Tanaman Hias Philodendron Perawatan Dan Cara Menanam

Tanaman Hias philodendron Perawatan dan cara Menanam-Philodendron tampil menarik bila dijadikan tanaman hias dalam pot (Pot plant). Apalagi tanaman ini relatif bandel sehingga tidak terlalu membutuhkan perawatan khusus, termasuk cara penanamannya.

Yang penting, medianya porous dan subur. Oleh karena itulah, philo digemari hobiis untuk di pajang di ruangan dalam (indoor plant) atau luar ruangan (semi-outdoor plant) sebagai penghias teras/beranda.

Penanaman di pot perlu mendapat perhatian karena wadah ini berperan penting untuk tempat tumbuhnya. Makanya, media dan jenis pot harus disesuaikan dengan kebutuhannya. Makannya, media dan jenis pot harus disesuaikan dengan kebutuhannya.

Baca Juga:

Semua jenis bahan pot dapat dipakai untuk menanam philo. Namun,perlu dipertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing bahan. Pot tidak hanya sekadar wadah, tetapi mampu menjaga kelembapan media. Secara estetika, adanya pot juga mengubah penampilan philo kian menarik.Tanaman Hias Philodendron Perawatan Dan Cara Menanam

Wadah/Pot

Pot merupakan wadah yang berperan untuk tempat tumbuh philo dan memperindah penampilannya. Sebagai tempat tumbuh tanaman maka pot diisi dengan media Di pasaran, beragam jenis pot dijual, baik bentuk (buat, segi enam, kotak), bahan (tanah liat, plastik, semen, porselin), dan ukuran (kecil, sedang, dan besar). Harganya pun bervariasi, mulai dari ribuan hingga puluhan ribu rupiah.

Pot tanah liat cukup baik karena memiliki pori-pori sehingga medi tidak lembap, tetapi harganya relatif mahal. Demikian pula pot porselun yang berwarna-warni dan dihiasi gambar/ornamen yang menarik.

Bahan lain, pot terbuat dari kayu, bambu, atau anyaman rotan yang biasanya di pakai sebagai pot luar (cover pot) . Pot luar biasanya berfungsi untuk menyembunyikan pot dalam sekaligus memperindah penampilan tanaman.

Saat ini pot plastik banyak dipakai untuk menanam tanaman hias, termasuk philo. Alasannya, murah, tidak mudah pecah, dan ringan sehingga mudah dipindahkan sesuai keinginan. Meskipun kebanyakan berwarna hitam, ada pula pot plastik berwarna hijau dan merah yang menarik untuk dipajang di ruangan atau di meja (untuk tanaman berukuran kecil).

Artikel terkait

Pot plastik berwarna menarik tidak membutuhkanpot luar lagi. Namun, pot plastik memiliki kekurangan, yaitu tidak adanya pori-pori di dinding pot. Hal ini menyebabkan sirkulasi udara yang tidak lancar sehingga media lembap. Tidak adanya pori-pori mengakibatkan air dapat meresap atau tidak keluar sehingga mengakibatkan akar busuk.

Untuk mengakalinya dengan menambah lubang pembuangan di dinding pot. Agar sirkulasi udara di dalam media lancar dapat dibantu dengan memasukkan pecah genting atau styrofoam di dasar pot.

Pot tersedia dalam berbagai ukuran. Oleh karena itu, ukuran pot disesuaikan dengan besar-kecilnya tanaman agar tampak seimbang. Ukuran pot biasanya ditentukan diameter mulut pot, ada yang berukuran 8 cm, 10 cm, 15 cm, dan lain-lain.

Tentu saja pot kecil hanya dipakai untuk menanam tanaman yang kecil. Idealnya, pot mempunyai diameter yang sepadan, kira-kira 1/3-1/2 dari tinggi tanaman. Demikian pula kedalaman pot juga bervariasi, pilih sesuai dengan panjang akar dan sifat tumbuh. Semakin besar tanaman dan akar panjang maka semakin besar pula ukuran pot yang dibutuhkan.

Media Tanam

Philodendron termasuk tanaman yang membutuhkan media porous. Media tanamnya harus subur, gembur, dan kaya bahan organik. Syarat lain, pH media netral sekitar 6,5-7.

Untuk mendapatkan media tanam yang ideal diperlukan beberapa bahan anorganik (tanah, pasir, sekam bakar, cacahan pakis, coco peat) dan organik (kompos, pupuk kandang, humus. Tanah merupakan bahan paling umum dipakai untuk media tanam.

Tanah yang baik adalah lapisan paling atas (top soil) karena gembur, subur, dan banyak mengandung bahan organik. Pasir sebaiknya memiliki butir-butir agak kasar dan lebih besar untuk membantu sirkulasi udara dan membuang kelebihan air. Sebelum digunakan, pasir dicuci dan di jemur hingga kering.

Pupuk kandang terbuat dari kotoran hewan, seperti sapi, ayam, dan kambing. Yang perlu di perhatikan adalah kotoran tersebut diolah terlebih dahulu agar penguraian zat renik terhenti di tandai tidak bau, panas, tekstur remah atau kering, dan berwarna cokelat.

Kompos pelapukan sisa-sisa tumbuhan (dedaunan, rerumputan dan sampah) juga sebaliknya sudah masak yang dicirikan tekstur halus dan berwarna cokelat. Untuk mencegah munculnya cendawan atau bakteri, pupuk kandang dan humus disterilkan dengan cara mengukus selama 0,5-1 jam.

loading...
Tanaman Hias Philodendron Perawatan Dan Cara Menanam | Penulis | 4.5