Pengendalian Hama dan Penyakit Buah Melon

Pengendalian hama dan penyakit buah melon.Hama serta penyakit yang sering menyerang buah melon sangat banyak.cara yang bisa kita lakuakan dengan cara memadukan satu atau lebih teknik pengendalian dengan mengutamakan cara mekanis dan kultur teknis. Apabila sudah tidak memungkinkan maka dilakukan prosedur pengendalian dengan cara penyemprotan pestisida secara selektif.

Penyemprotan harus dihentikan minimal dua minggu sebelum panen. Pencampuran pestisida dengan air dilakukan secara hati-hati dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan dan mengganggu kesehatan pekerja.

Pestisida yang tidak habis dan botol atau kaleng bekas wadah harus dimusnahkan ditempat pembuangan limbah atau dikubur ke dalam tanag yang jauh dari sumber air. Setelah digunakan, peralatan harus segera dicuci dan limbah pencucian dibuang ke dalam bak peresapan.

Baca Juga:

Limbah tersebut tidak boleh mencemari sumber air.  Pekerja yang melakukan penyemprotan sebaiknya sudah pernah mendapatkan pelatihan mengenai cara penggunaan alat semprot atau sudah berpengalaman.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman (HPT) melon perlu dilakukan untuk mencegah kerugian berupa kehilangan hasil (kuantitas) dan penurunan mutu (kualitas) produk yang melampaui ambang ekonomi. Untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit, perlu dilakukan pengamatan tanaman secara rutin.

Pekerja yang melakukan penyemprotan dilengkapi dengan peralatan khusus sebagai pelindung tubuh, seperti sarung tangan, masker, kaca mata, topi, sepato boot, baju, dan celana panjang. Pekerja yang sedang melakukan penyemprotan pestisida, tidak diperkenankan makan, minum, atau merokok. Setelah kegiatan penyemprotan selesai, petugas harus segera membersihkan seluruh bagian tubuhnya dengan sabun dan air bersih.hama penyakit buah melon

Cara Penanggulan hama dan Penyakit

Agar tanaman melon dapat berproduksi optimal, diperlukan aplikasi teknik budidaya yang baik. Pencegahan hama dan penyakit sejak dini adalah  salah satu upaya penting untuk menjaga agar tanaman dapat memberikan hasil yang menguntungkan bagi pekebun.

Selain itu, perlu diketahui juga gejala-gejala kekurangan unsur hara yang tampak pada bagian-bagian tanaman. Indentifikasi masalah dibedakan menjadi hama, penyakit, dan kekurangan unsur hara.

Hama adalah makhluk hidup yang memakan bagian-bagian tanaman atau mengisap cairan dari jaringan tanaman (daun, batang, dan akar). Hama dapat merusak tanaman secara langsung maupun tidak langsung. Gangguan atau serangan hama dapat terjadi sejak benih, pembibitan, pemanenan, hingga di gudang penyimpanan.

Gangguan dan serangan itu dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Secara umum, sebagian besar hama berasal dari golongan serangga. Namun, ada juga beberapa golongan lain, seperti siput dan tikus.

Kutu daun

Artikel terkait

Serangan kutu daun disebabkan oleh kutu aphids (Aphis gossypii). Gejalan yang tampak saat kutu aphids menyerang adalah daun tanaman menggulung dan pucuk tanaman menjadi keriting akibat cairan daunnya dihisap hama. Ciri lainnya yaitu terdapat getah cairan yang mengandung madu dan dari kejauhan terlihat mengilap.

Penanggulangan kutu daun dilakukan dengan cara teknis dan kimiawi.

1 Cara kultur teknis

Cara teknis yang bisa digunakan untuk penanggulangan kutu daun sebagai berikut.

  • Sanitasi kebun dengan membersihkan gulma di sekitar pertanaman.
  • Pangkas daun yang terserang hama kemudian musnahkan dengan cara dibakar.
  • Tidak menggunakan pupuk nitrogen secara berlebihan.

2. Cara kimiawi

Penanggulangan cara kimiawi yang bisa dilakukan dengan cara penyemprotkan menggunakan insektisida berbahan aktif tetasipermetrin 30,36 g/l terutama pada bagian pucuk tanaman.

3. Cara budidaya

Pengolahan tanah yang sempurna untuk mematikan kumpulan telur atau pupa.

Lalat buah

Serangan hama ini disebabkan oleh Bactroceracucurbitae. Gejala yang muncul adalah buah yang terserang berwarna kehitaman dan keras. Pada buah tersebut timbul bercak bulat membusuk dan berlubang kecil. Buah juga akan rusak dan rontok.

Penanggulangan hama ecara kultur teknis bisa dilakukan dengan sanitasi lingkungan, mengumpulkan buah yang terserang kemudian dimusnahkan, dan menanam selasih di sekeliling kebun sebagai tanaman perangkap.

Pengendalian lalat buah dengan cara mekanik atau fisik bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  • Pembungkusan buah dengan kertas/kantong pelastik.
  • Penggunaan perangkap atraktan (bahan pemikat lalat buah) dalam perangkap yang terbuat dari toples plastik atau botol plastik bekas air minum. Bahan atraktannya berupa metil eugenol, proteinhidrolisa, selasih, atau dengan pemasangan perangkap kertas berwarna kuning yang dilumuri perekat.

Cara kimiawi dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif dimetoate 400 g/l, sipermetrin 30,36 g/l, pifronil.

Thrips

Secara hama ini disebabkan oleh Thrips parvispinus. Gejala yang muncul saat hama ini menyerang adalah daun muda atau tunas menjadi keriting, tanaman menjadi kerdil. Serangannya ditemui di tunas, daun, bunga, dan buah.

Serang menyerang dengan cara mengisap cairan daun dan bersembunyi dicelah-celah daun pucuk yang belum terbuka. Hama ini aktif menyerang pada pagi hari atau senja. Serangan hama ini akan menjadi sangat tinggi pada musim kemarau.

Penanggulangan thrips bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu secara teknis, mekanis, dan kimiawi.

1. Cara kultur teknis

Penanggulangan thrips secara teknis dilakukan dengan menjaga sanitasi lingkungan. Caranya dengan memusnahkan sisa-sisa tanaman dan inang lain disekitar tanaman.

2. Cara fisik/mekanis

Dilakukan dengan cara memangkas bagian tanaman yang terserang dan membakarnya.

3. Cara kimiawi

Penanggulangan thrips secara kimiawi bisa dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif dimetoate 400 g/l, sipermetrin 30,36 g/l, atau tetasipaermetrin 30 g/l.

loading...
Pengendalian Hama dan Penyakit Buah Melon | Penulis | 4.5