Keuntungan Dan Kekurangan Bibit Tanaman dari Mencangkok

Mencangkok yaitu teknik perbanyakan vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang terbentuknya akar. Pada tekhnik ini tidak dikenal istilah batang bawah dan batang atas. Teknik ini relatif sudah lama dikenal oleh petani dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Hal ini karena pada teknik mencangkok akar akan tumbuh ketika masih berada di pohon induk.unduhan (2)

Keuntungan pembibitan dengan sistem cangkok:

  • Produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya.
  • Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau dipematang kolam ikan.

Kerugian pembibitan dengan sistem cangkok:

Baca Juga:
  • Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering.
  • Tanaman mudah roboh apabila ada angin kencang karena tidak berakar tunggang.
  • Pohon induk tajuknya menjadi rusakkarena banyak cabang yang dipotong.
  • Dalam satu pohon induk Anda hanya bisa mencangkok beberapa batang saja, sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara ini.

Pada saat mencangkok Anda bisa menggunakan cocopit atau serbuk sabut kelapa ataupun cacahan sabut kelapa. Anda juga dapat menggunakan campuran kompos/pupuk kandang dengan tanah dngan perbandingan 1:1.

Mencangkok sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, sehingga cangkokan tidak akan kekeringan. Selain itu dengan mencangkok di awal musim hujan akan tersedia waktu untuk menanam hasil cangkokan pada musim itu juga.

Teknik mencangkok secara konvensional (Teknik ini bisa dilakukan)

Artikel terkait
  • Pertama-tama kita pilih cabang yang sehat dan kuat atau sudah berkayu.                               Sebaiknya , menggunakan tanaman yang mempunyai ukuran diameter batang sekitar 0,5-2 cm, dan ukurannya tidak lebih kecil dari ukuran pensil. Sebaiknya mencangkok batang yang mempunyai warna kulit cabang coklat muda atau hijau kecoklatan tergantung jenis tanaman buah-buahannya.
  • Cabang kemudian disayat dengan pisau secara melingkar dan sayatan dibuat memanjang ke bawah sepanjang 3-5 cm atau dua kali diameter cabang.                                                        Kemudian kulitnya dikelupas sehingga bagian kambium yang seperti lendir tampak jelas kambium ini dihilangkan dengan cara dikeruk menggunakan mata pisau hingga bersih atau kering.
  • Setelah dikeruk pada keratan bagian atas diolesi ataupun tanpa diolesi dengan hormon tumbuh. Jika Anda kesulitan mencari hormon tumbuh Anda dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr / 1 ltr air dan ditambahkan pada media cangkok.
  • Siapkan dan atur lembaran plastik (kantong plastik yang sudah dibuka/dibelah) atau sabut kelapa melingkar menyelubungi batang di bagian bawah keratan (1-2 cm). Posisi lembaran plastik menghadap ke arah bawah, kemudian diikat dengan tali plastik atau rafia. Balik posisi kantong plastik ke arah berlawanan/keatas, sehingga akan diperoleh ikatan tali plastik di dalam kantong plastik (ikatan bagian bawah tidak kelihatan dari luar/lebih rapi).
  • Selanjutnya bekas sayatan ditutup dengan media cangkok, media diatur penempatannya agar media rata menutupi luka keratan sampai melewati luka keratan bagian atas (1-2 cm).
  • Lakukan pengikatan bagian atas dan bagian tengah plastik (kalau dibutuhkan).

Cangkokan dirawat dengan cara disiram secara rutin agar tidak kering atau diposisi atas cangkokan diberi kantong plastik berisi air dengan satu lubang sekecil jarum untuk irigasi tetes. Irigasi tetes dapat dilakukan dengan menggunakan potongan batang bambu “bumbung” berdiameter 5 cm diisi dengan air, tanpa dilubangi hanya dikeruk/dikupas sedikit bagian kulit bawah yang akan diletakkan diatas media cangkok. Posisi bumbung digantung diatas cangkokan dengan posisi bawah bumbung merapat dengan posisi tengah cangkokan atau ditalikan melekat dicangkokan. Bumbung ini dapat bertahan selama 3 hari. Biasanya setelah 2-3 bulan pada cangkokan yang berhasil akan tumbuh akar. Pada cangkokan akar keluar karena aliran zat makanan (karbohidrat) dan auksin (hormon tumbuh yang mendorong keluarnya akar) mengalir ke bawah melalui kulit kayu (floem) dan tertahan di bagian keratan sebelah atas, sehingga pada keratan bagian atas ini penimbunan karbohidrat dan hormon jadi meningkat dan berbentuk kalus yang menjadi akar tanaman.

Apabila akar sudah memenuhi media, hasil cangkokan dianggap berhasil. Daun pada cabang terlihat segar. Cangkokan sudah bisa dipotong atau disapih dari induknya.

Pemotongan cangkokan yang sudah tumbuh ini dilakukan menggunakan gunting stek atau gergaji di bawah ikatan cangkok.

Setelah dipotong dari induknya bagian daun dikurangi untuk menghindari penguapan yang berlebihan. Potong 1/2 – 1/3 helai daun dari seluruh daun yang ada depan gunting stek. Plastik pembungkus media dilepaskan. Setelah itu cangkok disemaikan dalam polybag.

Media cangkok yang digunakan di polybag Anda bisa menggunakan campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:2. Selanjutnya polybag ini ditempatkan di tempat yang terlindung sampai cangkokan menjadi segar kembali (biasanya 3-4 bulan). Setelah cukup besar cangkokan bisa dipindah ke pot.

loading...
Keuntungan Dan Kekurangan Bibit Tanaman dari Mencangkok | Penulis | 4.5