Memperbanyak Tanaman Hias Philo Eceng

Memperbanyak tanaman hias Philo eceng.Perbanyakan tanaman-khususnya pada philo eceng-memiliki beberapa ujuan utama. Selain untuk memecah tanaman agar tak terlalu rimbun dan menghasilkan tanaman baru, secara spesifik perbanyakan dapat dilakukan untuk memperoleh hibrid-hibrid.

Memang tak bisa dipungkiri, jenis kultivar baru cenderung memiliki patokan harga lebih tinggi dipasaran. Apalagi jika diperoleh hasil dengan sosok berbeda dan distok dalam jumlah terbatas. Naluri bisnis para nursery dan kreativitas hobiis yang kuat turut pula medukung hadirnya varitas-varitas baru.

Tak berbeda dengan rekan sefamilinya, philo eceng bisa diperbanyak melalui metode generatif dan vegetatif. Setiap metode perbanyakan ini memiliki kelebihan dan kelemahan, terutama mengenai jangka waktu pertumbuhan dan hasil yang diperoleh. Semua tergantung pada tujuan serta kebutuhan sang pemilik.

Baca Juga:

Metode Generatif

Metode generatif banyak dilakukan dinegara asal flora tropis ini. Di Indonesia sendiri, perbanyakan secara generatif masih belum bisa diterapkan karena iklim tumbuh yang kurang sesuai bagi perkembangbiakan tanaman.

Perkembangan bunga menjadi buah

Dalam proses perkembangannya, ‘si hijau kembung’ akan melewati tahap penyerbukan untuk menghasilkan biji yang berada dalam buah. Penyerbukan ini bertujuan untuk mempertemukan sel kelamin jantan di serbuk sari dengan sel kelamin betina yang terdapat pada putik walaupun tingkat keberhasilan pembuahan sangat kecil.

Seperti jenis-jenis Araceae lain, philo eceng termasuk tanaman berumah satu (monoceous), yaitu bunga jantan dan betina terdapat pada satu tanaman. Bunga philo eceng tumbuh di antara ketiak daun dengan warna memikat. Bunga terdiri atas dua bagian, yaitu seludang (spathe) dan sumbu tongkol (spadik).

Seludang berbentuk tabung semi terbuka padasebagiansisi dan ujung agak meruncing, mirip kepala ular cobra. Hal yang paling menarik ialah warna merah pekat dibagian dalam dasar seludang. Warna kontras merah perlahan berbaur sempurna dengan warna dasar kuning pucat spathe.

Sumbu tongkol muncul terlindungi seludang, berwarna putih gading dengan panjang mencapai 17 cm. Bunga betina philo sesungguhnya berukuran mini,berjejal rapat pada spadik.memperbanyak tanaman hias philo eceng

Artikel terkait

Bunga philo eceng bersifat dchogamos yaitu kematangan bunga jantan dan betina tidak trejadi secara bersamaan. Bunga betina matang sehari lebih awal dari bunga jantan. Hal ini menyebabkan kemungkinan terjadinya penyerbukan alami. Secara teoritis, philo eceng dapat pula dikawinkan dengan species philo lain yang tumbuh merumpun. Namun demikian, berhasil atau tidaknya upaya tersebut belum bisa diketahui dengan pasti.

Sesungguhnya bunga baru akan muncul setelah tanaman memasuki tahap usia dewasa, yaitu umur 2-3 tahun. Bunga jantan masak bisa diidentifikasikan dari munculnya serbuk sari berwarna kekuningan dan mudah rontok pada bagian tongkol.

Kumpulan spadik bunga betina terdiri atas kumpulan putik. Jika telah matang, bunga betina akan berlendir di permukaan putiknya. Keadaan ini mengindikasikan bahwa putik telah memasuki masa reseptif, siap menerima serbuk sari. Sekresi lendir terjadi 2-3 minggu setelah seludang terbuka.

Jika penyerbukan sukses, benjolan-benjolan kecil berwarna agak kehijauan akan muncul disekujur spadik bunga betina. Perubahan ini terjadi sekitar 2-3 minggu kemudian. Tongkol pun terlihat lebih besar, berat, dan gemuk dari ukuran semula.

Bila tak ada gangguan, bulir-bulir calon buah baru masak setelah 3-4 bulan berlalu. Pematangan buah terlihat dari perubahan warna bulir menjadi kuning kecokelatan. Kegagalan penyerbukan mungkin terjadi bila penyerbukan dilakukan setelah lewatnya masa reseptif putik.

Penyebab lain ialah mandulnya serbuk sari sehingga tidak bisa membuahi putik atau terjadi ketidakcocokan (incompatibility) antara sel kelamin jantan dan betina. Ketikberhasilan tersebut ditandai dari kering dan layunya tongkol bunga.

Pemanenan bisa dilakukan kala buah telah matang. Buah dapat langsung dipetik satu persatu dari tongkol atau dipotong terlebih dahulu dari tangkai untuk meminimalkan kerusakan tanaman. Biji berada dalam kualitas tertinggi saat buah matang dan sebaiknya segera di panen. Penundaan waktu panennya hanya akan menyebabkan penurunan kualitas biji dan hasil, kerontokan biji, dan kerusakan biji akibat cendawan atau hama.

Biji philo eceng diperoleh dengan memencet bagian daging buah hingga biji keluar. Pemisahan ini dilakukan untuk mencegah pembusukan biji saat penyemaian. Dalam sekali perkawinan, bisa diperloeh ratusan biji, tergantung frekuensi penyerbukan, tingkat kematangan buah, dan induk tanaam (bila hasil silangan).

Bila philo eceng berukuran mini, hanya sebesar biji selasih. Biji yang telah dikupas, dicuci bersih hingga terasa kesat lalu diangin-anginkan. Setelah itu, tahap penyemaian biji pun bisa dilaksanakan.

loading...
Memperbanyak Tanaman Hias Philo Eceng | Penulis | 4.5