Umur Memanan Buah Melon

Umur Memanan Buah melon.Sukses pemeliharaan melon diakhiri dengan penanganan panen dan pascapanen yang benar. Umur panen buah melon melon yang terjaga sepanjang pemeliharaan harus tetap dipertahankan hingga melon tersebut sampai ditangan konsumen. Pemanenan buah terkait dengan waktu panen yang tepat dan cara panen yang benar. Sementara itu, penanganan pascapanen  meliputi pengemasan, penyimpanan, hingga pengangkutan .

Panen dapat dilakukan saat buah 90% masak (sekitar 3-7 hari sebelum masak penuh) untuk memberi waktu sortasi dan transportasi. Panen yang terlalu cepat akan menyebabkan ukuran buah dan pembentukan jala belum maksimal, disamping rasa buah kurang manis.

Panen dilakuakan pada pagi hari, antara pukul 08.00-11.00. Pemanenan hanya dilakukan terhadap buah yang sudah masuk kriteria panen sehingga dalam satu hamparan dapat dilakukan secara bertahap. Panen dianjurkan untuk dilakukan dalam dua tahap dengan selang 2-3 hari.

Baca Juga:

Batang tempat tangkai dipotong secara hati-hati dengan pisau sehingga membentuk pola huruf T dan diletakkan miring agar getah tidak menetes pada buah.

Ciri buah masak penuh untuk melon-melon berjala, yaitu  terdapat keretakan pada bagian tangkai buah yang menempel ke buah. Akibat keretakan tersebut, tampak garis pemisah yang terbentuk seperti cincin. Ciri lainnya yaitu jala sudah terbentuk penuh dan buah beraroma harum.

Melon-melon tidak berjala (grup inodorus) telah lewat masak ketika buah lepas dari tangkainya. Oleh sebab itu, panen harus dilakukan dengan memotong tangkai. Ciri buah yang sudah masak adalah terjadi perubahan warna kulit. Jika kulitnya berwarna kuning maka buah masak akan berwarna kuning tua. Jika kulitnya berwarna putih maka buah masak akan berwarna krem kekuningan.

Buah yang sudah dipanen disimpan dalam wadah dan diletakkan ditempat yang terlindung dari sinar matahari langsung. Pemupukan buah dilakukan maksimum tujuh lapis dan masing-masing lapis diberi alas jerami. Lahan yang sudah dipanen harus segera dibongkar dan dimusnahkan.umur memanen buah melon

Kegiatan yang dilakukan setelah panen diantaranya adalah sortasi dan pengkelasan. Pada tempat penampungan, pilah buah dengan menggunakan sarung tangan. Kriteria melon yang bagus adalah kulitnya mulus, bentuk normal, tidak cacat karena hama dan penyakit, tidak ada noda getah, serta tidak ada luka memar.

Buah melon memiliki daya simapan yang singkat. Melon-melon berjala (grup Reticulatus ) memiliki daya simpan hingga sekitar dua minggu. Sementara itu, melon-melon tidak berjala (grup inodorus ) umumnya memiliki daya simpan lebih lama, hingga sekitar empat minggu.

Kulaitas buah hasil panen umumnya cukup beragam. Oleh karena itu, buah tersebut harus disortasi dan di-grade sesuai dengan kelasnya. Berikut tata cara sortasi dan pengkelasan melon.

  • Angin-anginkan buah sampai suhu mencapai 250 derjat celcius dan air berlebih dalam buah habis menguap. Setelah ‘dingin’, sortasi buah.
  • Para penyortir dan pegawai lain yang berada di gudang penyortiran harus menggunakan sarung tangan dari kain rajut atau supaya tidak mengotori dan atau merusak buah.
  • Letakkan buah dalam keranjang plastik berdaya muat 25 kg lalu timbang buah satu persatu dan pisahkan menurut kelompok beratnya.
  • Pilih buah yang mulus, tidak luka, tidak terserang penyakit pascapanen, tidak ada kotoran pada permukaan kulit buah, tidak ada cacat fisik maupun mikrobiologis, tidak ada noda getah, tidak ada bintik-bintik kehitaman, tidak ada noda kudis (scab), dan tidak ada luka memar.
  • Pilih buah yang bentuknya normal (berbentuk abnormal diperbolehkan maksimum 25%).
  • Buah yang muda, terlalu matang atau terlalu kecil, serta buah yang memar dan cacat dikategorikan sebagai ”out-of-grade” atau di luar kelas.

