Mengenal Tanaman Hias Dan Bibit Philodendron

Mengenal Tanaman Hias Dan Bibit Philodendron-Identifikasi suatu tanaman didasarkan pada bentuk batang, daun, akar, bunga, dan buahnya. Lebar daun philo bervariasi, mulai dari yang berukuran kecil (< 10 cm) sampai yang super besar (1 m). Bentuk daun bervariasi, ada yang berbentuk hati, lonjong berujung lancip seperti tombak, dan ada pula yang tidak beraturan/menjari seperti daun pepaya. Tekstur daun umumnya halus dan mengilap seperti dilapisi lilin.

Ada 2 tipe pertumbuhan philodendron, yaitu memanjat/merambat (climbers) dan tumbuh tegak yang ruasnya pendek-pendek (shurbs).

Helaian daunnya berwarna-warni, mulai dari kuning hijauan, hijau muda, hijau tua, hingga ungu/merah pekat. Yang menjadi daya tarik philo adalah perbedaan warna yang tajam antara daun muda dan tua.

Baca Juga:

Batang

Batang philo tidak berkayu (herbaceus), beruas-ruas dan berbentuk tunggal dengan bagian ujung tumbuh ke atas. Pada jenis yang merambat, batang terus tumbuh menjulang ke atas hingga setingga 3 m, bahkan lebih. Philo yang tumbuh tegak, batang menyembul di atas tanah. Daun-daunnya yang tua pada batang sebelah bawah akan layu gugur.

Setiap ruas muncul tangkai daun dan mata tunas. Umumnya perbanyakan menggunakan potongan-potongan batang tunggal ini karena dapat membentuk pucuk baru. Pola demikian dapat ditemui pada philodendron burgundy dan philodendron imbe.

Pada jenis lain, dijumpai pola pertumbuhan dengan ujung batang terbatas. Artinya, pertumbuhan batang dilanjutkan dengan munculnya anakan baru di sampingnya. Contohnya, Philodendron selloum, Philodendron ”Green congo”, dan Philodendron melanodii.Mengenal Tanaman Hias Dan Bibit Philodendron

Daun

Bentuk daun philo bervariasi, dari sempit memanjang (Philodendron mortianum) sampai bulat panjang (philodendron williamsii) atau lonjong dengan ujung meruncing (Philodendron ”Golden ball”). Beberapa jenis berbentuk hati (Philodendron cprcovandense) atau menjari seperti daun pepaya (Philodendron selloum).

Daun philo memiliki tulang daun yang melintang dengan helaian daun. Tebal daun bervariasi dari tipis (Philodendron ”Tricolor”) sampai tebal berdaging (Philodendron martianum).

Daun melekat pada batang dengan kedudukan satu helai setia[ ruas dan saling melintang secara teratur. Munculnya daun baru sekitar 1-1,5 bulan. Kelebihan lain, daun tidak mudah rontok.

Akar

Akar muncul di bagian pangkal batang dan setiap ruas di bawah tangkai daun (aerial root). Philo yang ditanam di tanah, panjang akar hingga mencapai kedalaman 50 cm. Bila dtanam di pot, akar-akarnya yang panjang melingkar-lingkar dan saling melilit/menumpuk tidak beraturan, bahkan beberapa diantaranya  menyebul ke permukaan media.

Akar yang sudah akan menjadi cokelat dan kering, kemudian fungsinya digantikan akar-akar baru yang tumbuh. Pada jenis philo merambat terdapat banyak akar udara (aerial root), yaitu akar yang keluar dari batang bagian atas. Ketika masih aktif, akar berujung hijau kecokelatan. Akar akan menempel di media yang lembap.

Bunga

Bunga philo terdiri dari 2 bagian utama, yaitu seludang (spatha) dan tongkol (spadix). Seludang adalah bagian yang tertutup atau pelindung terluar tongkol berbentuk bulat. Warna selundang bervariasi, dan putih, dari putih, kuning, hingga hijau gelap.

Artikel terkait

Ketika bunga mekar, seludang terbuka hingga tampak tongkol tempat melekatnya bunga. Pada philodendron solimoesense panjang tongkolnya 22-32 cm saat selundang terbuka penuh. Seludangnya bertekstur lembut berwarna putih pada bagian dalam dan hijau pada bagian luar.

