Struktur Tanaman Bunga Anggrek

Struktur tanaman bunga anggrek.Seperti jenis tanaman pada umumnya, struktur tanaman anggrek juga terdiri 3 dari akar, batang, daun, dan bunga. Sifat-sifat khas tanaman dari famili anggrek -anggrejan terlihat jelas pada karakter akar, batang, daun, bunga, buah, dan bijinya.

1. Akar anggrek

Seperti pada tanaman lainnya, akar anggrek berfungsi untuk mengambil, menyerap, dan mengantarkan zat hara keseluruh bagian tanaman. Fungsi lain dari akar anggrek adalah menempelkan diri pada tempat atau media tumbuh. Tanaman yang sehat dapat dilihat dari keadaan akarnya.

Baca Juga:

Seperti jenis anggrek epifit yang memiliki akar udara dengan lapisan velamen yang berongga dan berfungsi untuk menyerap air dari udara. Akar ini juga dapat berfotosintesis karena mengandung butiran hijau daun (klorofil).

Bentuk akar mengikuti bentuk batang tempat menempel. Disetiap akar anggrek, di jaringan velamen terdapat mycorhiza (myco= cendawan ; rhizoma  = akar; cendawan yang hidup dalam akar tumbuhan ) hidup secara simbiosis yaitu dengan memfiksasi fosfat untuk ditukarkan dengan hidrat dari tumbuhan.struktur tanaman bunga anggrek

2. Bunga anggrek

Setiap bunga anggrek memiliki struktur dasar 3+3, yang terdiri dari 3 sepal luar (daun kelopak ) dan 3 petal dalam (daun mahkota). Namun, tipe sepal dan petal dari masing-masing jenis anggrek berbeda-beda berdasarkan bentuk, warna, dan ukurannya. Salah satu dari petal bunga anggrek akan termodifikasi menjadi labellum (bibir bunga). Labellum atau lip merupakan bagian terpenting karena merupakan alat reproduksi.

Pada labellum terdapat bagian yang disebut column (tugu bunga) yang merupakan tempat kumpulan alat-alat kelamin bunga. Adanya column menjadi ciri khas atau karakter bunga anggrek karena tidak dimiliki oleh famili tumbuhan lain.

Artikel terkait

3. Batang anggrek

Batang anggrek dapat dibedakan menjadi dua macam tipe pertumbuhan, yaitu monopodial dan simpodial. Anggrek monopodial memiliki batang utama yang ujungnya terus tumbuh dan tidak terbatas panjangnya. Perbungaan tumbuh sebagai cabang samping. Tergolong anggrek berbatang monopodial antara lain berbagai jenis Arachnis, Phalaenopsis, Renanthera, dan Vanda.

Anggrek simpodial memiliki batang utama yang tersusun oleh ruas-ruas tahunan. Masing-masing ruas dimulai dengan daun sisik dan berakhir dengan setangkai perbungaan. Pertumbuhan ujung-ujung batangnya terbatas. Batang utama baru muncul dari dasar batang utama sebelumnya. Berbagai jenis Dendrobium, Cattleya, dan Oncidium tergolong dalam anggrek bertipe simpodial.

Sebagian besar anggrek memiliki umbi semu pada batang atau pangkal daunnya yang berfungsi menyimpan air, karbohidrat, dan zat hara.

4. Daun Aggrek

Daun anggrek memiliki bentuk dan ukuran berbeda-beda tergantung jenis dan varietasnya. Tulang daun anggrek sejajar dengan helaian daun. Bentuk daun ada yang bulat panjang seperti pensil, sempit atau lebar mirip palem, berdaging tipis atau tebal, permukaan halus atau kasar, bahkan ada jenis anggrek yang tidak berdaun. Tipe daun menunjukkan keadaan habitat anggrek.

5. Buah anggrek

Bentuk buah anggrek berbeda-beda tergantung pada jenisnya. Buah anggrek merupakan buah lentera atau capsular yang memiliki 6 rusuk. Tiga diantaranya merupakan rusuk sejati dan tiga lainnya adalah tempat melekatnya dua tepi daun buah yang berlainan. Di tempat bersatunya tepi daun buah itu terdapat biji. Ketika masak, bagian tengah buah anggrek akan pecah.

Dalam satu buah anggrek sebesar kelingking terdapat ratusan ribu bahkan jutaan biji anggrek yang sangat lembut dengan ukuran yang sangat kecil. Pada Cymbidium, misalnya, dalam satu buah terdapat 1,5 juta biji. Bahkan Vanda dan Cattleya bisa mengandung sampai 5 juta biji per buah. Namun, biji-biji anggrek tidak memiliki endosperm sebagai cadangan makanan.

loading...
Struktur Tanaman Bunga Anggrek | Penulis | 4.5