Pemeliharaan Dan Parawatan Harian Tanaman Tabulampot

Penyiraman pada tanaman dalam pot menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Jika tidak turun hujan perlu dilakukan penyiraman 1-2 hari sekali, yang terpenting media tanam dalam pot dijaga agar tidak mengalami kekeringan ataupun kelebihan air. Cara penyiraman perlu diperhatikan. Penyiraman dengan cara menyiramkan air keseluruh bagian tanaman dapat membuat tanaman terlihat bersih, akan tetapi jika tanaman sedang berbunga hal ini perlu dilakukan secara cermat agar siraman air tidak membuat bunga rontok.

Oleh karena itu, ada baiknya penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor atau nozzle.

Penyianganimages

Baca Juga:

Setelah 1-2 bulan setelah tanam, perlu dilakukan penyiangan untuk membersihkan rumput dan gulma yang mengganggu. Jika tanaman sudah tumbuh besar gangguan tersebut tidak berarti, tetapi jika tanaman masih kecil akan sangat berarti karena akan mengganggu pertumbuhan tanaman sawo. Gangguan tumbuhan parasit seperti benalu juga harus diperhatikan.

Jika kelihatan pada ranting pohon sawo terdapat benalu atau parasit agar segera dibersihkan dengan cara memotong ranting tempat benalu menempel. Pemotongan sebaiknya dilakukan sebelum benalu berbunga.

Perlu pula dilakukan pemberantasan benalu pada pohon lain di dekat tanaman sawo untuk mencegah penularan pada tanaman sawo lainnya. Untuk tanaman sawo dalam pot, perawatan ini tidak begitu digunakan, akan tetapi jika ada tumbuhan pengganggu dalam pot segera dicabut saja lalu dibuang.

Pembubunan/Pendangiran

Pada saat penyiangan, dapat juga dilakukan pembubunan tanah di sekitar tanaman. Pembubunan dilakukan untuk menggemburkan tanah di sekitar tanaman sawo dan untuk memperkokoh batang tumbuhnya. Pendangiran pada pot hanya dilakukan jika media dalam pot sudah tampak memadat.

Artikel terkait

Pemupukan Lanjutan

Sebagai pedoman pemupukan dapat diberikan 250-500 gr urea/pohon/tahun sebelum tanaman sawo berbuah. Pemupukan ini dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan batang dan daun, karena urea adalah sumber N yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan batang dan daun.

Bila tanaman sudah waktunya berbuah, kurang lebih berumur 4 tahun, dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk majemuk NPK (10-20-15) yang kandungan fosfor (P) dan Kaliumnya (K) tinggi sebanyak 500 gr/pohon tiap tahun. Bila tidak ada NPK bisa diganti dengan pupuk urea, DS, dan KCI sebanyak 108 gr, 277 gr, dan 144 gr. Sedangkan tanaman sawo dalam pot hanya membutuhkan pupuk NPK tersebut sebanyak 50 gr/tanaman setiap 2 bulan sekali, dan pupuk daun setiap 1-2 minggu sekali dengan dosis yang tertera pada tanaman.

Unsur P bagi tanaman berfungsi untuk mempercepat pembungaan, sedangkan unsur K berfungsi untuk menjaga bunga dan buah supaya tidak mudah gugur.

Jumlah pupuk tersebut secara bertahap ditingkatkan sampai 2 kg/pohon tiap tahun untuk tanaman sawo yang telah berumur 15 tahun. Selain urea dan NPK yang diberikan, perlu juga diberikan pupuk kandang sebanyak 10 kg/pohon untuk memperbaiki struktur tanah.

Pemberian pupuk lanjutan tersebut dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Dosis yang diberikan setengah dari yang disebutkan diatas.

Cara pemberian pupuk dengan menaburkan pupuk ke dalam parit yang digali di bawah pohon mengelilingi lingkaran tajuk dengan lebar dan kedalaman 10 cm. Dapat juga ditanam pada empat lubang di bawah tajuk pohon dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm untuk tiap lubang. Sedangkan untuk pemupukan dalam pot caranya adalah dengan mengangkat tanah yang bersinggungan dengan pinggir pot sedalam 10 cm, kemudian ditimbun lagi setelah pupuk dimasukkan.

loading...
Pemeliharaan Dan Parawatan Harian Tanaman Tabulampot | Penulis | 4.5