Philo termasuk tanaman berumah satu (monoceus) yang berarti bunga jantang dan betina ada dalam satu tanaman, tetapi keduanya tidak bisa menyerbuk sendiri. Pembuahan terjadi saat seludang terbuka sekitar 1-2 hari (seludang terbuka, masak bunga sampai penyerbukan ). Di alam, penyerbukan di bantu oleh kumbang (Coleoptera).

Biji dan buah

Buah philo berwarna kuning, orange, atau hijau saat masak. Dalam buah terdapat biji yang banyak berbentuk oval sebesar biji selasih. Buah siap panen setelah 4-6 bulan sejak terjadinya penyerbukan.

Karakter

Di alam, philodendon tumbuh subur di tempat yang teduh, terutama di bawah perpohonan besar dengan intensitas cahaya sedang dan suhu hangat. Umumnya di tempat itu memiliki suhu yang rendah, sekitar 24-29 derjat C dan kelembapan tipe sedang.

Meski demikian, philo termasuk tanaman yang memiliki daya adaptasi tinggi, bisa bertahan hidup di lingkungan dengan cahaya intensitas rendah dan kekurangan air. Namun, agar philo tumbuh bagus maka sebaiknya memahami sifat dan karakteristiknya dikaitkan dengan lokasi setempat.

Faktor sinar matahari atau cahaya berpengaruh pada pertumbuhan philo, yaitu intensitas, lama/panjang penyinaran, dan kualitas sinar. Ada beberapa jenis philo yang relatif tahan terhadap cahaya matahari, seperti Philodendron ”Millo”. Tipe ini dapat ditanam di halaman/taman tanpa dipasangi peneduh.

Lain halnya philodendron ”Golden ball” dan Philodendron ”Emerald green” yang ”alergi” alias tidak dapat menerima cahaya matahari penuh. Cahay terlalu kuat akan menghanguskan daun dan bila hal ini terus dibiarkan akan menyebabkan kematian.

Philo ini membutuhkan 15-20% cahaya matahari penuh. Makanya, sebaiknya tanaman diletakkan ditempat eduh (teras), di bawah peneduh (pohon besar), atau dipasang penaung (net).

Sebaliknya bila kekurangan cahaya dapat mengakibatkan tanaman tidak berkembang dengan baik. Ciri-cirinya daun pucat, lemas, dan lunak. Selain intensitas, panjang penyinaran juga berpengaruh pada pertumbuhan dan pembungaan saat tanaman dewasa.

Lokasi yang baik memiliki lama penyinaran 8-10 jam sehari. Soal kualitas sinar terhadap pertumbuhan tidak menjadi masalah karena Indonesia termasuk negara tropis yang umumnya memiliki sinar/cahaya yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis.

Sama halnya dengan manusia. philo pun akan tumbuh dengan baik pada suhu yang diinginkannya. Philo menginginkan lokasi bersuhu 24-29 derjat C. Suhu terlalu panas dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat menghambat pertumbuhan.

Apabila suhu tinggi maka harus diimbangi dengan kelembapan tinggi dan sirkulas udara yang baik. Penanaman skala massal di nurseri biasanya dipasang spaying,blower, atau kipas angin untuk menurunkan suhu lingkungan.

Setelah sinar matahari dan suhu, ada hal lain perlu diperhatikan, yaitu kelembapan yang optimal agar philo tumbuh baik. Kelembapan udara ternyata berkaitan erat dengan kedua faktor yang telah disebutkan di atas (sinar matahari dan suhu).

Philo membutuhkan kelembapab sedang, antara 50-75%. Umumnya didaerah tropis, seperti Indonesi, memiliki kelembapan yang sesuai untuk philo. Hanya tergantung daerahnya, didataran rendah atau tinggi.

Kalau di dataran rendah, udara cukup panas dan sirkulasi baik. Untuk menurunkan kelembapan hingga 50% permukaan daun disemprot. Namun, penyemprotan sebaiknya tidak membasahi media supaya tidak layu akibat penguapan terlalu tinggi.

loading...
Mengenal Tanaman Hias Dan Bibit Philodendron | Penulis | 4.5