Mengenal lebih Dekat Bunga Euphorbia

Kecantikannya di pot membuat euphorbia tidak hanya cocok sebagai penghias meja atau sudut teras rumah. Kini, euphorbia marak ditanam sebagai penghias teras dan taman dengan ragam penyajian.

Banyak hobiis baru yang terjun menggeluti euphorbia. Bahkan ada seorang pengusaha yang rela meninggalkan pekerjaannya dan beralih memperbanyak serta merawat euphorbia. Hasilnya, pekerjaan tersebut memberikan pendapatan sebesar Rp 9.000.000 per bulan.

Masih banyak hobiis lain yang memperoleh laba dari perniagaan euphorbia di lahan sempit. Semula, mereka hanya hobi mengoleksi bunga delapan dewa tersebut. Lama-kelamaan tanaman diperbanyak sehingga koleksinya bertambah banyak.images (14)

Pemasaran euphorbia relatif murah. Hal itulah yang menjadi alasan utama beberapa hobiis untuk membuka nurseri. Hanya dengan memasang papan bertuliskan “Menjual Tanaman Hias Euphorbia” di depan rumah, orang yang lalu lalang pun tertarik untuk masuk ke kebun mereka. Kelebihan lain dari tanaman ini adalah tidak membutuhkan lahan luas sehingga memungkinkan untuk dibudidayakan di halaman sempit.

Alasan itulah yang membuat euphorbia tidak pernah absen disetiap nurseri dan kios-kios pasar tanaman hias. Hamparan euphorbia yang mendominasi kebun juga terlihat di pasar tanaman hias beberapa kota besar seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Medan, bahkan Manado.

Permintaan euphorbia terus melonjak. Apalagi beredar kabar dari Thailand bahwa persediaan bibit euphorbia telah habis. Hal tersebut membuat perkebunan menjadi kabut-kabut karena permintaan tanaman hias berduri itu terus mengalir. Supaya perniagaan tanaman sukulen tersebut dapat terus berjalan, beberapa pedagang memburu tanaman tersebut hingga ke Taiwan. Negara tersebut ternyata tidak kalah andal dalam menghasilkan euphorbia yang cantik. Di sana, bunga delapan dewa menghampar di taman-taman kota.

Artikel terkait

Kedatangan euphorbia asal Taiwan menambah panjang daftar tanaman hias berduri di tanah air. Jumlahnya mencapai ratusan jenis. Bunganya pun bervariasi, mulai dari yang mini hingga ukuran besar. Penampilan bunga juga semakin aktif, terlebih dengan adanya corak atau setrip di atas mahkota. Jenis baru tersebut berasal dari persilangan antarjenis (hibrida).

Di Taiwan, euphorbia diperbanyak dari biji sehingga bunga-bunga unik melimpah. Sebagai contoh, ada euphorbia yang memiliki setrip putih melingkar di tengah mahkota berwarna merah muda dan lembut.

Untuk mendapatkan tanaman asal Madagaskar di Taiwan tidak mudah. Hal ini dikarenakan hasil penangkaran dari biji tidak pernah dilepas ke pasar lokal. Para penangkar tidak menginginkan harga jenis tanaman tersebut jatuh. Euphorbia yang dijual di pasar lokal hanya jenis tertentu seperti somonas, denmark hybrid, dwarf apache, dan small word. Hasil perbanyakan biji justru banyak diekspor ke Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah.

Peredaran euphorbia jenis baru relatif lambat di pasar lokal. Kondisi ini menandakan bahwa penggemar tanaman berduri tersebut belum jenuh. Apalagi, tren euphorbia selalu berubah. Sebagai contoh, hobiis Taiwan saat ini menyukai euphorbia berbunga kecil. Padahal, sepuluh tahun silam, euphorbia asal Thailand juga beredar di pasaran tanaman hias di sana.

Saat ini, tren euphorbia yang berbunga mini juga melanda di Indonesia. Kondisi ini memacu pekebun unutk memproduksi euphorbia mini dari biji. Ternyata, euphorbia mini dari tanah air pun tidak kalah elok dibandingkan dengan euphorbia mini dari Thailand dan Taiwan.

loading...
Mengenal lebih Dekat Bunga Euphorbia | Penulis | 4.5