Tanaman Hias Pacypodium keunikan dan Perawatan Harian

Tanaman hias pacypodium keunikan dan perawatan harian-Pernah populer di tahun 1990-an, anggota famili Apocynaceae ini sempat ”tenggelam” dan tersaingi oleh kerabatnya, adenium. Sejak awal tahun 2007, perlahan-lahan pachypodium mencuat kembali. Tanaman berduri ini mulai menjadi incaran para pebisnis.

Apalagi ketika itu pamor aglaonema dan athurium agak kendur. Di tambah lagi semakin banyaknya kolektor yang melirik pachypodium sebagai ornamental plant.

Sayang, pamor naga madagaskar ini tidak bertahan lama. Rupanya, anthurium memancarkan pesonanya dan langsung menyihir semua kalangan pencinta tanaman hias.

Baca Juga:

Apa boleh buat, pachypodium harus menunggu saat yang tepat untuk bangkit lagi. Kendati demikian,”pasar pachypodium relatif stabil harganya”, Toh harganya akan semakin terdongkrak bila bentuknya tidak normal atau mutasi.Tanaman Hias Pacypodium keunikan dan Perawatan Harian

Unik Makin Menarik

Sejauh ini pachypodium belum banyak dikenal luas seperti halnya kerabatnya adenium atau kaktus. Boleh dibilang wajah baru di dunia tanaman hias tanah air. Ada beberapa kelebihannya yang menjadi modal terkenal.

Lihat saja, sosok pachypodium yang berduri mengingatkan kita pada kaktus. Meski sama-sama tanaman sukulen, namun paci ini tidak sama dengan kaktus.

Sebut saja P.lamerei yang mendominasi di Indonesia. Bentuk tubuhnya unik. Batangnya tinggi menjulang bagai palem. Duri-duri yang panjang dan tajam tersebar di seluruh permukaan batang, seolah-olah ingin melindungi tanaman ini dari serangan hewan liar di padang pasir.

Daunnya yang hijau mengilap berkumpul di atas batang. Saat berbunga, lamerei tampil semakin cantik. Bunganya berwarna putih bersih, dan yang menarik adalah bunga ini mengeluarkan aroma wangi.

Artikel terkait

P.lamerei Kristata tak kalah menarik. Banyak bentuk yang ditemukan dari jenis mutasi ini. Mutasi terjadi pada bagian batangnya sehingga menghasilkan bentuk yang beragam, salah satunya adalah bentuk kipas.

Bahkan pernah dijumpai setengah bagiannya mengalami mutasi, sedangkan setengah bagian lainnya tumbuh secara normal dalam satu individu. Selain jenis kristata juga terdapat jenis variegata yang menghasilkan bentuk daun tidak normal.

Misalnya saja, bentuk daun P.lamerei yang semula lanset memanjang menjadi bentuk oval. Tentu saja jenis-jenis mutasi ini memberikan nuansa yang lebih unik lagi pada pachypodium. Jenis mutasi adalah langka sehingga hanya segelintir hobiis saja yang dapat memilikinya.

Perawatan Mudah

Apa yang Anda katakan ketika melihat pachypodium? Unik dan eksotik. Ya, kalimat itu terasa pas untuknya. Bentuk yang unik dan bunga yang menarik tentu saja berpeluang untuk menjadi primadona. Bukan tanpa alasan, bila tanaman ini bakal naik panggung.

Bunganya berwarna-warni, ada putih, kuning, dan ungu. Jenis yang istimewa adalah bunga kuning yang dapat menjadi pelarian kolektor adenium. Pasalnya, simawar gurun ini belum ada yang berbunga kuning cerah.

Mudahnya perawatan menjadi poin plus untuk pachypodium. Mau dimana saja, tanaman ini bisa tumbuh subur, Namun, lokasai yang terbaik untuknya adalah daerah panas. Didaerah dingin sebenarnya tak menjadi soal, tetapi umumnya tumbuh lambat.

Namanya juga tanaman gurun pasir. Tanaman ini juga senang berjemur matahari Artinya, Anda tak perlu repot lagi dengan penaung, seperti shading net.

Terus apalagi keistimewaannya? Pachypodium ternyata tidak bawel. Media tumbuhnya cukup pasir malang, sekam bakar ditambah sedikit pupuk kandang. Kebutuhan air minim sehingga penyiraman dua hari sekali pun tak jadi soal.

Satu lagi, pachypodium relatif kebal penyakit. Mudahnya perawatan tentu saja membuat ongkos yang mesti dikeluarkan minim. Nah, dengan segala keunggulan pachypodium, apakah anda tidak mencoba untuk memeliharanya?

loading...
Tanaman Hias Pacypodium keunikan dan Perawatan Harian | Penulis | 4.5