Jenis-Jenis Tanaman Yang Bisa di Kepang

Pada umumnya, batang tanaman tumbuh lurus, terdiri dari satu batang atau bercabang. berikut ini jenis-jenis tanaman yang bisa di kepang sehingga terlihat unik dan lengka.Namun, sekarang ada beberapa tanaman yang penampilannya dapat diperindah dengan cara ini, tanaman bukan hanya terkesan indah, tetapi juga unik dan nilai jualnya menjadi bertambah.

Jenis Tanaman yang Dapat Dikepang

Pada mulanya Kreasi mengepang tanaman dilakukan pada ”pohon duit” pachira (pachira aquatica). Semula pohon ini sangat tidak menarik, penampilannya mirip tanaman singkong (ubi kayu), berbatang tunggal dengan daun menjari di ujung batang. Tanaman yang dipercaya sebagai pembawa keuntungan ini kemudian dicoba untuk dikepang dan hasilnya sangat memuaskan.

Baca Juga:

Dengan penampilan yang baru, harga pechira melambung tinggi karena permintaannya cukup banyak. Selain penampilannya yang unik, mitos pembawa keuntungan juga menyebabkan harga pachira menjadi mahal.unduhan

Setelah berpengalaman dari perkembangan harga pachira, para pencinta tanaman hias mulai mencoba mengepang tanaman dari jenis yang lain. Beberapa tanaman yang telah berhasil dikepang di antaranya hanjuang (Cordyline terminalis), mangkokan kecil (Polycias sp.), jarak-jarakan (jatropa sp.), kapok (Ceiba petandra), dan kastuba (Euphorbia sp.), Sosok tanaman yang telah dikepang tak kalah unik dibandingkan dengan penampilan pachira.

Keberhasilan mengepang suatu tanaman sangat tergantung pada keahlian pembuatnya. Selain itu, hal ini juga berkaitan erat dengan sifat tanaman yang akan dikepang.

1. Pachira

Pachira bisa dikepang karena batangnya mengandung serat atau berserat alot sehingga pada waktu dibengkokkan selama proses mengepang, batang itu tidak mudah patah. Selain itu, pachira juga termasuk bandel dalam pertumbuhannya. Dalam keadaan ekstrim , seperti pelayuan dalam proses mengepang, tanaman ini masih bisa tumbuh dengan baik.

2. Hanjuang dan mangkokan

Hanjuang dan mangkokan batangnya tidak berkayu. Meskipun demikian, serat batangnya cukup kuat dan liat sehingga tidak mudah patah pada saat dibengkokkan selama proses pengepangan.

3.  Jarak-jarakan

Jarak-jarakan (Jatropa sp.) memiliki batang yang sifatnya hampir sam dengan pachira. Hanya saja, batang tanaman ini agak rapuh sehingga pengepangannya sebaiknya dilakukan pada tanaman yang sudah agak besar perlu kesabaran dan kecermatan agar batangnya tidak patah.

4.  Kapok atau pachira palsu

Kapok radu sekarang jarang ditemukan. Namun, di penjual tanaman hias ternyata tanaman ini mudah ditemukan. Sosoknya yang mirip pachira sring dimanfaatkan oleh pedagang dengan memberikan harga jual yang sedikit lebih murah dari pada pachira. Saat tanaman ini dijual namanya diubah menjadi pachira palsu. Perbedaan dengan tanaman pachira, kapok tidak mempunyai pangkal batang yang membesar dan jumlah anak daun 7-9 buah, sedangkan anak daun pachira berjumlah 5 buah.

Kapok randu mudah  diperbanyak dari bijinya. Saat masih muda, tanaman kapok sebaiknya sudah mulai dikepang karena batangnya termasuk muda sekali patah. Model kepangan ini termasuk baru muncul sehingga belumada tanaman kapok besar yang tumbuh dengan batang dikepang.

5.  Kastuba

Tanaman kastuba banyak digunakan sebagai hiasan untuk menyemarakkan Hari Raya Nayal. Daunnya yang merah menyala saat masih muda sangat menarik. Saat tanaman masih kecil, orang banyak meliriknya. Namun, setelah tanaman dewasa, penampilannya kurang menarik. Salah satu cara untuk membuatnya kembali menarik yaitu dengan mengepangnya.

Memang agak susah mengepang tanaman ini karena batangnya mudah patah dan berhetah. Namun, dengan kehati-hatian hambatan ini pasti akan terlewatkan sehingga kastuba berkepang pun dapat dihadirkan.

B. Membuat Kepangan Batang

Artikel terkait

Mengepang tanaman pada dasarnya tidak sulit bila sifat atau karakter tanaman telah diketahui. Namun, perlu diperhatikan bahwa pengepangan tanaman yang mudah patah harus dilakukan dengan hati-hati.

