Membuat Tanaman Tilandsia Mini Unik

Belum banyak orang mengenal tanaman tilandsia Unik karena sosoknya kurang menarik. Membuat tanaman tilandsia mini unik sangat mudah.Namun, bila tanaman ini telah berbunga, orang yang melihatnya akan berdecak kagum. Bunganya yang berwarna yang menarik dari tanman ini adalah tanaman dapat tumbuh tanpa media tanam. Tilandsia dapat diletakkan di atas bebatuan, kayu mati, atau bahan lain yang fungsinya hanya untuk menempel.

Tanaman ini ada yang berasal dari hutan, tumbuh secara epifit (menempel pada pohon), tetapi ada pula yang hidup di gurun (biasanya menempel pada batu, dinding, pasir, riang, maupun kerikil). Dengan tempat yang berbeda, tanaman yang aslinya dari hutan lebih banyak membutuhkan air, sedangkan tanaman yang tumbuh di gurun lebih tahan di dalam ruangan.images (9)

Tanaman tilandsia untuk proses hidupnya membutuhkan sinar matahari, udara, uap air, dan hara di lingkungan sekitarnya. Hara dan uap air diserap tanaman melalui bulu-bulu halus yang menutupi daunnya. Karena kebutuhan makanan telah dapat diperoleh melalui daunnya maka akar tanaman tidak lagi berfungsi untuk menyerap zat hara, tetapi lebih banyak untuk menempelkan diri ke tempat tumbuhnya, misalnya melekat pada batu, tanaman, atau tiang.

Baca Juga:

Daun tilamdsia umumnya berwarna hijau, hijau keabu-abuan, atau hijau keperakan. Daun umumnya panjang dengan ujung memanjang, ada yang kaku tegak dan ada pula yang melengkung. Daun selalu tertutup dengan bulu-bulu halus yang mempunyai fungsi amat vital untuk menyerap unsur hara yang ada di sekitarnya. Daun tumbuh roset.

Bunga tilandsia muncul di tengah roset daun. Warna bunga bermacam-macam, ada yang pink, merah, ungun, kuning, kebiru-biruan, atau putih.

Menumbuhkan Tilandsia pada Beberapa Bahan

Kelebihan tilandsia yang dapat hidup tanpa media tanam membuat tanaman ini dapat diletakkan di mana saja sehingga terkesan menarik dan unik. Bahan untuk tempat menempel tilandsia biasanya adalah batang tanaman yang kering, batu karang yang mempunyai celah, atau papan kau.

Bahan tersebut dibersihkan dari kotoran, seperti tanah dan debu, agar masih terlihat alami. Bahan tersebut tidak perlu dicat.

Tilandsia yang akan ditempel dapat dipilih, misalnya T. aeranthos, T. caput medusae, T. cyanea, atau T. ionatha. Tanaman itu sebaiknya dalam kondisi bagus. Bila ingin cepat berbunga pilih tanaman yang telah dewasa. Setelah itu, tilandsia ditumbuhkan dalam bahan penempel. Berikut cara menumbuhkan tilandsia.unduhan

  1. Apabila bahan penempel berupa kayu kering atau batu karang yang mempunyai cekungan, akar tilandsia dimasukkan dalam cekungan tersebut. Letak akar diatur agar tanaman tidak mudah goyah atau tercabut. Agar lebih kuat, akar tilandsia diberi lem sebelum dimasukkan dalam cekungan.
  2. Apabil bahan penempel berupa papan kayu, akar tilandsia perlu diberi lem sebelum ditempelkan agar dapat melekat kuat. Setelah dilekatkan, batang tanaman diikat lebih dulu agar tanaman tidak goyah selama lem belum kering.
  3. Tilandsia juga dapat ditanam dengan sedikit media yang diletakkan di batu atau kayu kering. Apabila kayu tersebut tidak mempunyai cekungan, dapat dibuatkan cekungan dengan cara mengebornya. Cekungan yang diperlukan berdiameter 3-4 cm dan kedalaman 4-5 cm. Demikian juga dengan batu yang hanya mempunyai cekungan kecil perlu dilebarkan untuk tempat memasukkan media. Setelah cekungan terbuat, media yang berupa moss atau pakis dimasukkan ke dalam cekungan tersebut kemudian tilandsia ditanamkan. Dengan adanya media, penampilan tilandsia lebih segar.

Merawat Tilandsia Sesuai Karakternya

Tanaman yang telah tumbuh di atas batu atau kayu sebenarnya tidak memerlukan perawatan yang rumit karena pada dasarnya tanaman ini mudah tumbuh. Perlu diketahui bahwa tanaman ini membutuhkan sinar matahari. Oleh karena itu, tidak disarankan menempatkannya di dalam ruangan yang jauh dari jendela.

Tilandsia lebih cocok ditempatkan di luar ruangan. Kalaupun di dalam ruangan, sebaiknya di dekat jendela. Apabila tanaman ditempatkan di dalam ruangan, sebaiknya seminggu dua kali dikeluarkan agar tanaman dapat menghirup udara segar.

Tanaman ini tidak terlalu banyak membutuhkan air. Penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari. Apabila cuaca panas, tanaman cukup disemprot air atau diperciki air dua hari sekali. Pemberian air ini jangan terlalu basah karena dapat menyebabkan tanman busuk. Untuk tilandsia yang epifit, dibutuhkan air yang cukup, misalnya dua hari sekali disemprot.

Tilandsia tidak memerlukan pupuk. Oleh karenanya, dalam pemeliharaannya, tanaman ini dapat dipupuk atau tidak dipupuk. Apabila akan dilakukan pemupukan, cukup dengan NPK yang disiramkan ke tanaman.

loading...
Membuat Tanaman Tilandsia Mini Unik | Penulis | 4.5