Syarat Tumbuh Untuk Budidaya Buah Mangga Unggulan

Syarat tumbuh untuk budidaya buah mangga unggulan-Tanaman mangga cocok hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga sebelumn dan sewaktu berbunga.

Jika ditanam di daerah lembap/basah, tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan.

Di Indonesia, daerah yang cocok untuk menanam mangga adalah daerah dataran rendah dengan musim panas yang kuat serta volume curah hujan yang rendah sampai sedang. Temperatur optimum 24 derjat-27 derjat C.

Baca Juga:

Sementara itu, berbagai jenis dan struktur tanah bisa menjadi tempat hidup tanaman mangga, asal tanah tersebut tidak menunjukkan lapisan cadas yang dangkal. Tanah yang paling cocok untuk budidaya mangga adalah jenis lempung berpasir.Syarat Tumbuh Untuk Budidaya Buah Mangga Unggulan

Musim kemarau yang cocok untuk tanaman mangga adalah sekitar 2-8 bulan dalam satu tahun, serta memerlukan curah hujan berkisar 750-2.500 mm per tahun. Ketinggian tempat antara 0-300 m di atas permukaan laut, cocok untuk tanaman mangga. Sebab, bisa menghasilkan produksi tinggi.

Kisaran pH yang cocok untuk tanaman mangga antara 5,5-7,0. Pohonnya berbunga 1,5-2 bulan pada permulaan musim kemarau dan matang v3-4 bulan kemudian. Semakin kering kemaraunya, mka hasil/mutu buah menjadi lebih baik.

Mangga sangat cocok ditanam di daerah-daerah dataran rendah yang basah dan kering seperti Surabaya, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Semarang, Ngawi, Lumajang, Palu, Medan, dan Jakarta. Tanaman mangga sebenarnya dapat dibudidayakan di dataran yang lebih tinggi.

Hanya saja, di beberapa daerah yang tidak sesuai, ada beberapa kasus yang terjadi, seperti tanaman tidak mau berbuah sama sekali karena ketinggiannya kurang sesuai. Semua disebabkan karena fase pembentukan bunga sangat dipengaruhi oleh faktor ketinggian tempat. Jadi, semakin tinggi tempat tumbuhnya, semakin sulit untuk berbuah.

Faktor lain yang menentukan pertumbuhan pohon mangga ini adalah sinar matahari. Sebagai tanaman tropis, mangga membutuhkan sinar yang cukup untuk pertumbuhannya. Jadi, bila kita menanamnya di pot, letakkanlah pot pada tempat yang mendapat pencahayaan yang cukup.

Mangga membutuhkan minimal 6 jam sinar matahari penuh dalam sehari. Cahaya matahari inilah yang akan membantu proses asimilasi pada mangga.

Intensitas matahari atau banyak dan lamanya sinar matahari yang menyinari akan sangat menentukan tingkat kemanisan mangga. Semakin lama dan semakin tinggi intensitas matahari, tanaman akan memproduki gula lebih banyak. Sehingga, buah memiliki rasa manis yang optimal.

Umumnya, pada dataran rendah, intensitas matahari lebih panjang dari pada dataran tinggi. Sehingga, tanaman mangga akan tumbuh lebih subur di dataran rendah.

Iklim dan Pengaruhnya

Artikel terkait

Meskipun tanaman mangga mempunyai daya adaptasi yang tinggi, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, curah hujan banyak maupun sedikit, iklim tetap berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman mangga.

Pada suhu 4 derjat-10 derjat C, tanaman mangga masih bisa hidup. Tetapi, tidak dapat berproduksi dengan baik. Sementara pada suhu musim panas yang mencapai 45 derjat C, ditambah angin kencang, akan menyebabkan luka bakar maahari pada buah mangga.

Pada suhu tersebut dan kelembapan 15%, akan menyebabkan daun dan buah kecil rontok atau buah yang sedang berkembang menjadi tidak berbiji.

Selain suhu,  curah hujan juga besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mangga. Air hujan yang berlebihan bisa merontokkan tepung sari, bungam dan meningkatkan kelembapan yang bisa memicu perkembangan hama penyakit. Dampak seperti itu juga akan terjadi pada cuaca yang sangat berkabut dan berembun.

Mangga biasanya memasuki fase pembungaan pada bulan Juli-Agustus dengan kebutuhan curah hujan 1000 mm per tahun dan 4-6 bulan musim kering per tahun. Namun sayangnya, manusia bukanlah penguasa bumi, hingga tak bisa mengatur iklim. Kita hanya mampu menyiasati sedikit untuk mencegah kegagalan yang besar.

Besarnya curah hujan akan membawa pengaruh pada tingkat kemanisan mangga. Bila curah hujan tinggi, maka tingkat kemanisan buah akan berkurang karena tergerus air hujan. Sementara pada saat musim kemarau, di mana curah hujan rendah, tanaman mangga akan menghasilkan buah dengan kadar gul;a yang lebih tinggi di banding musim penghujan.

Kendala iklim dan curah hujan untuk mencegah gangguan budidaya dapat disiasati. Misalnya melindungi tanaman dengan menggunakan kerudung plastik maupun paranet. Sementara untuk mengatasi masalah suhu dan kelembapan dapat dilakukan dengan menempatkan tanaman mangga pada green house.

Tetapi, tentunya cara ini tidak dilakukan pada budidaya mangga di lahan sempit karena biaya yang dibutuhkan sangat besar dan masyarakat umumnya enggan melakukannya.

Budidaya mangga di lahan sempit dilakukan secara sederhana. Upaya intensifikasi yang dilakukan sebatas pada media tanam/penyediaan lahan, pemupukan, pemangkasan, dan pemberian hormon. Pemberian hormon ini pun tidak selalu diaplikasikan, mengingat keterbatasan lahan, pemupukan, pemangkasan, dan pemberian hormon.

Pemberian hormon ini pun tidak selalu diaplikasikan, mengingat keterbatasan lahan akan berdampak pada jumlah produksi. Budidaya dengan tabulampot tentunya menghasilkan produksi lebih sedikit pada awalnya. Namun, biasanya buah yang dihasilkan memiliki ukuran cukup besar karena semua sari makanan terkonsentrasi pada buah.

Umumnya, budidaya mangga di lahan sempit tidak dilakukan dengan intensif dan tidak menerapkan teknologi. Hal ini disebabkan karena mangga merupakan salah satu tanaman buah yang cukup mampu beradaptasi dan tidak membutuhkan perlakuan khusus, meski tak sedikit juga tanaman mangga yang rusak dan mati. Produktifitasnya rendah akibat tidak pernah dirawat.

Green house cocok bila kita ingin mengembangkan tabulampot mangga secara komersial. Pengeluaran untuk biaya produksi menjadi berimbang. Hasil panen pun memiliki ukuran yang maksimal dan mulus.

loading...
Syarat Tumbuh Untuk Budidaya Buah Mangga Unggulan | Penulis | 4.5