Batang yang akan dikepang sebaiknya dipilih yang masih muda, ukuran panjang dan diameter batang cukup proporsional. Misalnya, bila diameter batang 1 cm maka panjang batang paling tidak 25 cm. Perbandingan ukuran panjang dan diameter batang harus semakin besar bila jumlah batang yang akan dikepang harus dilayukan lebih dahulu agar lentur atau liat. Cara pelayuan ada dua macam seperti berikut ini.

  1. Media tempat tanaman tumbuh dikeringkan beberapa waktu (tergantung jenis tanamannya) hingga tanaman kelihatan layu. Namun, perlu diperhatikan bahwa proses pelayuan ini jangan sampai melewati batas toleransi tanaman agar tanaman tidak mati saat ditanam kembali. Tanaman yang saat pelayuan mengalami stres berat dan dapat mati contohnya jatropa dan kapok.
  2. Tanaman dapat dilayukan dengan cara dicabut dan dibiarkan beberapa saat. Lamanya proses tergantung pada ukuran diameter batang. Cara ini biasanya dilakukan untuk tanaman yang agak bandel dan tahan terhadap stres, misalnya mangkokan dan pachira.

Setelah layu dan lentur, batang-batang tanaman itu bisa dikepang dengan jumlah lilitan sesuai dengan keinginan. Supaya penampilan tanaman kepang seimbang dan cantik, jumlah batang yang akan dikepang sebaiknya ganjil, misalnya 3,5,7, atau 9. Apabila memperhatikan hong shui, tanaman sebaiknya dikepang menjadi tiga yang mempunyai makna bahwa batang pertama ditujukan kelangit, batang kedua ke bumi, dan batang ketiga dipersembahkan untuk leluhur. Sebaiknya jangan membuat kepangan menjadi empat karena menurut hong shui akan mendatangkan kesialan.

Supaya batang yang sudah dikepang itu tidak lepas, ujung-ujungnya diikat kuat menjadi satu. Bersamaan dengan itu, daun-daun yang berada dipucuk batang hendaknya dikurangi agar tanaman yang stres pada waktu proses pelayuan tidak semakin stres. Adanya ikatan tersebut kadang kala membuat penampilan tanaman menjadi kurang menarik. Untuk menutupinya, pada ikatan  tersebut diberi pita kawat.

Menanam Tanaman Berkepang

Bila telah dikepang, tanaman ditanaman ditanama dalam pot yang telah berisi media berupa campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Dengan media ini diharapkan air mudah lewat dan tidak menggenangi akar tanaman yang baru ditanam sehingga akar bisa bernapas dengan baik dan tanaman tumbuh dengan subur. Setelah ditanam dalam pot, tanaman kepang diletakkan ditempat terbuka yang teduh sampai tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Agar Tanaman Berkembang Tampil Menarik

Walaupun telah tumbuh dengan baik, tetapi sebaiknya ikatan dibagian atas tanaman tetap dibiarkan terikat sampai tanaman benar-benar telah terkepang. Agar kehadiran ikatan di bagian atas tidak membuat jelek penampilan, ikatan tersebut diberi pita. Apabila Anda tidak menginginkan tanaman tumbuh meninggi maka batang tanaman dipangkas dan nantinyaakan keluar tunas baru.

Setelah bagus dan tampilan menarik, tanaman diletakkan dalam ruangan. Tempat untuk meletakkannya diusahakan masih mendapatkan sinar matahari. Tanaman ini sebaiknya dikeluarkan dari ruangan setiap minggu agar memperoleh udara sehat dan segar. Pada saat dikeluarkan, sebaiknya tanaman tidak ditempatkan di bawah sinar matahari langsung sebab daunnya bisa terbakar dan rusak.

Tanaman sebaiknya diletakkan di tempat teduh kemudian secara bertahap dipindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari cukup. Tiga atau empat hari kemudian tanaman telah siap dimasukkan ke dalam ruangan lagi.

Pemeliharaan lain yaitu penyiraman. Apabila media tanam mulai kering, tanaman dapat disiram. Umumnya, tanaman yang diletakkan di dalam ruangan, penyiramannya lebih jarang (cukup 3-5 hari sekali) dibandingkan tanaman yang diletakkan di luar ruangan (2-3 hari sekali). Pada saat penyiraman ini dapat juga dilakukan pemupukan.

Pupuk yang digunakan yaitu pupuk nitrogen atau pupuk daun seperti Vitabloom, Hyponex merah, atau Gandasil hijau dengan dosis seperti yang tercantum pada labelnya. Pemberian pupuk sebaiknya dengan cara disiram, walaupun dapat juga dengan cara ditaburkan atau disemprotkan ke daun.

loading...
Jenis-Jenis Tanaman Yang Bisa di Kepang | Penulis | 4.5