Jenis Tanaman Yang Menghasilkan Biji Ajaib

Jenis Tanaman yang menghasilkan biji ajaib ini mempunyai nama ilmiah Castanospermum australe. Tanaman unik ini berasal dari New South Wales, Australia atau tepatnya di daerah Moreton sehingga di tempat itu tanaman ini dikenal dengan sebutan Moreton Bay Chesnuts karena biji-bijinya yang banyak berserakan di dekat pantai. Namun, setelah diolah secara khusus, biji ini dikonsumsi oleh orang Aborigin. Mereka lebih suka menyebutnya black bean, alias kacang hitam. Biji-biji itu di Indonesia dikenal dengan sebutan magic seed atau “biji ajaib”.

Pemberian nama magic seed atau biji ajaib mungkin karena bijinya yang seukuran bola ping pong itu masih tetap ada meskipun telah ditanam 5-6 bulan sejak persemaian. Pada tanaman lain, biasanya biji akan cepat mengecil lalu hilang setelah tunas tanaman yang disemaikan tumbuh. Apabila biji ajaib diletakkan di atas tanah pada saat ditanam maka biji tersebut tetap berada di permukaan tanah dan menempel pada pangkal batang tanaman.

Magic seed sebenarnya merupakan pohon. Tinggi tanaman dapat mencapai 15-20 m. Daun tanaman tumbuh rapat dan kompak sehingga penampilan pohon bisa rimbun. Daun tersebut juga tidak mudah rontok dan selalu hijau (evergreen). Oleh karena itu, di Australia tanaman ini sering digunakan untuk tanaman penghijauan, baik untuk tepian jalan maupun penghias taman kota.images (13)

Baca Juga:

Daun tanaman berwarna hijau mengilap,berupa daun majemuk dengan anak daun berbentuk oval. Sewaktu tanaman masih muda, cabangnya sudah banyak dan penampilannya mirip dengan sosok tanaman dewasa. Oleh karena itulah, tanaman ini sering ditanam dalam pot sebagai penghias ruangan atau beranda.

Penampilan tanaman muda tampak semakin menarik bila dipangkal batang dekat permukaan tanah masih terdapat biji. Biji yangmerupakan cadangan makanan bagi tanaman baru itu terbelah dua secara simetris. Warnanya hijau atau hijau kekuningan sehingga tampak unik bila ditanam pada pot secara tunggal ataupun dalam pot ceper yang berisi banyak tanaman sehingga memberi kesan seperti hutan mini.

Biji di Atas Tanah

Seusai masa berbunga, tanaman C. australe akan menghasilkan buah-buah polong yang di dalamnya berisi 3-5 biji. Biji-biji dari buah yang telah tua dibungkus oleh kulit luar yang berwarna cokelat. Sewaktu masih muda, kulit biji ini sulit dilepaskan, tetapi semakin tua mudah dilepaskan.

Apabila biji yang masih muda akan ditanam, berarti pelepasan kulit biji harus dibantu. Cara mengupasnya adalah dengan merendam biji-biji tersebut di dalam air hangat selama 5-6 jam. Selanjutnya kulit yang sudah menjadi empuk/lunak itu bisa dikupas dengan mudah. Namun, harus hati-hati supaya bakal akar yang terdapat di ujung biji tidak rusak.

Apabila akan menanam biji yang telah tua, pelepasan kulit tidak perlu dibantu karena kulitnya telah mudah mengelupas sendiri. Bahkan, biji yang telah tua dapat bertunas sebelum ditanam. Biji-biji itu mudah sekali tumbuh. Tempat tumbuh yang terbaik adalah campuran tanah, pupuk kandang/organik, dan serbuk sabut kelapa dengan perbandingan 1:1:1.unduhan (3)

Artikel terkait

Akan tetapi, media berupa campuran tanah dengan humus, atau humus dengan pasir juga bisa digunakan. Yang terpenting media yang digunakan bisa mengikat air dengan baik, tetapi tidak terlalu basah sehingga tetap lembab selama masa persemaian.

