Perawatan Bunga Dalam Pot Agar Terus Berbunga

Di tingkat produsen, Bunga dalam pot memiliki keindah warna-warni itu tidak tumbuh begitu saja, melainkan diberi perlakuan khusus. cara perawatan bunga dalam pot agar terus berbunga harus dilakuan berupa manipulasi hormon , panjang hari dan vernalisasi agar bunga-bunga tersebut tampil dengan sosoknya yang indah dan kompak sehingga bisa akrab dengan selera pasar.

Sosok yang indah dan kompak dari bunga-bunga pot komersial itu tak lepas dari kejelian para produsen dalam ”membaca” selera pasar. Konsumen cenderung menyenangi bunga pot yang tangkai dan ruasnya tidak terlalu tinggi, daunnya rimbun, serta bunganya tumbuh seragam tidak terlalu tinggi, daunnya rimbun, serta bunganya tumbuh seragam dan kompak.

Bunga yang tumbuh tanpa perlakuan maka penampilannya cenderung kurang diminati konsumen. Tangkai atau ruasnya terlalu panjang dan pertumbuhan bunganya tidak kompak. Tak heran bila para produsen bunga pot seperti Saung Mirwan, Inkarla, Alam Indah Bunga Nusantara, ataupun Kebun Ciputri mentransfer teknologi pembungaan bunga-bunga pot dari para peneliti dan pakar tanaman hias.

Baca Juga:

Untuk membentuk bunga pot agar penampilannya cantik diperlukan perlakuan fisik berupa manipulasi panjang hari, vernalisasi, dan perlakuan hormonal dengan pemberian zat-zat kimia, seperti giberlin dan retardan. Sebelum memberikan perlakuan tersebut mutlak diketahui terlebih dahulu bahwa tanaman tersebut termasuk dalam kelompok tanaman hari panjang atau hari pendek. Pasalnya, perlakuan antara tanaman hari panjang dan hari pendek sangat berbeda.cara merawat bunga dalam pot

Perlakuan Panjang Hari

Berdasarkan panjang harinya, tanaman dapat di kategorikan menjadi tiga: tanaman hari panjang, tanaman hari pendek dan tanaman hari netral. Tanaman hari panjang adalah tanaman yang akan berbunga bila mendapat penyinaran melebihi batas minimal. Sebaliknya, tanaman hari pendek adalah tanaman yang akan berbunga kalau mendapat penyinaran kurang dari batas maksimum. Sementara tanaman hari netral adalah tanaman yang tidak tanggap terhadap lama penyinaran, artinya tanaman itu akan tetap berbunga tanpa pengaruh panjang hari.

Batas minimum dan maksimum panjang hari untuk masing-masing tanaman tersebut sangat bervariasi. Sebagai contoh, krisan memiliki batas maksimum 14 jam. Beberapa tanaman bunga pot komersial umumnya termasuk dalam tanaman hari panjang dan hari pendek. Spatifilum, anthurium, dan tanaman-tanaman keluarga Araceae lainnya termasuk dalam kelompok tanaman hari panjang, sedangkan tanaman hari pendek di antaranya adalah krisan, gerbera, geranium, kalanchoe, dan poinsetia.

Aplikasi Hormonal

Selain menggunakan penyinaran, untuk merangsang pembungaan tanaman hari panang juga bisa juga diberikan giberlin. Giberlin adalah zat perangsang tumbuh yang dihasilkan tanaman hari panjang untuk menggantikan peran fotoperiode dan vernalisasi (pembungaan pada suhu rendah) agar tanaman berbunga. Pada tanaman hari panjang, konsentrasi giberlin yang dikandungnya rendah pada saat mulai berbunga sehingga perlu tambahan giberelin dari luar. Lain halnya dengan tanaman hari pendek, pemberian giberelin pada saat tanaman mulai berbunga sudah mencukupi.

Instalasi penelitian Tanaman Hias (Inlithi) di Cipanas telah mencobakan aplikasi giberelin pada spatifilum spesies Australia. Jenis ini semula tidak berbunga meskipun telah berumur satu tahu. Namun, setelah diberi aplikasi 500 ppm, tanaman sudah bisa berbunga saat berumur 6 bulan. Menurut penelitian yang dilakukan Inlithi, pemberian giberelin sebesar 500 ppm tersebut sifatnya masih linear, kemungkinan masih mengalami peningkatan bila dosisnya ditambah. Sampai sekarang belum diketahui batas dosis maksimumnya.

Berbeda dengan tanaman hari panjang, tanaman hari pendek justru tidak menggunakan giberelin, melainkan zat penghambat tumbuh (retardan) yang berbahan aktif paklobutrazol, alar, maupun cycocel. Sistem kerja retardan ini pada dasarnya menghambat perpanjangan batang, memperpendek jarak ruas, meningkatkan warna hijau daun, mempengaruhi pembungaan sehingga memperkompak penampilan bunganya.

