Jenis Anggrek Bulan Raksasa(Phalaenopsis Gigantea)

Phalaenopsis gigantea yang juga dikenal sebagai anggrek bulan raksasa berasal dari Pulau Kalimantan. Menurut sejarah, anggek ini pertama kali diambli dari Pulau Kalimantan pada tahun 1896-1897. Anggrek tersebut kemudian dibawa ke Kebun Raya Bogor untuk dipelihara dan pada tahun 1909 dinyatakan sebagai Phalaenopsis gigantea.

Hingga saat ini di habitat aslinya, anggrek Phalaenopsis gigantea sudah jarang ditemukan sehingga digolongkan sebagai anggrek langka dan dilindungi keberadaannya. Keberadaannya di penyilangan pun sudah sangat terbatas. Padahal anggrek ini berpotensi untuk disilangkan karena warnanya menarik dan ukurannya besar.unduhan (6)

Sesuai dengan namanya sebagai anggrek raksasa, hingga kini anggrek ini diyakini sebagai anggrek Phalaenopsis spesiess terbesar. Phalaenopsis gigantea memiliki daun berwarna hijau tua keabu-abuan, menjuntai, berbentuk bundar telur atau elips, panjang 75 cm, dan lebar 20 cm. Bagian ujung daun relatif tumpul. Kedua permukaannya mengilat. Daun anggrek ini pun mudah patah atau getas dan berpelepah daun yang menutupi batang.

Baca Juga:

Phalaenopsis gigantea memiliki kelopak dan mahkota bunga yang besar dan lebar dengan diameter mencapai 5 cm. Selain itu, bunganya mengeluarkan bau harum. Warna dasar kelopak bunga kuning kehijauan sampai putih dengan bintik atau garis yang rapat berwarna merah tua atau cokelat.

Lidah bunga berjumlah tiga buah dengan warna oranye atau putih berbintik ungu, merah tua, atau merah padam. Bunga tersebut tersusun pada tangkai bunga yang lentur menjuntai. Tangkai bunga yang tumbuh dari ketiak menjuntai mencapai 40 cm dan tersembunyi di bawah pelepah daun. Dalam satu tangkai terdapat sekitar 20-30 kuntum bunga.

Artikel terkait

Phalaenopsis violacea

Phalaenopsis violacea banyak terdapat di Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia terdapat di Pulau Kalimantan, Mentawai, Simeulue, dan Sumatera. Sementara di Malaysia terdapat di Perak, Selangor, dan malaka. Phalaenopsis violacea dikenal ada dua tipe, yaitu tipe malaya dan tipe borneo.

Daunnya hijau mengilat dengan panjang 20,5-25 cm dan lebar 7-12 cm. Tangkai bunga pendek dan pipih dengan panjang mencapai 15 cm. Jumlah bunga dalam satu tangkai mencapai 2-5 kuntum. Bunganya berdiameter 5-7,5 cm, berbentuk bintang yang rapat, serta berwarna dasar putih kehijauan pada bagian pinggir dan berwarna ungu dengan variasi warna kuning pada bagian tengahnya. spesies ini memilki keindahan pada bentuk dan warna. Tidak heran bila anggrek ini banyak digunakan sebagai induk silangan. Warna yang dihasilkan pada persilangan anggrek ini sangat kuat dan banyak variasi.

Phalaenopsis parishii

Phalaenopsis parishii pertama kali ditemukan di Burma dan bagian timur wilayah Himalaya pada tahun 1864. Phalaenopsis parishii termasuk tanaman epifit yang hidup menempel pada cabang pohon di atas sungai di daerah lembap di atas gunung.

Anggrek ini berdaun berbentuk lonjong memanjang seperti lidah dengan bagian ujung lancip atau agak tumpul. Panjang daun 5-10 cm. Warna daun hijau gelap. Phalaenopsis parishii sering meranggas atau mengugurkan daunnya.

Bunga tersusun rapat pada tangkai yang pendek. Biasanya tangkai bunga tidak lebih panjang dari daunnya. Setiap tangkai bunga terdapat 6-10 kuntum bunga berwarna putih susu pada kelopak dan mahkota bunga. Lidahnya berukuran kecil dengan tugu seperti tanduk berwarna kuning dihiasi bintik-bintik ungu. Sementara taju tengah berbentuk segi tiga lebar dengan warna ungu kemerahan. Bagian pangkalnya berwarna putih.

loading...
Jenis Anggrek Bulan Raksasa(Phalaenopsis Gigantea) | Penulis | 4.5