Merawat Dan Menanam kaktus Ala Rumahan

Merawat dan menanam kaktus ala rumahan.Bibit tanaman  kaktus yang sudah dibeli sebenarnya bisa langsung di tanam di  tanah rumah atau diletakkan di meja tamu, meja komputer, atau diatas monitor. Namun, agar kondisi tanaman berduri ini tetap prima sebaiknya dilakukan adaptasi terlebih dahuludengan lingkungannya yang baru.

Pasalnya, lokasi sangat menentukan pertumbuhan dan kesehatannya. Menurut pengalaman, kaktus yang dirawat di Lembang, Bandung, atau daerah yang dingin cenderung memiliki duri yang tebal dan bagus, Berbeda dengan kaktus yang dipelihara di daerah panas, seperti Semarang umumnya berduri tipis.

Kaktus yang tumbuh besar akan menyebabkan ruangan di pot tidak dapat menampung batang kaktus yang kian membesar membesar. Selain itu, pertumbuhan kaktus pun terganggu sehingga perlu dilakukan pemindahan (repotting). Penanaman kaktus di pot yang baru pun perlu dilakukan dengan hati-hati. Tujuannya agar kaktus tetap tumbuh dan berkembang dengan baik.

Baca Juga:

Pemilihan Bibit Unggul.

Meski termasuk tanaman yang mampu beradaptasi, bibit kaktus yang dibeli di nursery pun sebaiknya tidak langsung dipajang diruangan. Ada baiknya bila tanaman baru itu dikondisikan di rumah. Caranya, tanaman diletakkan ditempat yang teduh, intensitas cahaya matahari sedang, kelembapan udara yang cukup, dan sirkulasi udara baik. Penyiraman dapat dilakukan seminggu sekali, atau dengan melihat kekringan dari medianya. Setelah seminggu, barulah kaktus diletakkan di dalam ruangan, baik diatas meja tamu, meja kerja, atau dipojok ruangan.

Perlakuan bibit hasil perbanyakan sendiri baik semai atau setek harus mendapat perawatan ekstra agar tumbuh normal. Umumnya bibit ini ditanam di nampan atau pot ceper. Bibit ini dibesarkan terlebih dahulu hingga dewasa.

Bibit asal semai biasanya disebar secara merata dipermukaan media sehingga ketika sudah tumbuh jarak tanamnya tidak beraturan. Hal ini tentu saja mempengaruhi pertumbuhannya. Bibit yang tumbuh berdesak-desakan sebaiknya dipindahkan ke wadah lain sehingga jarak tanaman tidak terlampau rapat. Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang gerak tumbuh.merawat dan menanam kaktus ala rumahan

Lain halnya bibit asal setek jarak tanamnya telah diatur, misal 1 cm x 2 cm. Bibit ini dibesarkan hingga siap dipindahkan ke pot lain. Pembesaran secara soliter dipot merupakan salah satu alternatif yang baik. Selain penampilan dapat menunjang keindahan, penanaman di pot juga cukup memudahkan dalam perawatannya.

Artikel terkait

Kaktus dari persemaian sebaiknya tidak sekaligus dipindahkan ke pot yang lebih besar. Pemindahan harus bertahap, dari ukuran kecil, sedang, dan besar. Hal itu dikarenakan pertumbuhan kaktus lamban. Itu pun tergantung jenisnya. Ada jenis kaktus yang tumbuh lamban sehingga tidak memerlukan pemindahan pot dalam jangka waktu lebih 2 tahun. Contohnya kaktus dari genus Chephalocereus dan Echinocactus. Lain hanya genus Opuntia yang cepat pertumbuhannya dan memerlukan pergantian pot setiap tahun.

Media Tanam Kaktus.

Kaktus yang sudah besar bisa ditanam secara soliter dipot. Langkah awal penanaman adalah menyiapkan media yang sesuai dengan kebutuhan tanaman gurun pasir ini. Pasalnya, media itu ibarat dapur untuk berbagai hara esensial sebelum diserap akar untuk disalurkan ke batang, daun dan bunga.

Seperti keluarga sukulen lainnya, kaktus membutuhkan media kering dan porous. Dengan media itu akar tidak terlalu lama mengikat air. Akar pun lebih efisien memanfaatkan air. Itu sebabnya tanah merah atau tanah liat tidak digunakan sebagai media tanam karena daya ikat airnya tinggi. Volume air yang terlalu berlebihan di media dapat menyebabkan batang membusuk.

Campuran media tanam

Idealnya, media harus sesuai dengan tanaman dihabitat asalnya. Campuran medi harus bersifat porous yang dapat terlalu lembap atau becek menyebabkan akar busuk. Hal itu bisa dilihat dengan mengorek media. Apabila terasa basah maka media tersebut tidak bersifat porous.

Ada beberapa media yang dapat digunakan, seperti serbuk batu kapur, puing tembok, dan serpihan rumah keong. Pupuk kandang atau kompos bisa ditambahkan untuk mencukupi kebutuhan hara. Yang penting kedua bahan itu sudah matang, dicirikan berwarna hitam, tidak lengket, dan tidak bau. Porositas media dapat ditingkatkan dengan memberi pecahan kasar batu bata dan pasir kasar atau pasir malang.

Komposisi media yang dapat dipilih antara lain tanah porous, pupuk organik, dan pasir kasar dengan perbandingan 3:1:1 Alternatif lain, tanah porous, pasir kasar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:2:1. Formula seperti tanah porous, pasir kasar, bubuk bata merah, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1:1.

Kebersihan Media Tanam.

Sebelum digunakan sebaiknya media dibersihkan terlebih dahulu. Tujuannya agar kaktus terbebas dari bibit penyakit. Sebelum media dicampur, kukus lah selama 1-2 jam. Cara lain dengan menjemur media yang akan digunakan 1-3 hari. Pupuk kandang yang digunakan sebaiknya sudah matang dan steril. Bahan itu pun perlu diayak sampai halus.

Sebelum ditanami, media disemprot  dahulu dengan fungisida. Dosisnya 1 g/l air untuk 5 tanaman atau 200 ml/tanaman. Fungisida berfungsi berfungsi untuk mencegah busuk akar. Jika ingin menanam dalam jumlah besar sebaiknya media disiapkan 1-2 hari sebelum penanaman tiba.

loading...
Merawat Dan Menanam kaktus Ala Rumahan | Penulis | 4.5