Perburuan Pohon Bonsai Bisa Merusak Kelestarian Alam

Banyak orang yang memburu pohon bonsai.perburuan pohon bonsai bisa merusak kelestarian.Salah satu kritik yang banyak dilontarkan sehubungan dengan pengambilan tanaman dari habitata aslinya adalah pengurangan populasi tanaman. Kelestarian lingkungan sedikit banyak menjadikan terganggu.

PPBI lewat pelindung pusatnya pada tahun 1991 telah menyerukan sanksi hukuman bagi para pemburu tanaman liar secara sewenang-wenang di alam bebas. Ancaman hukuman ditujukan bagi para perusak lingkungan dan pemburu tanaman langka yang hampir punah.

Biasanya tempat tumbuh bakalan bonsai merupakan lingkungan ekstrem yang bila terganggu dapat menyebabkan erosi, banjir, atau kerusakan alam lainnya. Contoh nyata adalah bukit-bukit berbatu di pegunungan Menoreh, Kulonprogo. Perburuan tanaman kerdil yang banyak tumbuh di bebatuan dilakukan dengan pembongkaran secara paksa. Tindakan ini sangat merusak lingkungan. apalagi jenis tanaman yang sudah langka di daerah lain banyak tumbuh di sana.

Baca Juga:

Daerah pingiran pantai Jawa Timur juga mengalami nasib yang hampir serupa. Di tempat ini banyak terdapat cemara  udang (Casuarina equisetifolia). Tanaman ini favorit di hampir semua belahan dunia. Harga jualnya pun tinggi karena sebagai bahan bonsai boleh dikata sosoknya cukup ideal. Nilai tambah lain, cemara udang di daerah ini cenderung tumbuh kerdil. Lingkungannya memang terdiri dari lapisan tanah yang tipis dan bagian bawahnya langsung bertemu lapisan karang yang keras.images (27)

Artikel terkait

Cemara udang di daerah ini lantas diburu dengan antusia. Para pedagang atau penduduk di sekitarnya mengambil tanaman yang tumbuh liar secara semena-semena. Akibatnya, ribuan tanaman cemara udang lenyap entah pindah ke mana. Belum lagi ulah penduduk sekitar yang mengambil batang cemara udang atau bonggolnya untuk kayu bakar. Dikhawatirkan tak lama lagi jenis yang sebelumnya berlimpah ini akan menjadi langka.

Pemerintah melalui kementerian Lingkungan Hidup ikut menyerukan pentinganya menjaga kelestarian alam ini. Sayangnya daftar jenis tanaman yang boleh diambil dan yang tidak masih belum jelas. Begitu juga cara-cara perburuan yang diizinkan.

Tak ada salahnya  sebagai penggemar tanaman ikut berpartisipasi membantu program pemerintah tersebut. Selektivitas dalam pengambilan tunggu akan sangat bermanfaat dalam hal ini. Kecenderungan untuk mengambil jenis tanaman atau tunggul apa saja terlihat memang sepantasnya tidak dilakukan.

Cara pengambilan tunggul yang memperhatikan kelestarian lingkungan adalah sebagai berikut:

  1. Jangan mengambil semua jenis tunggul yang berserakan di alam. Jenis tanaman yang langka sedapat mungkin dihindari pengambilannya.
  2. Lingkungan yang ekstrem jangan diperparah dengan penggalian tunggul yang semena-mena. Apalagi bila daerah pengambilan merupakan kawasan pelindung erosi, banjir, atau serapan air minum.
  3. Hutan lindung, suaka margasatwa, cagar alam, atau taman nasional adalah daerah terlarang untuk diambil tunggulnya. Daerah-daerah ini memiliki perlindungan hukum yang kuat dari pemerintah.
  4. Musim kemarau tidak dianjurkan untuk pengambilan tunggul. Kemampuan alam memulihkan lingkungannya pada saat tersebut sangat rendah. Bahkan, banyak pohon yang pertumbuhannya di musim kemarau sangat kecil. Saat yang tepat untuk melakukan pengambilan tunggul adalah menjelang atau saat musim hujan.
  5. Di daerah yang memungkinkan dan jenis tanamannya masih banyak, penggalian tunggu dilakukan seperti cara yang di terangkan di atas, tetapi jangan semua tunggul diambil. Sisakan beberapa tunggul akar yang baik. Biarkan tunggul akar tersebut berada di dalam tanah. Nantinya akan tumbuh tunas-tunas baru dari bagian tersebut. Tunas ini sebagai pengganti tunggul yang telah diambil.
loading...
Perburuan Pohon Bonsai Bisa Merusak Kelestarian Alam | Penulis | 4.5