Artikel terkait

Aplikasi retardan biasanya dilakukan dengan disemprot. Konsentrasi pemberian retardan untuk masing-masing jenis tanaman berbeda. Krisan dan poinsetia menggunakan alar 85 (bahan aktif 85%) dengan konsentrasi optimum 2.500 ppm; kalanchoe 5.000 ppm; dan hydrangea 7.500 ppm. Pengguna alar ini untuk menghasilkan bunga agar berpenampilan menarik, tumbuh kompak, dan sesuai selera pasar. Hal senada juga diungkapkan para produsen bunga pot lain, seperti Saung Mirwan , Inkarla, dan Alam Indah Bunga Nusantara.

Bahan aktif lainĀ  dari retardan yang bisa diaplikasikan adalah paklobutrazol dan cycocel (CCC). Paklobutrazol berbahan aktif 0,4% biasanya diberikan pada berbagai tanaman bunga pot dengan cara disemprotkan dengan dosis berkisar anatara 8-63 ppm. Bahan ini diaplikasi saat tunas berukuran 3,75-5 cm dengan pengulangan dua minggu sesudahnya. Sementara cycocel bisa diaplikasikan pada poinsetia, geranium, dan krisan dengan konsentrasi optimum 1.500 ppm.

Aplikasi Penyinaran

Selain secara hormonal, rekayasa pembungaan bisa pula diberikan dengan perlakuan penyinaran atau rekayasa panjang hari dengan menggunakan lampu pijar atau neon. Intensitas penyinaran yang yang umumnya berkisar 70-200 lux. Menurut Budi Marwoto, intensitas yang terlalu tinggi akan menyebabkan pertumbuhan vegetatif tanaman terlalu kuat sehingga dikhawatirkan bisa meng-hambat pertumbuhan generatifnya.

Perlakuan penyinaran antara tanaman hari panjang dan hari pendek berlainan. Untuk merangsang pembungaan tanaman hari panjang seperti spatifilum diperlukan penambahan panjang hari dengan jalan menambah lama penyinaran, sekitar 4-6 jam. Pemberian sinarini dilakukan setelah pertumbuhan vegetatifnya dinilai cukup, yaitu setelah diperoleh bentuk, ukuran, dan warna daun yang baik dan kompak serta tangkai tidak terlalu tinggi. Setelah itu, baru diberikan penyinaran agar bunganya dapat tumbuh dan mekar secara bersamaan.

Berbeda dengan tanaman hari panjang. Tanaman hari pendek, seperti krisan, kalanchoe, maupun geranium justru memerlukan penambahan cahaya untuk menghambat pembungaan atau pertumbuhan generatifnya. Perlakuan panang hari tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan pertumbuhan vegetatif yang prima terlebih dahulu.

Baru setelah penampilan daun rimbun dan tinggi batangnya mencukupi untuk dijadikan bunga pot, perlakuan panjang hari dihentikan agar pertumbuhan generatifnya terpacu. Bila tidak diberi perlakuan panjang hari maka penampilan tanaman kurang menarik, mislanya tanaman yang susunan daunnya belum begitu baik dan masih sedikit tetapi bunganya sudah muncul.

Tanaman hari pendek lainnya, seperti poinsetia memerlukan perlakuan panjang hari yang berbeda. Ada kiat khusus agar poinsetia atau yang kondang disebut christmas tree (biasa diburu orang saat natal dan tahun baru) bisa berbunga sesuai waktunya, sekitar bulan Desember. Misalnya satu atau dua bulan menjelang bulan Desember, poinsetia diberi perlakuan hari pendek dengan memberi sungkup pada sore hari sekitar pukul 16.00-17.00.

Poinsetia tersebut disungkup selama 6-8 minggu agar braktea (daun pelindung) atau yang sering salah kaprah tersebut bunga bisa keluar dan berwarna merah cerah. Retardan perlu diberikan untuk mencegah terjadinya etiolasi (kurang cahaya) akibat penyungkupan sehingga tanaman cenderung tumbuh meninggi.

Vernalisasi

Selain aplikasi hormonal dan manipulasi panjang hari, masih ada lagi perlakuan lain yang disebut vernalisasi. Vernalisasi adalah induksi pembungaan dengan suhu rendah. Perlakuan hormonal dan manipulasi panjang hari umumnya diaplikasikan saat tanaman sudah tumbuh dewasa. Vernalisasi biasa dilakukan pada biji atau umbi tanaman.

Vernalisasi umumnya dilakukan pada tanaman yang hanya bisa berbunga pada suhu rendah. Tidak semua tanaman bisa dirangsang pembungaannya dengan cara ini. Tanaman yang bisa diinduksi secara vernalisasi antara lain amarilis, tulip, dan lillium longiflorum (sering di jadikan bunga potong). Aplikasi vernalisasi pada bunga pot yang pernah di coba di Cibubur antara lain pada amarilis.

Amarilis yang ditanam didataran rendah selama ini sukar berbunga, tetapi yang tumbuh semakin banyak justru umbinya saja. Setelah diinduksi vernalisasi ternyata amarilis tersebut dapat berbunga, meskipun ditanam di dataran rendah. Perlakuan suhu rendah tersebut umumnya selama 6-8 minggu dengan kisaran suhu 1-10 derjat celcius.

loading...
Perawatan Bunga Dalam Pot Agar Terus Berbunga | Penulis | 4.5