Penanaman dan perawatan Tabulampot Agar Berbuah Lebat

Seperti telah dikemukakan di depan, bahwa Anda disarankan untuk mencari bibit tanaman buah untuk tabulampot di penangkar terpercaya yang memiliki sertifikat. Hal ini karena bibit tersebut bibit tersebut terjamin kualitasnya. Selain itu untuk memperkecil resiko bibit rentan terhadap hama dan penyakit. Pada saat Anda membeli bibit, sebaiknya Anda membeli bibit permanen yang masih berada dalam polybag. Bibit yang Anda beli harus sehat, daunnya hijau segar, dan tumbuh normal alias bukan cabutan.

Langkah selanjutnya yaitu biarkan bibit beradaptasi terlebih dahulu. Sementara itu, Anda menyiapkan pot sesuai ukuran besar kecilnya bibit. Semua bentuik pot berbahan semen, plastik, keramik atau porselen bisa digunakan. Namun, Anda dapat mempertimbangkan kelebihan dan kelemahan pot dengan membaca halaman sebelumnya. Sebagai contoh untuk bibit setinggi 50 cm, Anda bisa menggunakan pot dari bahan apapun yang berdiameter 30 cm. Namun, untuk tabulampot yang berukuran besar, sebaiknya gunakan wadah tanam berupa drum. Ukuran drum sebaiknya agak besar, sebab ukuran bibitnya juga agak besar. Sebagai pedoman, jika bibit setinggi 60-75 cm maka gunakan drum dengan diameter sekitar 50-60 cm. Drum ini harus diberi lubang-lubang kecil di bagian dasarnya, kemudian diberi ganjalan berupa batu bata atau batako, sehingga pembuangan air penyiraman lancar.images (2)

Setelah itu, ambil pecahan genting atau bata merahdan letakkan di dasar pot. Genting tersebut kemudian dilapisi dengan ijuk lalu disiram dengan air. Namun, sebelum langkah ini anda lakukan, Anda sebelumnya telah mempersiapkan media tanam ini tergantung selera dan kebutuhan. Ada yang komposisinya campuran antara tanah, sekam, dan humus (1:1:1). Bisa juga campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1) atau tanah dicampur pupuk kandang dan serbuk gergaji (2:1:1). Sedangkan, media tanam moderen bisa berupa campuran tanah dengan pupuk organik Super TW-Plus (6:1).  Namun apabila Anda menggunakan pot dryum, maka pertama-tama masukkan pecahan batu bata ke dasar drum hingga mencapai seperempat bagian drum. Setelah itu, diatasnya isikan selapis ijuk atau humus daun-daun kering. Lalu masukkan pupuk kandang hingga mencapai 2 cm dibawah bibir drum. Siram hingga media cukup basah.

Baca Juga:
Artikel terkait

Sesudah itu, ambil sebagian media tanam dari pot. Kemudian bibit dikeluarkan dari polybag beserta tanahnya. Lakukan dengan hati-hati. Sebelum dipindah, bibit tanaman harus dipindah dulu, maksudnya agar tanah dalam polybag tidak hancur. Selain itu sisi polybag tidak hancur. Setelah sisi polybag digunting, dan tanaman dikeluarkan dengan hati-hati, jangan sampai bola tanah dalam polybag pecah, sebab jika itu terjadi akar tanaman bisa putus. Bibit yang memiliki cabang, ranting, daun, dan akar yang berlebihan sebaiknya dipangkas. Selanjutnya, bibit tanaman dalam posisi tegak. Ingat, tanam bibit tersebut dibagian tengah pot, kemudian media tanam diisikan lagi dipot, namun tidak sampai penuh, batas maksimal pengisian media 10 cm dari bibit. Sehingga media tidak berhamburan saat disiram. Setelah itu tanaman harus segera disiram. Penyiraman tidak terlalu banyak agar media tidak cepat mengeras. Selama seminggu tanaman harus diletakkan ditempat yang teduh. Jika dirawat dengan baik, diperkirakan 1-2 tahun kemudian kita sudah bisa memanen dari tabulampot buatan sendiri.

Setelah itu, letakkan tabulampot ditempat yang teduh terlebih dahulu, dan beri tutup kantung pelastik transparan. Jika sudah tumbuh tunas-tunas baru, singkirkan tutup dan pindahkan ditempat yang sesuai. Temopat yang digunakan untuk meletakkan tabulampot harus terbuka, terjena sinar matahari pada pagi hari hingga pukul 11, aman dari segala gangguan, dan lingkungan sekitarnya mendukung. Dengan demikian, tabulampot anda akan tumbuh subur dan produktif.

Apabila Anda memiliki lebih dari 1 tabulampot letaknya berjajar dan teratur. Tetapi Anda juga bisa mengaturnya dengan tidak berjajar, karena harus disesuaikan dengan kondisi setempat. Yang penting jarak antar pot sekurang-kurangnya 2 x 2 meter.

Jangan lupa rajin menyiram tabulampot Anda. Anda dapat menyiram menggunakan selang pelastik atau dengan sistem tali sumbu dan sistem irigasi tetes sederhana.

Walaupun media tanam yang digunakan sudah mengandung pupuk, namun sebaiknya tabulampot Anda tetap dilakukan pemupukan susulan. Sebulan setelah tanam, lakukan pemupukan dengan Urea, TSP, dan KCL (2:2:), 2 sendok makan per pohon. Benamkan campuran pupuk di sekeliling pot sedalam 10 cm. Jika tabulampot mulai berbunga, beri pupuk NPK (15-15-15) sebaiknya 1 sendok makan per pohin. Jangan lupa, terlebih dahulu larutkan pupuk dalam 10 liter air, kemudian siramkan pada media hingga cukup basah. Apabila tanaman sudah rutin berbuah, tetap lakukan pemupukan sekurang-kurangnya 4 bulan sekali. Gunakan pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 1 sendok makan per pohon, langsung benamkan sedalam 10 cm disekeliling pot.

loading...
Penanaman dan perawatan Tabulampot Agar Berbuah Lebat | Penulis | 4.5