Pengemasan bertujuan untuk melindungi melon dari kerusakan selama penyimpanan dan pengangkutan. Pengemasan juga akan memudahkan dalam penanganan selama pengangkutan. Bahan pengemas yang digunakan harus dalam keadaan baru, bersih, dan mempunyai kualitas yang baik untuk mencegah terjadinya kerusakan produk. Kemasan harus bebas dari semua benda asing. Setiap kemasan harus diberi label dari bahan yang tidak beracun (tinta dan lemnya).

Artikel terkait

Informasi yanh harus ada di label

  1. Indentifikasi produk, terdiri atas nama, asal, dan kode produsen yang telah diketahui.
  2. Asal produk, terdiri atas nama varietas dan tulisan ‘melon’ apabila produk tidak terlihat dari luar.
  3. Daerah asal, termasuk nama negara asal, lokasi tumbuh, dan nama asal/daerah.
  4. Spesifikasi komersial, seperti kelas, ukuran dengan minimum dan maksimum, kode ukuran, serta jumlah buah.
  5. Tanda pengawasan resmi (pilihan), seperti ada tidaknya kontaminasi logam berat, residu pestisida, dan tingkat kebersihan.

Pengemasan transportasi

Selama dalam perjalanan, sebaiknya melon dikemas dengan menggunakan karton bergelombang. Kemasan ini cocok untuk pasar ekspor. Karton yang digunakan ialah karton gelombang tipe teleskopik. Ukuran kotak (45 x 27,5 x 9,5) cm dan daya muatnya 5 kg.

Untuk sirkulasi udara, peti karton perlu diberi lubang ventilasi sebanyak 2-3 buah berdiameter 2 cm. Sebelum kemasan diisi dengan buah, di dasar kotak juga perlu di beri potongan kertas. Tujuannya untuk terjadinya lecet dan memar pada buah akibat tekanan atau gesekan. Setelah itu, buah disusun dengan rapi dan diberi stiker. Diatas buah selanjutnya ditebarkan potongan kertas dan kotak kemudian ditutup dengan lakban.

Pengemasan untuk displai

Agar display buah melon tampak menarik, sebaiknya buah dikemas dengan jaring/net plastik. Setiap jaring berisi satu buah dengan berta sekitar 1,5 – 2 kg. Setelah diisi buah, ujung yang selanjutnyadiikat dengan kuat. Kemasan ini cocok untuk display melon dipasar swalayan atau toko buah karena penampilannya menarik dan harganya terjangkau. Namun, kelemahan pengemas ini ialah buah mudah memar apabila tumpukannya banyak.

Penyimpanan buah

Penyimpanan merupakan upaya menunda pengaturan melon sehingga ketika ada pengiriman bisa dilakukan dengan cepat. Seringkali penyimpanan juga terkait dengan upaya menjaga kualitas buah melon sebelum sampai ketangan konsumen. Terdapat perbedaan dalan penyimpanan buah melon untuk keperluan pasar lokal (dalam negeri) dengan penyimpanan untuk keperluan ekspor.

Penyimpanan untuk pasar lokal

Gudang yang digunakan untuk penyimpanan mempunyai kondisi yang bersih, kering, dan bebas dari hama, seperti kecoa maupun tikus. Penyimpanan di dalam gudang atau ruangan khusus merupakan penyimpanan dalam kondisi kamar. Dengan kondisi penyimpanan ini, perubahan pascapanen, seperti senescence, akibat respirasi dan transpirasi serta pembentukan etilen berlangsung terus. Penyimpanan dalam ruang dengan kondisi kamar ini hanya mampu mempertahankan kesegaran buah sampai 10 hari setelah petik.

Penyimpanan untuk ekspor

Untuk keperluan ekspor, buah melon disimpan dalam suatu ruangan khusus dengan sistem kontrol atmosfer. Kondisi udaranya diatur sebagai berikut. Konsentrasi oksigen kurang dari 8%, konsentrasi CO2 lebih dari 2%, kelembapan udara lebih dari 80%, dan suhu rendah 13-15 derjat Celcius. Dengan menggunakan sistem kontrol atmosfer, kesegaran buah melon dapat dipertahankan selama 21-30 hari setelah petik.

loading...
Umur Memanan Buah Melon | Penulis | 4.5