadikan simbol prestise oleh sebagian orang, Dengan kata lain, jangan ngomong kaya kalau belum mempunyai anthurium.

Sebagai produk tanaman hias, anthurium sudah dikenal masyarakat sejak tahun 80-an. Keunggulannya adalah tanaman ini mudah dipelihara sehingga menarik minat orang untuk memilikinya. Dengan ”kejutan -kejutan” yang dihembuskannya oleh sekelompok orang maka tanaman tersebut menjadi tren baru.

Dalam dunia perdagangan, fenomena ini , menjadi hal biasa. suatu produk dipacu agar cepat melejit dipasaran, kemudian turun kembali.

Masalahnya adalah bagaimana Anda menyikapi fenomena ini. Ikuti saja trennya. Untuk mendapatkan keuntungan sesaat dapat dilakukan dengan cara membeli produk tersebut disaat akan tren atau harga masih rendah. Begitu menjadi berita yang heboh yang menjadi puncak tren, harga pasti naik maka di saat itulah jual semua produk tersebut.

Dalam dunia bisnis, setiap komoditas yang prospek menjanjikan keuntungan besar, tetapi resikonya juga besar. Kalau saat ini anthurium menjadi komoditas yang menguntungkan maka berhati-hatilah.

Jangan sampai Anda kejeblos karena salah menentukan timing yang tepat untuk memulai bisnis ini. Sekali lagi berhati-hatilah dalam mencermati kondisipasar.

loading...
Harga Dan Prospek Bisnis Tanaman Hias | Penulis | 4.5