Jenis-Jenis Penyakit Yang Sering Menyerang Bunga Euphorbia

Walaupun jarang terserang hama dan penyakit, pernah ditemukan Jenis-jenis Penyakit yang sering menyerang bunga euphorbia yang cukup mengganggu. Musuh-musuh pengganggu euphorbia banyak ragam dan jenisnya.

Gejala serangannya terlihat dari menghitamnya daun di permukaan atas dan bawah serta banyak semut berkelompok di sekitar daun. Telur dan larvanya ditempatkan di bawah daun. White flies sangat berbahaya saat stadium larva. Kutu putih ini menusuk dan menghisap cairan di dalam sel daun.images (2)

Akibatnya, daun akan terlihat keriput. Pengobatan dilakukan dengan cara menyemprotkan pegasus berkonsentrasi 0,5 ml per liter ditambah 0,5 ml Biosoft. Obat lain adalah Metindo dengan konsentrasi 1 g per liter air.

Baca Juga:

Penyemprotan sebaiknya diarahkan ke permukaan bawah daun dengan interval empat hari sekali. Namun, bila serangan sudah parah, sebaiknya tanaman dicabut dan dibakar untuk memutus siklus hidupnya.

Mealybug diakibatkan oleh kutu putih Homoptera. Kutu ini mempunyai semacam tepung di tubuhnya yang dilapisi lilin sehingga terlihat seperti kapas. Dibandingkan dengan white flies, kutu ini tidak aktif.

Gejala serangannya ditandai dengan menghitamnya permukaan bawah dan atas daun. Akibat serangan tersebut, pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

Pengendalian mealybug dilakukan dengan memberikan Metindo dengan konsentrasi 1 g per liter air atau pegasus berkonsentrasi 0,5 ml per liter ditambah 0,5 ml Biosoft.

Thrip sering menyerang pada musim kemarau. Gejala serangan bunga mengecil karena tidak tumbuh sempurna, pucuk daun keriput, dan tidak mekar. Muncul pula warna karat di permukaan daun. Kutu ini dapat diatasi dengan Pegasus dan Confidor, masing-masing dosisnya 0,5 ml per liter yang disemprotkan 4 hari sekali.

Artikel terkait

Kadang serangan thrip itu sering bersama-sama dengan white flies. Mengendalikannya dengan cara menyemprotkan Pegasus konsentrasi 0,5 ml/liter ditambah 0,5 ml Biosoft.

Cara lain dengan Metindo konsentrasi 1 g/liter air atau Agrimex dosis 0,5 ml/liter air. Penyemprotan sebaiknya dilakukan dengan menyemprot bagian bawah daun. Agar serangan tidak meluas selalu menjaga kebersihan lokasi penanaman. Tanaman yang terserang parah segera dicabut dan dibakar.

Penyebab penyakit ini adalah bakteri Erwinia carotavora. Serangan terlihat pada batang tanaman yang berwarna kehitam-hitaman dan terasa lunak bila dipegang. Bila dibiarkan, lama-kelamaan batang membusuk, rebah, dan bila dicium akan berbau busuk.

Penyakit ini muncul bila kondisi tanaman lembab akibat hujan yang terus-menerus dan kurangnya cahaya. Penyebab lain adalah akibat duri euphorbia yang bersinggungan dan menimbulkan luka.

Cara mengatasi bacterial soft rot adalah memangkas bagian yang terserang dan menyemprot bagian tanaman lain dengan bakterisida Starner sesuai dosis yang dianjurkan pada label.

Batang yang tertusuk duri akibat pengepakan juga dapat menyebabkan infeksi. Luka tersebut menjadi pintu masuknya penyakit ini. Agar serangan tidak meluas, dibutuhkan media yang baik serta membakar tanaman yang terserang dibuang dan dibakar.

Biasanya ulat muncul saat peralihan musim. Gejala serangan terlihat dari daun bolong dan munculnya kotoran hitam di daun. Bila dibiarkan, batang euphorbia akan roboh dan mati. Penumpasan ulat dilakukan dengan penyemprotan Metindo dengan dosis 1 g per liter air.

Penyemprotan sebaiknya dilakukan seminggu sekali atau dua kali seminggu, tergantung tingkat keparahannya. Pencegahan munculnya ulat dapat dilakukan dengan pembersihan gulma di sekitar tanaman secara berkala.

loading...
Jenis-Jenis Penyakit Yang Sering Menyerang Bunga Euphorbia | Penulis | 4.5