Ukuran Tanah Yang Pas Untuk Budidaya Buah Melon

Berikut artikel tentang ukuran tanah yang pas untuk budidaya buah melon unggul.buah Melon tidak termasuk jenis tanaman yang dapat dibudidayakan pada kisaran wilayah yang luas. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan tanaman untuk mampu tumbuh dan berproduksi baik pada rentang wilayah ketinggian 250-700 m di atas permukaan laut (dpl). Di dataran rendah yang ketinggiannya kurang dari 250 m dpl, ukuran melon umumnya relatif lebih kecil dan dagingnya agak kering (kurang berair).

Buah Melon dapat tumbuh di beberapa tipe tanah, tetapi akan berproduksi secara optimum pada tanah bertekstur lempung berpasir atau jenis tanah dengan kelas tanah latosol, andosol, dan aluvial.

Tanah dengan tekstur lempung berpasir banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang sempurna. Tanah gambut, tanah liat berat, atau tanah cadas tidak disarankan untuk ditanami melon.cara menanam melon di pot

Baca Juga:

Pengaruh Ketinggian Tempat Terhadap Umur Panen

Semakin tinggi tempat, umumnya rata-rata suhu harian semakin rendah. Pada dataran  rendah dengan rata-rata suhu harian tinggi, umur panen lebih cepat dengan ukuran buah umumnya lebih kecil, tetapi kualitas rasa buah relatif lebih baik.

Sebaliknya pada dataran tinggi dengan   rata-rata suhu harian rendah, umur panen lebih lambat dengan ukuran buah umumnya lebih besar, tetapi kualitas rasa buah relatif kurang baik. Untuk mendapatkan buah melon dengan ukuran optimum serta kualitas penampilan dan rasa yang baik, sangat dianjurkan produksi melon dilakukan pada ketinggian 250-700 m dpl.

Suhu pertumbuhan untuk tanaman melon 25-30 derjat celcius dengan tingkat kelembapan 50-70%. Tanaman melon tidak dapat tumbuh apabila suhu kurang dari 180 derjat celcius. Perbedaan suhu siang dan malam yang jelas sangat mendukung pertumbuhan dan kualitas buah melon yang dihasilkan.

Contohnya, suhu siang hari 28-30 derjat celcius dan suhu malam hari 18-20 derjat celcius akan menghasilkan buah melon dengan rasa aroma dan tingkat kemanisan yang tinggi.

Melon membutuhkan air yang cukup banyak. Namun, untuk produksi melon berkualitas tinggi, air tersebut juga harus disesuaikan dengan pola kebutuhan tanaman, sulit bila mengandalkan curah hujan.

Tanaman ini lebih senang di daerah terbuka, untuk mendapatkan fotosintesis yang cukup agar buahnya berkualitas.

Penanaman melon pada areal bekas tanaman keluarga timun-timunan sangat tidak dianjurkan. Tanaman keluarga timun-timunan seperti mentimun, blewah, semangka, dan labu mempunyai hama dan penyakit yang sama dengan tanaman melon sehingga dapat menyerang pertanaman dan menimbulkan kerugian.

Tanaman melon akan tumbuh baik apabila pH-nya 5,8-7,2. Penanaman pada tanah masam menyebabkan terjadinya gejala penguningan pada daun (acid yellowing). Gejalanya adalah tanaman kerdil dan pertumbuhan terhambat dengan daun berwarna kuning. Tanah masam memerlukan pengapuran terlebih dahulu sebelum ditanami melon. Selain kemasaman tanah, tanaman melon juga peka terhadap kadar garam yang tinggi.

Sebaiknya tanaman melon diusahakan di daerah yang memiliki kecepatan angin di bawah 20 km/jam. Angin yang bertiup terlalu kencang dapat merusak pertanaman melon, mematahkan tangkai daun, tangkai buah, dan batang tanaman.

Artikel terkait

Tanaman melon tumbuh optimum pada daerah dengan curah 1.500-2.500 mm/tahun. Tanaman melon mampu berproduksi optimum di daerah dengan musim hujan yang kurang dari enam bulan, tetapi memiliki cadangan air tanah yang cukup atau daerah beririgasi. Selama pertumbuhannya, melon memerlukan penyinaran matahari penuh, terutama saat tanaman sedang berbunga.

Agribisnis Melon

Saat ini, tanaman melon bisa dimanfaatkan sebagai komoditas bisnis yang menjanjikan. Melon merupakan buah-buahan semusim yang sudah berkembang sebagai komoditas agribisnis. Melon memiliki nilai ekonomi dan prospek yang cukup besar dalam pemasarannya, tetapi memerlukan penanganan intensif dalam budi dayanya. Komoditas ini diminati oleh masyarakat banyak dan mempunyai harga yang relatif tinggi baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Pada tahun 2007-2011 produksi buah-buahan di Indonesia, terutama melon mengalami peningkatan. Konsumsi buah melon akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya pendapatan, dan perubahan pola konsumsi masyarakat Indonesia yang semakin membutuhkan buah segar sebagai salah satu menu gizi sehari-hari. Hal ini sangat mendukung pengembangan melon di Indonesia.

Namun, salah satu kendala dalam produksi adalah ketersediaan benih. Hingga saat ini, varietas melon yang beredar di Indonesia harus diimpor dari Taiwan, Thailand, dan Jepang. Kontinuitas atau ketersediaan benih tersebut tidak terjamin. Hal ini menyebabkan upaya memproduksi benih melon dalam negeri menjadi perlu dilakukan. Varietas yang dihasilkan harus unggul dan benihnya harus berkualitas sehingga keberadaannya diharapkan dapat mensubstitusi benih impor.

Agribisnis melon harus dilakukan secara cermat dan tetap selalu waspada. Berdasarkan analisis budi daya agribisnis melon menunjukkan prospek yang menjanjikan, tetapi suatu ketika penyemprotan tertunda atau hal-hal sepele lainnya tidak diperhatikan maka keuntungan yang sudah dapat dibayangkan akan menjadi sirna seketika.

Kebijaksanaan pemerintah bagi petani melon dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian atau Hortikultura

  1. Mengutamakan jenis tanaman melon yang bernilai ekonomi tinggi untuk meningkatkan pendapaan petani melon, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun untuk ekspor ke luar negeri.
  2. Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak.
  3. Mengutamankan jenis tanaman melon yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik.
  4. Mengutamakan jenis tanaman melon yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarakat.

Yang perlu di perhatikan dalam bisnis melon.

  1. Penguasaan aspek teknis budi daya.
  2. Penyediaan lahan yang sesuai secara teknis dan sosial bagi produksi melon.
  3. Penyediaan sarana produksi yang tepat, tepat jenis sesuai kebutuhan, tepat jumlah sesuai dengan dosis aplikasi, tepat mutu (tidak palsu), tepat waktu (tersedia sesuai kebutuhan), tepat harga sesuai bagi optimasi biaya produksi, serta tepat cara aplikasinya.
  4. Penyediaan tenaga kerja yang andal. Hal ini karena produksi melon cukup intensif sehingga penyediaan tenaga kerja yang andal sesuai tuntutan teknis menjadi faktor penentu.
  5. Memahami standar mutu dan memiliki jaringan pasar.
loading...
Ukuran Tanah Yang Pas Untuk Budidaya Buah Melon | Penulis | 4.5