Biji yang telah dikupas diletakkan di atas media lembap lalu disimpan di tempat teduh. Boleh juga biji dibenamkan dalam media. Namun, untuk tetap menjaga keunikannya, pada waktu pemindahan ke pot lain, biji tersebut sebaiknya diusahakan berada di atas permukaan media.

Kira-kira 10 hari kemudian, seluruh permukaan biji yang semula berwarna kuning berubah menjdai hijau mengilap. Lima sampai sepuluh hari kemudian biji tersebut akan terbelah menjadi dua, akar memanjang dan menuju ke dalam media, sementara itu muncul tunas baru dari belahan biji tersebut.

Merawat Tanaman Setelah Biji Bertunas

Tanaman ini menghendaki tempat tumbuh yang cukup matahari, cukup air tanah, dan kelembapan udara yang relatif tinggi, terutama pada saat perkembangan biji. Apabila kelembapan kurang maka biji-biji tersebut akan cepat habis dan mudah keriput.

Setelah tanaman tumbuh mencapai tinggi sekitar 15 cm, persemaian dapat dipindahkan ke tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Tanaman yang kurang sinar matahari biasanya akan mengalami etiolasi, yakni tanaman tumbuh jangkung, batangnya kecil, daunnya tidak kompak dan berwarna kusam.

Apabila kondisi lingkungannya menunjang, tinggi tanaman dapat mencapai 20-30 cm setelah usianya mencapai 2 bulan. Dalam kondisi demikian, penampilan tanaman sangat indah. Warna daun tua hijau mengilap dan hijau kekuningan sewaktu muda, kokoh dan bercabang banyak serta rimbun. Pada saat ini pula, pot tanaman diganti dengan pot yang sesuai dipajang di dalam ruangan. Tentunya dipilihkan pot yang lebih artistik dan anggun, misalnya pot tanah berukiran atau keramik mengilap.

Biji tanaman dipermukaan tanah itu dapat bertahan 5-6 bulan bila kelembapan tanaman selalu dijaga. Setelah itu, biji tersebut akan keriput dan tidak lagi berfungsi sebagai cadangan makanan. Pada saat itulah tanaman perlu dipupuk. Pupuk yang perlu ditambahkan yaitu NPK dengan dosis pemberian cukup satu sendok teh untuk setiap pot berukuran 2-3 kg.

Tanaman yang telah mencapai tinggi sekitar 1 m memerlukan pot baru yang lebih besar. Pemindahan ke pot baru itu juga sebagai upaya untuk menyuburkan kembali media lama. Media tanam untuk pot besar sama dengan pot kecil yakni campuran pupuk organik/ kompos dengan serbuk sabut kelapa dan tanah. Tanaman setinggi ini pun masih dapat diletakkan dalam ruangan, tentu saja tidak lagi di atas meja, melainkan di sudut ruangan atau di tengah lobi yang luas.

Untuk tetap menjaga keindahan penampilannya, setiap akhir pekan tanaman ini sebaiknya dikeluarkan dan diletakkan pada tempat yang terkena sinar matahari cukup. Namun, bila letak tanaman dekat dengan jendela yang masih memungkinkan terkena pantulan sinar matahari, tanaman cukup dikeluarkan setiap dua minggu atau lebih. Setelah itu, tanaman dimasukkan lagi ke dalam ruangan.

Penampilan tanaman “si biji ajaib” ini hijau mengilap tentu saja sangat menarik dan membuat sejuk. Namun, ada orang yang menambahkan warna merah yang kontras dengan hijau sehingga tanaman semakin menarik. Warna merah ini biasanya dari pita yang diikatkan di ujung batang tanaman.

loading...
Jenis Tanaman Yang Menghasilkan Biji Ajaib | Penulis | 4.5