Kunci keberhasilan Pembibitan Tanaman

Kunci keberhasilan Pembibitan Tanaman.Keberhasilan pembibitan tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor. Kondisi tanaman dan lingkungan sekitarnya merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam proses perbanyakan tanaman. Berikut beberapa kunci keberhasilan pembibitan tanaman dan perbanyakan secara vegetatif.

Induk Tanaman

Tanaman induk yang akan digunakan harus seharus sehat, terhindar dari serangan hama dan penyakit. Tanaman sehat memiliki penampilan yang kokoh dan berdaun mulus (tanpa bercak hitam).

Baca Juga:

Umumnya tanaman siap diperbanyak saat mencapai usia dewasa. Salah satu cirinya adalah kesiapan tanaman tersebut untuk berbunga atau menghasilkan anakan. Saat tanaman dewasa, tanaman memiliki cukup energi untuk memperbanyak diri.

Pengakaran

Banyak jenis media yang dapt digunakan untuk pengakaran, di antaranya coco peta, coco chip, arang sekam, pupuk kandang, kompos, sphagnum moss, pakis, pasir malang, dan tanah. Apapun jenisnya, media tersebut harus dapat menjadi pendukung fisik tanaman, penyuplai oksigen dan air yang cukup untuk daerah perakaran, serta memiliki drainase yang baik.

Media terbaik untuk pengakaran merupakan kombinasi dari dua material, yaitu sebagai penahan air dan menyediakan pori-pori yang besar. Dengan karakteristik tersebut, aerasi dan drainase yang baik akan dihasilkan. Umumnya petani mencampurkan media cocopeat (sebagai penahan air) dan arang sekam (sebagai media pori-pori yang besar) untuk mendapatkan media tanam dengan kedua karakteristik tersebut.kunci keberhasilan pembibitan tanaman

Selain harus memiliki karakteristik tersebut , media tanam yang digunakan haruslah steril. Salah satu cara yang digunakan untuk mensterilisasi media tanam adalah dengan memasukkan media tanam ke dalam tong/wadah, kemudian disiram dengan air mendidih dan menutup rapat tong. Setelah dingin, media tanam dapat digunakan

Lingkungan Sekitar

Tanaman membutuhkan lingkungan yang optimal untuk mempertahankan hidupnya. Lingkungan yang kondusif akan membuat metabolisme tanaman berjalan dengan baik sehingga dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.

Artikel terkait

Kelembapan Media tanam

Karena mendukung pembentukan akar, biasanya daun disisakan dalam potongan setek. Untuk tanaman yang daunnya tidak memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti mandevilla atau rerhodidendron, daun tanaman yang besar dapat dipotong setengahnya. Namun, untuk tanaman yang daunnya memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti aglaonema, untuk menjaga kelembapan tanaman, daun tanaman tidak dipotong, tetapi dikat menjadi satu.

Tanaman akan kehilangan banyak air melalui daun. Sembilan puluh persen air dalam tanaman hilang melalui transpirasi. Untuk menggantikan kehilangan air ini, setek tidak memiliki sistem akar sehingga perlu dijaga agar tidak kekurangan air, tetapi tidak terendam air. Selain itu, tempat pengakaran dipastikan memiliki lubang saluran air yang baik.

Pada skala komersial, biasanya saat setek diakarkan diberi sistem pengabutan (intermitten mist system) untuk meningkatkan kelembapan disekitar tanaman sehingga mengurangi laju transpirasi. Umumnya pemula tidak memiliki sistem pengkabutan pada penyetekan.

Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan memberikan efek mirip pengkabutan, yaitu melalui penyungkupan tempat perbanyakan dengan kaca atau plastik yang dapat menjaga kelembapan walaupun tidak terjadi efek pendinginan.

Untuk mengurangi tinggi laju transpirasi, sebaiknya setek tidak diletakkan di bawh sinar matahari langsung karena dapat menyebabkan temperatur di dalam plastik/kaca tertutup akan menjadi lebih tinggi.

Cahaya

Cahaya sangat penting dalam proses perbanyakan tanaman. Cahaya tersebut digunakan oleh tanaman untuk fotosintesis. Dengan demikian, tersedia suplai makanan untuk membentuk jaringan baru yang akan menjadi tunas dan akar.

Intensitas cahaya yang terlalu rendah membuat setek lambat membentuk akar. Sementara itu, intensitas cahaya yang terlalu tinggi (cahaya matahari langsung) dpat mengakibatkan setek menjadi stres, terbakar, atau daunnya berguguran. Dengan demikian, setek sebaiknya mendapat cahaya yang cukup untuk pembentukan akar yang optimum.

Temperatur

Untuk pengakaran yang optimum, temperatur harus dijaga pada tingkat yang membantu proses pertumbuhan, tetapi tidak membuat tanaman kehilangan kelembapan yang sangat tinggi. Suhu daerah perakaran yang lebih tinggi 5-10 derjat Celcius dibandingkan suhu udara lingkungan dapat membantu mempercepat pengakaran. Alas pemanas (bottom heat) sering kali digunakan di luar negeri pada saat musim dingin untuk meningkatkan suhu di daerah perakaran.

loading...
Kunci keberhasilan Pembibitan Tanaman | Penulis | 4.5